Bagaimana Umat Kristen Menyikapi Ramalan Kiamat 2012 ?

Menurut Ir. Herlianto, M.Th, Umat Kristen tidak perlu menyikapi film 2012 itu secara berlebihan. Karena apa yang divisualisasikan dalam film tersebut, merupakan penyajian yang memanipulasikan ketakutan orang akan akhir zaman.  “Temanya juga  menjiplak penyelamatan keluarga Nuh yang kapalnya sekarang diganti dengan kapal tabung besar yang lebih mirip pesawat luar angkasa,” ujar Herlianto seperti dilansir oleh salah satu media Kristiani.

Masih kata Herlianto, film 2012 itu menyajikan promosi New Age di mana manusia dapat menyelamatkan diri sendiri dengan kekuatan dirinya dan ada tendensi mendiskreditkan agama-agama, seperti patung raksasa Yesus di Brasil yang rontok, gedung Vatikan yang hancur menimpa umat Katolik, maupun Biarawan Buddha yang mati dilanda bencana, namun ada bawahannya yang selamat (karena percaya diri). “Promosi New Age melalui film ini memang meramalkan bahwa tahun 2000-an dunia akan memasuki masa Aquarius yang penuh kelimpahan (ibarat lambang pencurahan air isi bejana) dan meninggalkan masa pisces (ikan lambang kredo tentang Yesus) masa 2000 tahun yang penuh dengan kebodohan dan kekacauan.
Bagaimana umat Kristen menyikapi akhir zaman? Umat Kristen sebaiknya menyikapi akhir zaman dengan kembali menyelidiki Alkitab untuk mengetahui apakah semuanya benar demikian (Kis.17: 11). Yesus mengatakan bahwa mengenai waktu dan ketikanya tidak ada seorang pun yang tahu, jadi kita tidak perlu mencari tahu. Namun itu tidak berarti kita bisa berlenggang-lenggang tetapi kita harus tetap siap-sedia menghadapinya (Mat 24: 43-44). Bila kita siap, apakah Tuhan Yesus akan datang hari ini, besok, tahun 2012, atau tahun lainnya tidak menjadi soal karena kalau kita sudah siap ujian kapan pun tidak menjadi masalah. “Janganlah menjadikan Alkitab sebagai teka-teki sejarah dan angka-angkanya ditafsirkan secara harafiah. Karena angka-angka dalam Alkitab banyak yang bersifat perlambangan, jadi tidak bisa ditafsirkan begitu saja. Memang dalam Alkitab ada juga petunjuk yang mengarah pada ‘tanda-tanda yang mendahului’ seperti banyaknya muncul penyesat dan banyak yang akan murtad, kemelut sosial seperti perang dan kelaparan, datangnya bencana alam maupun angkasa yang besar (Mat 24),” urainya.

Pdt. Audy R.Ngantung, M.Th
(Ketua STT Anderson Manado, Sulut)

Film 2012 Tidak Menggambarkan Situasi Yang Berhubungan Dengan Kekristenan.
Film 2012 yang sangat fenomenal itu mengingatkan segenap masyarakat dan  jemaat bahwa akan ada peristiwa besar yang mengguncangkan dunia pada akhir zaman nanti. Sebutan kiamat pun terus menggema yang yang berdampak dengan sebuah ketakutan. Secara teologis, visualisasi yang ditayangkan dalam Film 2012 bahwa dunia ini akan kiamat dan lebih berhubungan dengan air,  justru bertentangan dengan Alkitab.
Karena Alkitab mengatakan, bahwa, tanda pelangi yang diberikan pada saat air bah pada zaman Nuh, itu tanda bahwa tidak akan dibinasakan lagi oleh air. Justru dunia ini nantinya akan binasa bukan dengan air tetapi dengan api dan segalanya akan terbakar. “Jadi perbedaan pemahaman dari sisi film tersebut, sehingga tidak boleh dipercayai. Tapi itulah yang namanya film kan fiktif. Kalaui lihat dari kebenaran Alkitabnya, Film itu tidak menggambarkan situasi yang

pdt-audy-R.Ngantung,-M.Th

Pdt. Audy R.Ngantung, M.Th

berhubungan dengan keyakinan kekristenan. Tetapi paling tidak, jemaat, masyarakat diingatkan bahwa akan ada peristiwa seperti itu, dimana, manusia harus berpikir bahwa suatu saat dunia ini akan dibinasakan dan mereka perlu percaya kepada Tuhan Yesus sebagai juruselamat mereka. Karena tanpa mempercayai Yesus Kristus, sebagai Tuhan dan Juru selamat, mereka juga akan binasa,” ujarnya
Berbicara soal soal kiamat, siapapun pasti akan mengalami kematian pada masanya nanti. Apapun penyebab kematiannya, atau kiamat seperti yang digambarkan seperti dalam Film 2012, ataukah kematian secara biasa, bukan menjadi persoalan bagi seseorang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, karena kita telah diselamatkan.

Pdt. Antonius Natan, M.Th
Jika Injil Itu Sudah Diberitakan Sampai Ke Ujung Bumi, Barulah Kesudahannya Berakhir

pdt-antonius-nathan

Kalau bicara Film 2012 itu hanyalah entertain atau hiburan belaka. Karena nafas dari tayangan Film itu hanya mengangkat sesuatu kebenaran maupun sesuatu yang sifatnya fiksi. Bagaimana jika dilihat secara teologis? Film 2012 itu tidak mengaitkan Alkitab secara terbuka. Di sana hanya mengisahkan tentang Kejadian atau  bencana alam yang terjadi dengan skala besar. “Menurut saya itu bukan kiamat, tetapi gempa bumi dan tsunami yang terjadi secara serempak di mana-mana. Dan masih ada orang yang hidup dan bisa menyelamatkan diri”.
Menurut Kalender suku Maya, dunia  itu berakhir pada 21 Desember 2012. Namun secara Alkitab, tidak pernah dikatakan, bahwa dunia akan berakhir pada 2012. Alkitab mengatakan, bahwa tidak ada seorang pun yang tahu kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali. Hanya tanda-tandanya saja yang dituliskan secara jelas, seperti; banyaknya deru peperangan, gunung meletus dimana-mana, gempa bumi dimana-mana, kelaparan dan lain sebagainya. Lalu kenapa sekarang ini banyak orang yang menyebutnya dengan istilah kiamat? “Saya kira tidak semudah itu kita mengatakan bahwa ini adalah kiamat.  Kalau berdasarkan penafsiran Alkitab, kita memang sudah berada di ujung akhir zaman. Tapi ujung akhir zaman ini apakah masih tersisa 10 tahun atau 100 tahun, tidak ada yang tahu. Tapi yang kita tahu, bahwa Injil itu harus diberitakan sampai ke ujung bumi, barulah kesudahan berakhir”.
Tahun 2012 itu sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Yang harus ditekankan di sini adalah, apakah kita siap tatkala hari-hari itu datang? Jika ditarik menjadi pemikiran lebih sempit, kiamat itu adalah hari terakhir bagi kehidupan pribadi kita (mati).  Kemudian kiamat secara global, itu berarti satu komunitas atau  sebagian bumi  itu akan musnah.   Mengenai prediksi akan ada sepertiga bintang yang jatuh ke bumi, itu juga belum bisa dikatakan kesudahan zaman.
Sebagai umat Kristen, seperti apa yang dikatakan Paulus, mati itu adalah keuntungan dan hidup untuk melayani Tuhan.  Jadikan visualisasi Film 2012 itu sebagai masa untuk kontemplasi dan masa untuk melakukan refleksi. Apakah kita sudah melayani Tuhan atau belum? Kalau kita mati, bisa masuk surga atau tidak? Kalau belum, ya mulai sekarang lakukan kesalehan hidup secara terus menerus.
Beragam penafsiran yang disampaikan teolog mengenai versi kedatangan Tuhan.  Ada yang memakai peta zaman, post tribulasi, tribulasi, dan lain sebagainya. Ada juga versi lain, bahwa Tuhan Yesus datang ke bumi.  Semestinya, kita harus mempersamakan persepsi, bahwa kiamat ini tidak sama dengan Yesus datang kedua kali. “Kalau Yesus datang kedua kali, orang-orang percaya akan diangkat (rapture).  Itu semua digambarkan. Tapi ada yang diangkat dan ada pula yang  ditinggal. Orang yang percaya Yesus dan juruselamat, itu yang akan diangkat oleh Tuhan di suatu tempat dan yang lain masih tinggal di bumi. Selama 3, 5 tahun itu masa-masa aniaya. Setelah itu apakah kiamat? Belum. Setelah itu masih ada yang disebut 1000 tahun kerajaan damai. Apakah setelah itu kiamat? Masih ada penghakiman dan seterusnya. Sekali lagi, jangan mempersoalkan kapan Tuhan Yesus datang, tetapi persiapkan diri kita untuk tetap hidup dalam kekudusan dan melekat dengan Tuhan” .

Pdt. Ferry H.Kakiay, S.Th
(Sekum BPH GBI)
Jadikan Film 2012 Itu Sebagai Sarana Untuk Instropeksi Diri

Tayangan visualisasi Film 2012, bila dilihat dari sisi perfilman itu merupakan sebuah keberhasilan. Artinya, Film tersebut mampu mempertontonkan dengan kemasan baru, baik dari sisi art (seni) maupunpdt-ferry-hkakiay-sth animasi yang menarik. Sehingga setiap orang yang menyaksikan dapat dipuaskan. Selain itu, Film tersebut juga sukses dengan memadukan isu sentral, yaitu mengusung nilai-nilai semua agama. Karena tak dapat dipungkiri bahwa semua agama itu percaya adanya kiamat. Oleh karenanya, jadikan film sebagai sarana agar dapat memberikan masukan dan satu peringatan kepada kita untuk instropeksi diri, serta mempersiapkan diri menanti kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali.
Pandangan dari sisi ilmu pengetahuan, tayangan Film 2012 itu juga tidak ada salahnya. Karena kajian-kajian fenomena alam yang ditampilkan dalam visualisasi Film tersebut itu jelas ada dalam ilmu pengetahuan.  Namun, bila di ditengok dari sisi teologis, memang soal penetapan tanggal, bulan dan tahun itu sangat bertentangan. Kenapa? Karena Alkitab tidak pernah menuliskan, soal kapan datangnya hari kiamat. Alkitab hanya menuliskan mengenai tanda-tanda. Dan tanda-tanda itu hampir semuanya tergenapi.
Secara bisnis, untuk sebuah judul Film dengan menetapkan tanggal, bulan dan tahun itu memang penting. Karena dengan mematok tahun 2012, maka dapat menarik perhatian setiap orang yang menyaksikannya. Coba kalau judulnya bukan 2012, mungkin tidak akan menarik dan tidak menyedot perhatian masyarakat untuk menontonnya. Dengan keberanian untuk mematok tahun secara leterlek, maka banyak orang yang akan bertanya-tanya, ‘apa iya kiamat akan terjadi 2012?’ Karena manusia memiliki sifat penasaran dan mudah terpancing untuk menonton. Sehingga film itu menjadi laris dan layak ditonton. “Sebenarnya nonton Film ini tidak perlu dilarang. Karena ini merupakan tontonan ilmu pengetahuan dan hiburan. Larangan itu muncul, mungkin berpikir bahwa film ini ada misi dari agama tertentu. Tapi kalau dilihat, semua itu berpulang kembali kepada orang tersebut. Bagi saya, lebih bagus kalau kita menonton dan menentukan sikap”
Kalau betul itu terjadi bagaimana sikap umat Kristen sekarang? Sebenarnya, Alkitab sudah mengajarkan, bahwa umat Kristen itu  sudah mengetahui Yesus akan datang kembali yang kedua kali, meskipun waktunya tidak ditentukan. Makanya, sikap umat Kristen menantikan kedatangan Tuhan Yesus, tentu harus mempersiapkan diri dengan hidup melekat dengan Tuhan. Yakni dengan cara hidup benar, takut akan Tuhan, tetap menjaga kekudusan dan yang tak kalah penting adalah bahwa kita masih diberikan kesempatan untuk melayani—menjadi berkat bagi sesama.

margianto

SocialTwist Tell-a-Friend
Tags:
Filed Under: Home, Sharing(Kesaksian)

Leave a Reply