KIAMAT TAHUN 2012? MATAHARI MELEDAK? NGERI…..!!

earth-mpact2

Segenap umat manusia beragama yang berada di kolong langit,  termasuk atheis sekali pun, pasti percaya bahwa kiamat memang akan terjadi. Tetapi siapa yang bisa meramal penyebab dan kapan tibanya? Penyebabnya bisa saja karena bumi ditumbuk komet, saling kirim hulu ledak dan bom nuklir antarnegara superpower, bencana biologi, atau akhirnya Tuhan memutuskan memang sudah waktunya melikuidasi planet ini.

Tapi kapan waktunya? Tidak seorang pun tahu. Satu-satunya jawaban, bila kita kemimanan kita cukup kuat,  maka bisa dipastikan bahwa “kiamat” itu  sifatnya adalah rahasia dan hanya Sang Maha Pencipta yang mengetahuinya.

Orang yang meramalkan itu boleh-boleh saja, Namun, biasanya hasilnya cukup tragis-kalau  tidak dianggap konyol atau “gila”. Seperti yang terjadi pada 913 pengikut sekte kiamat The People’s Temple pimpinan Jim Jones. Pada 18 November 1978 mereka berombongan bunuh diri di Jonestown, Guyana, karena percaya kiamat sudah di depan mata. Contoh kasus Pdt. Mangapin Sibuea di Bandung beberapa tahun lalu juga mengajak pengikutnya untuk bersiap-siap terangkat. Sibuea sangat percaya bahwa tanggal yang ditentukan itu waktunya Tuhan datang kedua kali alias kiamat.  Nyatanya, hingga 2009 ini keadaan bumi masih baik-baik saja. Memang, di seantero jagad terjadi bencana dashyat, misalnya Tsunami yang melanda Aceh dan kawasan sekitar pada 2004. Namun, dunia belumlah kiamat.

Karenanya, sungguh mengejutkan ketika penulis dan kolumnis ilmiah terkemuka, Lawrence E. Joseph, mempublikasi sebuah buku berjudul Apocalypse 2012: An Investigation into Civilization End (2007), yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dengan tajuk Kiamat 2012: Investigasi Akhir Zaman. Di benak kita sontak terlintas: Apakah intelektual rasional yang juga Ketua Dewan Direksi Aerospace Consulting Corporation ini mendadak berubah jadi fanatik irasional ala sekte hari kiamat?

Memprediksi masa depan bukanlah tabu. Khasanah sejarah negeri ini, misalnya, mengenal manuskrip Jangka Jayabaya warisan Jayabaya (sekitar 1135-1157), yang antaranya meramal penjajahan Indonesia dan Perang Dunia Kedua. Di dunia, nama lain dari masa lalu adalah Michel de Nostredame-lebih  dikenal sebagai Nostradamus. Banyak yang percaya nujum Nostradamus (1503-1566) yang dihimpun dalam Les Propheties terbukti kebenarannya ratusan tahun kemudian.

Di era modern ada John Naisbitt yang telah mempublikasi rangkaian prediksi masa depan manusia, mulai dari Megatrend (1982), Megatrend 2000 (bersama Patricia Abuderne, 1990), hingga Megatrend Asia (1996). Dan yang terkini, ramalan 10 tren yang akan membentuk ulang dunia 20 tahun ke depan oleh CEO dan Chairman Institute for Global Futures, James Canton, PhD, lewat The Extreme Future (2006) –edisi Indonesianya diterbitkan Penerbit Alvabet, Januari 2009.

Apa yang ditulis Lawrence tak beda dengan terawangan para futuris seperti Naisbitt dan Canton. Kelebihannya, Lawrence menyodorkan argumentasi kokoh, sangat ilmiah, masuk akal, serta komprehensif karena didukung hasil-hasil riset terakhir dari institusi ilmiah dan para ilmuwan kredibel. Selain fakta-fakta geofisika, astronomi, dan fisika tingkat tinggi, dia juga melintas-batas ke wilayah keagamaan. Maka, boleh dibilang buku yang ditulis dengan pendekatan outobiografi ini adalah soiulokui seorang ilmuwan kredibel, manusia biasa yang penuh takut dan khawatir, ayah dari dua anak, dan pemeluk agama-dia  akui tak terlampau taat -yang  tiba-tiba sadar kiamat adalah kekuasaan Tuhan yang valid secara ilmiah.

Riset Lawrence tentang kiamat bertolak dari ramalan bangsa Maya kuno yang dituang dalam bentuk kalender dengan akurasi tinggi berdasarkan observasi astronomi selama dua milenia. Menurut bangsa Maya, zaman ini dikenal sebagai Zaman Keempat yang dimulai pada 13 Agustus 3114 sebelum Masehi, yang hari pertamanya dilambangkan dengan 0.0.0.0.1. Hari terakhir zaman ini jatuh pada 13.0.0.0.0 atau 21 Desember 2012. Ramalan ini sejalan pula dengan penafsiran The China Book of Changes dari filosof I Ching dan teologi Hindu.

Kabar buruknya, ramalan bangsa Maya ternyata berhubungan erat dengan perilaku matahari, planet, dan benda-benda angkasa lain, dan respons dari bumi yang kita huni. Lawrence lalu melakukan riset mendalam selama lebih dari satu tahun, berkeliling dari Guatemala menemui para “dukun” Maya yang mampu menjelaskan kalender mereka; ke Hermanus Magnetic Observatory di Afrika Selatan; hingga ke International Scientific Research Institute of Cosmic Anthropeocology (ISRICA) yang dibangun di bawah tanah di Siberia, Rusia.

Hasilnya mencegangkan. Terdapat korelasi antara aktivitas bumi dan perilaku matahari. Dari 1940-an, dan terutama sejak 2003, Lawrence menyimpulkan, tingkah laku matahari lebih bergejolak dibanding kapan pun sejak zaman es terakhir 11.000 tahun silam. Dengan mencermati perilaku itu, para fisikawan surya menyimpulkan aktivitas matahari memuncak lagi, melampaui rekor sebelumnya, pada 2012.

Di saat yang sama, menurut para ahli geofisika Rusia, Tata Surya telah memasuki awan energi antarbintang yang mengaktifkan dan merusak keseimbangan matahari serta atmosfer antarplanet. Prediksinya, bumi akan berjumpa awan energi itu antara 2010-2020. Bukti lain bahwa aktivitas matahari berkorelasi langsung dengan bumi, salah satunya adalah gelombang besar topan Katrina, Rita, dan Wilma pada 2005 terjadi bersamaan dengan salah satu minggu paling penuh badai dalam catatan sejarah matahari.

Ancaman mega bencana terhadap bumi diperkuat para fisikawan dari University of California (UC) Berkeley, yang menyatakan dengan kepastian 99 persen bahwa punahnya dinosaurus serta 75 persen spesies lain di bumi akibat tumbukan komet atau asteroid 25 juta tahun lalu, seharusnya sudah terjadi lagi.

Bumi, di lain pihak, juga tengah berkontraksi. Medan magnet bumi, yang merupakan pertahanan utama terhadap radiasi surya yang berbahaya, mulai menipis dengan retakan sebesar California yang muncul secara acak. Fakta yang tak kurang seram adalah Supervulkan Yellowstone yang meletus setiap 600.000-700.000 tahun kini menggeliat, bersiap meledak. Letusan terakhir dengan kekuatan setara terjadi 74.000 tahun silam yang kemudian membentuk Danau Toba, ketika itu menewaskan lebih dari 90 persen populasi dunia.

Di antara sederet kabar buruk itu, Lawrence -sebagaimana kita-berharap  yang terjadi adalah tafsir para “dukun” Maya modern bahwa 2012 bukanlah kiamat, melainkan hanya kelahiran kembali peradaban baru. Kalaupun akhirnya yang tiba tetaplah kiamat, mengingat dia tak sedang berkotbah, Lawrence hanya mengkonklusi umat manusia harus melakukan persiapan dan tak berlaku ceroboh. Jadikan kajian ilmiah Lawrence itu sebagai warning bagi kita.

Global Warming Adalah Salah Satu Tanda Kiamat

Sebenarnya warning tentang kiamat atau akhir zaman itu sudah sering diperbincangkan orang. Contoh yang paling nyata, seperti yang juga ditulis oleh adalah Joseph, yakni pemanasan global (global warming). Jika ditinjau secara Alkitabiah, ternyata sudah dinubuatkan bahwa suatu hari nanti akan terjadi perubahan cuaca yang cukup drastis melalui berbagai macam tanda dari langit. Dalam Lukas 21:11 dikatakan, “Dan akan terjadi gempa bumi yang dahsyat dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan, dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit. Ayat ini dengan jelas dikatakan akan ada tanda-tanda dahsyat di langit. Dalam bahasa Inggris, kata langit bisa berarti ‘heaven’ yang terdiri dari 3 lapisan, yakni Sky (atmosfer), tempat burung-burung beterbangan; Space (ruang angkasa), tempat bintang-bintang bertaburan dan Heaven (Sorga), tempat para malaikat tinggal dan tidak kelihatan oleh mata jasmani kita.

Tanda-tanda dahsyat dari langit yang jelas terlihat oleh mata jasmani kita adalah apa yang terjadi di sekitar atmosfer. Bila diperhatikan dengan seksama dengan pembuktian secara ilmiah, akhir-akhir ini telah terjadi perubahan lapisan ozon (O3) yang diakibatkan oleh polusi udara, pembakaran hutan dan lain sebagainya. Sehingga, menghasilkan gas-gas yang menghancurkan serta membuat lapisan O3 (ozon) semakin menipis. Bahkan di belahan bumi utara dan selatan  lapisan ozon itu telah berlubang. Akibatnya? Tentu panasnya sinar matahari yang biasanya masih terhambat oleh lapisan ozon, bisa langsung menembus permukaan bumi. Dampak dari panas ini pada akhirnya mengakibatkan perubahan cuaca yang sangat dashyat. Karena gas-gas yang menghancurkan ozon ini juga membentuk satu selaput yang tidak bisa memantulkan panas ke luar angkasa-yang efeknya bumi semakin terasa panas. Pemanasan global ini, ibaratnya mobil yang diparkir di tengah terik matahari; dan panas yang tersimpan di dalam mobil begitu luar biasa terasa menyengat tubuh manusia.

Dalam Kitab Wahyu 16:8-9, dikatakan, “Dan malaikat yang keempat menumpahkan cawannya ke atas matahari, dan kepadanya diberi kuasa untuk menghanguskan manusia dengan api. Dan manusia dihanguskan oleh panas api yang dahsyat, dan mereka menghujat nama Allah yang berkuasa atas malapetaka-malapetaka itu dan mereka tidak bertobat untuk memuliakan Dia”. Begitu pula dalam II Petrus 3:10-12, “Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya”. Kedua ayat ini dapat dipetik bahwa Tuhan sudah berkata pada hari-hari terakhir ini Tuhan akan memusnahkan ataupun menghukum bumi dengan api (panas).

Selain pemanasan global, ada banyak sekali tanda-tanda lain yang muncul seperti, gempa bumi yang dahsyat, kelaparan terjadi di mana-mana. Sedikitnya saat ini saja telah terjadi sekitar 6 ribu gempa di seluruh muka bumi. Tanda-tanda lainnya adalah manusia semakin egois, materialistis, kejahatan merajalela, yang jahat semakin jahat, yang cemar semakin cemar. Tetapi ada juga orang-orang yang hidup benar makin benar, hidup suci semakin suci.

SocialTwist Tell-a-Friend
Tags:
Filed Under: Broadcast(Palakat)

Comments (4)

 

  1. Darius tarigan says:

    Bagi saya, kapan Tuhan datang bukanlah masalah yang paling utama. Yang terpenting adalah apakah kita sudah siap!!!

  2. Pelnap GPdI Mahanaim says:

    Berita tentang kedatangan Tuhan Yesus harus terus dikumandangkan, tetapi yang sesuai dengan Alkitab, agar kita mempelainya ini selalu siap sedia.

  3. franklyn says:

    hehehe kesan yg mau di tunjukan PP apa sih? kyknya prediksinya masuk logika pernah kiblat ke christian science ya? Alkitab gak banyak bicara soal kiamat,tp masalah penyingkiran gereja yg sempurna. mungkin tanda awal menuju kesana adalah global Evangelism baca deh matius pasal 24

  4. MSihombing says:

    yang penting Tuhan Yesus pasti akan datang untuk kita yang percaya. akhir zaman itu suatu kepastian yang sangat pasti

Leave a Reply