Journal

Kebaktian Kesembuhan Ilahi
Pulau Peling Sulteng Digoncangkan Tuhan !

kki-benny-tantimu

Pulau Peling, Sulawesi Tengah, adalah salah satu dari ratusan pulau di Kabupaten Banggai Kepulauan. (Bangkep)—memiliki panorama pantai yang tak kalah eloknya dengan jutaan obyek wisata di Indonesia. Menurut peta Indonesia, di Bangkep ini memiliki lima pulau besar, yakni Pulau Peling (luasnya 2.340 km2), Banggai (266 km2), Bangkurung (45 km2), Salue Besar (84 km2 ), dan Labobo (80 km2). Selebihnya adalah pulau sedang dan kecil. Bangkep sendiri adalah satu-satunya kabupaten maritim di Sulawesi Tengah yang beribu kota di Salakan dan dapat ditempuh selama kurang lebih 3 jam dengan perjalanan laut dari Luwuk, Banggai. Luwuk adalah daratan di Sulawesi Tengah, tempat penyeberangan menuju ke Pulau Peling, Pulau Banggai, dan beberapa pulau lainnya di Bangkep. Sedangkan jika ditempuh dengan perjalanan udara, dari Jakarta (transit Surabaya-Makasar) kemudian dilanjutkan ke bandara Bubung, Luwuk, yang letaknya sekitar 100 Meter di pinggir laut.

Meski lelah tapi menyenangkan dan sukacita! Begitulah kata para hamba Tuhan dari Jakarta dan siap melayani jiwa-jiwa yang membutuhkan uluran tangan. Luwuk Banggai dan Pulau Peling inilah dipilih oleh tim pelayanan bersama aliran Pentakosta yang berjumlah 14 orang hamba Tuhan dari Jakarta guna melakukan Seminar dan Kebaktian Kesembuhan Ilahi (KKI) pada 23-26 Februari yang lalu. Tim tersebut diantaranya; Pdt. Benny Tatimu, Pdt. Jason Balompapueng, Pdt. Chemuel Watulingas, Pdt. Yuni Winata, Ev.Hanafie Tjiomas, Pdt. Hendrik Korah, Ev.Handoko Wira, Ev.David Sudjana, Ev.Andrian Sudjana, Ev.Yadi Hidayat, Ev.Roy Rompas, Ev.Kristianto Utomo, Ev.Margianto (Wartawan Pantekosta Pos), dan  Ev.Cinthia (Wartawati Penyuluh).
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 6 jam, di Luwuk, tim pelayanan bersama ini disambut oleh Panitia yang dikoordinir oleh Pdt. Ariel Palese, menuju ke rumah (penginapan) yang sangat nyaman. Kenapa? Karena selain memiliki kamar, ruangan luas dan besar, rumah ini berada di ketinggian persis menghadap ke pantai. Sehingga tampaklah pemandangan indah—hamparan lautan luas tak berombak dan keunikan pulau-pulau di kejauhan yang memikat mata. Apalagi kalau pemandangan itu disaksikan pada pagi hari atau sore hari, sungguh sangat menakjubkan. Pokoknya, rombongan dari Jakarta ini dijamin betah tinggal berlama-lama di sana.

Tapi sayangnya, tugas pelayanan yang diemban oleh tim harus segera dituntaskan, karena malam harinya ada ibadah Kebaktian Kesembuhan Ilahi (KKI) di GPdI Calvary, Luwuk—digembalakan oleh orang tua dari Pdt. Ariel Palese. Usai pujian dan penyembahan dinaikkan, tibalah saatnya taburan Firman Tuhan yang disampaikan oleh Pdt. Jason Balompapueng. Jason menekankan pentingnya membangun dasar keimanan yang terambil dalam Ibrani 11:1. “Makin tinggi bangunan itu dibangun, pasti makin kuat dasarnya. Nah, sebagai umat percaya, kita juga harus mempraktikkan hal itu. Artinya kita harus membangun keimanan yang lebih kuat, supaya tidak mudah digoncangkan oleh badai persoalan. Kebanyakan orang mau percaya itu butuh bukti, tetapi iman itu membutuhkan janji. Maksudnya kalau kita percaya, janji Tuhan itu pasti digenapi dalam kehidupan kita,”ujar Jason berapi-api di hadapan ratusan jemaat Luwuk. Setelah Firman Tuhan, disusul dengan doa kesembuhan Ilahi yang dipimpin oleh Pdt. Benny Tatimu. Mujizat Tuhan pun terjadi, banyak jiwa yang disembuhkan dari segala sakit penyakit.

Dengan mengusung tema “Bangkit Penuh Mujizat”, keesokan harinya tim Jakarta melanjutkan perjalanan menuju ke Pulau Peling dengan menggunakan Kapal Motor (KM) Surya. Tim Jakarta ini didukung oleh sekitar 100 orang (termasuk jemaat dan hamba Tuhan dari Luwuk) untuk membantu pelayanan selama 2 berturut-turut di Pulau Peling. Selama perjalanan, sejauh mata memandang, tampak hamparan lautan luas yang begitu mempesona. Apalagi ketika sedang asyik-asyiknya bercengkerama dengan rekan hamba Tuhan, tiba-tiba muncul puluhan ikan lumba-lumba bermain-main di tengah lautan—menambah suasana perjalanan semakin bersemangat.

kki-benny-tantimu2

Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 2 jam, tibalah rombongan di dermaga desa Leme-Leme, Banggai Kepulauan. Sebagai tamu kehormatan, tim pelayanan dari Jakarta ini disambut sukacita oleh para panitia lokal. Pdt. Benny Tatimu dikalungi karangan bunga sebagai tanda penyambutan selamat datang di Pulau Peling, khususnya di desa Malanggong, Kecamatan Buko—lokasi digelarnya KKI. Kemudian rombongan dari Jakarta ini sempat diarak dengan menggunakan kendaraan umum mengelilingi desa-desa sekaligus mengumumkan acara KKI yang akan digelar malam pada malam harinya.

Pada hari pertama (18.30 WITA) pagelaran rohani akbar digelar di lapangan sepakbola, desa Malanggong Buko.Lawatan Tuhan pun sangat nyata dan luar biasa. Terbukti acara tersebut dihadiri sekitar 3000 jiwa guna mengikuti ibadah sakral Kebaktian Kesembuhan Ilahi. Padahal, untuk menuju lokasi digelarnya KKI itu, ribuan jemaat itu harus menempuh jarak puluhan kilometer, melewati jalanan yang dikelilingi oleh pegunungan dan hutan. Namun, semangat mereka patut diacungkan jempol. Rasa haus dan kelaparan akan Firman Tuhan, bahkan rindu untuk dijamah dan dilawat Tuhan seolah terpatri dalam setiap jemaat yang hadir saat itu. Mereka tampak khusuk dalam memuji, menyembah dan mendengarkan Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Jason Balompapueng. “Jika engkau datang dengan sakit-penyakit, percayalah bahwa Tuhan Yesus sanggup menyembuhkan. Oleh karena itu sadarlah bahwa sakit penyakit itu adalah berasal dari setan.Jauhkan diri dari penyembahan berhala. Kita harus menjadi penyembah yang benar, yakni Tuhan Yesus,agar tanah Buko ini diberkati secara luar biasa,”ujar Jason dalam kotbahnya. Disusul dengan doa Kesembuhan Ilahi oleh Pdt, Benny Tatimu.
Pdt. Benny Tatimu yang memiliki karunia kesembuhan—dengan ciri khas memakai tali rafia—sebagai sarana mendoakan—pada kesempatan itu, meyakinkan kepada ribuan jemaat yang hadir agar percaya segenap hati kepada Tuhan Yesus jika ingin menerima kesembuhan. Ternyata Tuhan pun melawat dan menyatakan mujizat kesembuhan kepada ratusan jemaat yang menderita sakit penyakit. Ada yang buta bisa melihat, tuli bisa mendengar, sakit kepala menahun disembuhkan, diabetes, dan masih banyak lagi.

Pada hari kedua (09.00 WITA) dilanjutkan dengan seminar motivasi dan pembekalan bagi hamba-hamba Tuhan yang melayani di seluruh penjuru Pulau Peling yang dipimpin oleh Pdt. Jason Balompapueng. Disela-sela seminar, wartawan Pantekosta Pos,Margianto, menyampaikan kesaksian hidupnya dihadapan para hamba Tuhan. Sontak,ketika mendengar kesaksian itu, para hamba Tuhan sangat diberkati dan dikuatkan dalam melayani Tuhan untuk menjala lautan jiwa yang belum menerima Tuhan Yesus. “Tanda visi yang berasal dari Tuhan adalah; visi itu besar, semakin dilupakan maka semakin mengejar dan visi itu bisa ditaruh di kepala. Nah, sebagai hamba Tuhan, tentu kita pasti dimampukan untuk mencapai visi tersebut. Dengan demikian akan menghasilkan seorang pemimpin. Kenapa? Karena pemimpin yang kuat dan sukses itu mampu menghadapi krisis. Seorang pemimpin itu akan memimpin dengan visi, melayani dengan tanggung jawab, memimpin dengan inovasi baru, selalu berharap serta mengandalkan Tuhan,”tandas Bendahara Umum PGPI ini mengimpartasikan motivasi kepada ratusan hamba Tuhan yang hadir di GPdI Malanggong.
Pada keempatan itu, tim yang dipimpin oleh Pdt. Benny Tatimu melakukan perjalanan ke Bulagi. Jaraknya kurang lebih 60 Km dari desa Malanggong. Di sana Pdt. Benny Tatimu meresmikan Gereja Anugerah Bethesta (GAB) di desa Lalandey, Kecamatan Bulagi, Kab. Banggai Kepulauan yang digembalakan oleh Ibu Pdt.Tity Mombilia. Sementara, setelah menuntaskan seminar, Pdt. Jason Balompapueng, melakukan perjalanan menuju ke desa Bangonemo, Kecamatan Bulagi,tepatnya ke GBI Bangonemo. Di sana Pdt.Jason yang didampingi oleh Ketua BPD Sulawesi Tengah, Pdt.Yonatan melantik Badan Pengurus Wilayah (BPW) Pulau Peling.

 

kki-benny-tantimu3

Sakit Kanker, Lumpuh, Buta Disembuhkan Tuhan luar biasa
Pada hari kedua Ibadah KKI di lapangan desa Malanggong sangat luar biasa. Lawatan Tuhan semakin dasyat. Meski saat itu sempat diguyur hujan, namun tak menyurutkan niat sekitar 5000 jemaat untuk memadati areal KKI. Dasyatnya, berkat kesatuan doa yang dipanjatkan oleh seluruh tim didukung dengan jemaat yang hadir, hujan yang semula mengguyur membasahi lapangan sepakbola, tiba-tiba reda. Tuhan menyatakan mujizatnya, dengan memayungi lapangan selama beberapa jam hingga acara berakhir.
Jemaat yang hadir terus diajak oleh pemimpin pujian untuk memuji dan menyembah. Sontak saja, hadirat Allah pun bekerja menjamah, melawat umat Tuhan secara luar biasa. Apalagi ketika Firman Tuhan mulai ditaburkan oleh Pdt. Benny Tatimu,jemaat yang semula mengalami sakit penyakit, berangsur-angsur mengalami kesembuhan. Dengan berapi-api Benny menyampaikan kesaksian hidupnya, agar jemaat semakin dikuatkan dalam mengarungi hidup. Saat itu yang datang dengan sakit penyakit lebih banyak dibandingkan hari pertama lebih banyak. Ada yang sakit kanker payudara, lumpuh, buta, tuli rematik, asam urat, kejang, ayan, katarak, dll..Semua sakit penyakit yang diderita oleh mayasrakat Pulau Peling ini pun disembuhkan Tuhan secara ajaib.
Seorang Bapak bernama Emas (40), sakit rematik dan kesemutan selama bertahun-tahun, ketika didoakan dalam Ibadah KKI disembuhkan Tuhan secara luar biasa. “Sebenarnya penyakit kesemutan saya ini sembuh sejak hari pertama ibadah ini. Tetapi kemarin saya masih ragu. Sekarang saya sudah disembuhkan oleh Tuhan Yesus,” ujar Bapak yang rumahnya dijadikan tempat menginap bagi sebagian tim pelayanan dari Jakarta ini bersemangat.
Yunike Mangkele,seorang perempuan yang sedang hamil ini mengaku menderita sakit tumor payudara selama 1 tahun. “Saya sudah periksa dan berobat, tapi benjolan itu kata dokter harus dioperasi. Awalnya,benjolan itu kecil, terasa nyeri dan sakit, lama-lama membesar. Puji Tuhan, setelah didoakan oleh Pdt. Benny Tatimu, sekarang benjolannya sudah hilang.Saya yakin Tuhan sudah sembuhkan,”tukasnya.

KKI Sudah Ditutup, Tapi Ribuan Jemaat Masih Bertahan Selama 2 Jam!
Sementara itu ketua panitia KKI & Seminar, Pdt. Ariel palese, menjelaskan, persiapan acara ini kurang lebih 3 minggu. “KKI Pdt.Benny di Luwuk dan Pulau Peling (Banggai Kepulauan) ini adalah yang kedua kalinya. Yang pertama tahun 2007 di Kecamatan Bulagi dan belum lama ini di Kecamatan Buko, desa Malanggong. Ini merupakan kelanjutan dari KKI tahun yang lalu, di mana di Bangkep terjadi mujizat yang besar. Untuk mem-follow up KKR yang pertama, kami mengangkat tema ini. Terbukti dengan data-data yang sudah diambil, telah terjadi mujizat air asin menjadi tawar. Untuk di desa Malanggong ini merupakan KKI perdana pada malam pertama dihadiri sekitar 3000 orang dan malam kedua sekitar 5000 orang,”ujarnya.

Ariel juga menyampaikan bahwa tim dari Jakarta ini juga didukung penuh oleh tim lokal Luwuk yang berjumlah sekitar 100 orang. “Ini merupakan KKR terbesar, karena kami harus membawa tim yang begitu banyak. Mungkin baru kali ini tim KKR Pdt.Benny Tatimu, tim pendukung yang terbesar. Jadi 100 orang itu di dalamnya sudah termasuk hamba-hamba Tuhan, pendukung altar dan jemaat. Saya mengharapkan, pelayanan ini tidak hanya sampai kedua kali. Mewakili masyarakat Banggai Kepulauan, sangat mengharapkan Pdt. Benny Tatimu untuk kembali hadir di Kecamatan Buko. Karena, ibadah KKR kemarin, meski ibadah sudah ditutup, massa masih tidak bergerak di lapangan hampir 2 jam. Jadi kami sebagai panitia, harus mengantisipasinya. Mungkin ini merupakan hal yang luar biasa. Dan dengan ini kami dapat informasi, mujizat yang terjadi di Buko ini lebih besar dari Bulagi. Secara langsung banyak jiwa-jiwa yang dijamah, disembuhkan oleh Tuhan. Untuk berikutnya saya berharap, programnya 1 tahun satu kali melakukan pelayanan KKR di sana dan tabloid Pantekosta Pos untuk dapat ikut serta dalam setiap penginjilan ke Banggai Kepulauan,”katanya penuh harap.
Salah satu hamba Tuhan yang melayani di desa Malanggong, Pdt. S.Mbayang.S.Th sangat menyambut baik dengan kehadiran tim pelayanan dari Jakarta. Meskipun melayani di Gereja Protestan, khususnya di desa Malanggong, Mbayang sangat diberkati dengan acara KKI tersebut. “Makanya saya berharap kepada umat Kristiani di manapun, jangan mudah terjebak dengan doktrin atau cara, karena yang paling penting adalah semua yang diajarkan itu sesuai dengan Alkitab. Justru jadikan semua itu untuk memperkuat persekutuan kita dengan Tuhan dan sesama umat. Karena kalau kita bersatu, maka dunia pun akan tergoncang,”tandas Mbayang seraya menambahkan bahwa hubungan agama-agama lain di desa Malanggong sangat harmonis.

Chemuel

SocialTwist Tell-a-Friend
Tags:
Filed Under:

Leave a Reply