1200 Jemaat GPdI Hayam Wuruk Jogyakarta Pindah GSPDI, Karena Aspirasi Umat Tidak Didengar Oleh Pimpinan GPdI

Pdt. Lianawati(87 th) mendapatkan panggilan dari kepolisian Jogyakarta

Jogyakarta, Pantekostapos.com, Menuju 100 Tahun GPdI, yang dibarengi dengan perjalanan obor api pantekosta berkeliling di setiap kota-kota di Indonesia dan puncaknya acara HUTnya akan berlangsung pada bulan Maret 2021 di Bali. Merupakan sebuah kebanggaan dan rasa syukur kepada Tuhan Sang Khalik, bahwa sesungguhnya perjalanan GPdI jelang seabad ini patut kita acungkan jempol, karena melalui para pendahulu Bapak-bapak GPdI tempo dulu yang sudah mengawali pelayananan mereka dengan tidak fokus pada aset-aset gereja. Namun visinya satu jiwa orang berdosa sangat bernilai dimata Tuhan. Kemudian melalui doa dan airmata mereka yang pada kenyataannya jutaan jiwa dimenangkan, lahir baru dan percaya kepada Yesus Kristus melalui kesaksian dan pemberitaan Injil di bumi Indonesia hingga mancanegara.

Pdt. Lianawati (87 th) mendapatkan panggilan dari kepolisian Jogyakarta

Sayangnya di era digital ini, di beberapa desa dan kota-kota di Indonesia ada ribuan warga GPdI berpindah ke gereja-gereja/sinode lain. Salah satu yang menjadi sorotan dan investigasi Pantekosta Pos adalah, “Pelayanan GPdI di Jalan Hayam Wuruk no 22 Jogyakarta. Sebuah pelayanan GPdI yang digembalakan oleh Pdt Lianawati Sutrisno, dan GPdI Hayam Wuruk Jogyakarta sejak tahun 1950 an hadir dan berkarya, dan pelayanan GPdI ini dirintis oleh almarhum Pdt Gideon Soetrisno. Setelah Pdt Gideon Soetrisno meninggal dunia, pelayanan GPdI Hayam Wuruk Jogyakarta, diteruskan oleh Istrinya Pdt Lianawati Soetrisno sejak tahun 1995 melalui; pengangkatan Surat Keputusan; bernomor KKP/006/MP/GPdI/1995, tertanggal 14 Agustus 1995, yang isi suratnya terkait pengangkatan Ibu Pdt Lianawati menjadi Gembala Sidang Jemaat GPdI jalan Hayam Wuruk 15, Yogyakarta, menggantikan Gembala Sidang Pdt. R.G. Soetrisno.

Pdt. Drs. JH Lumenta, S.Th (Sekum MP GPdI)

“Pelayanan GPdI di jalan Hayam Wuruk yang dilayani oleh Pdt Lianawati Soetrisno pernah mencapai 2000 orang bahkan lebih yang datang beribadah, kemudian sebelum Covid 19 pernah mencapai 1200 jiwa datang beribadah, kemudian baru-baru lalu 1200 anggota GPdI ini tersebut menjadi sirna dan serempak, pindah ke Sinode GSPDI dan kekinian dengan adanya tuduhan penyerobotan aset Ibu Pdt Pendeta Lianawati Soetrisno di Usianya yang ke 87 Tahun, mendapat surat pemanggilan kepolisian Jogyakarja untuk dimintai klarifikasi,” Ujar AS, kordinator majelis Jemaat kepada Pantekosta Pos. Kemudian menyangkut perpindahan 1200 mantan warga GPdI Hayam Wuruk Jogyakarta ke Sinode Gereja Sidang Pantekosta Di Indonesia, (GSPDI) kepada Pantekosta Pos melalui Ketua Umum Sinode GSPDI, Pdt Paul Masie, membenarkan perpindahan tersebut bahwa tercatat ada 1200 anggota GPdI pindah ke Sinode yang ia pimpin. Adapun yang menjadi latar belakang pindahnya warga GPdI Hayam Wuruk Jogyakarta ke Sinode GSPDI.

Para Majelis Jemaat & Pemred Pantekosta POS (Baju putih)

Menurut kordinator Majelis Jemaat AS bahwa tindakan Pimpinan GPdI di tingkat Majelis Pusat maupun Majelis Daerah yang begitu cepat dan tanpa koordinasi dengan para majelis jemaat untuk mendengarkan aspirasi suara umat, dengan mengangkat gembala yang baru menggantikan gembala yang masih aktif, inilah yang menjadi kekecewaan para umat dan majelis gereja dan mengambil keputusan pindah ke GSPDI, apalagi menurut koodinator majelis jemaat sudah pernah menelpon pimpinan Majelis GPdI dalam rangka mengundang langsung untuk bertemu di Jogyakarta, membicarakan kelangsungan pelayanan GPdI termasuk aset-asetnya.

Jemaat Hayam Wuruk 22 Jogyakarta

Namun sayangnya undangan tersebut tidak pernah ditanggapi oleh Majelis Pusat GPdI, malah yang terjadi mengangkat dan melantik Pdm. RJPT menjadi Gembala Sidang GPdI Hayam Wuruk Jogyakarta, dan atas pengangkatan dan pelatikan tersebut, menuai penolakkan jemaat dan para mejelis serta Ibu Gembala Pdt Lianawati Soetrisno. Inilah yang sangat disayangkan oleh para majelis gereja bahwa atas tindakan pimpinan GPdI atas terjadinya pengangkatan dan pelantikan yang diduga terkesan terjadi pelaggaran AD ART GPdI”, ujar AS kordinator majelis jemaat kepada Pantekosta Pos. Ditambahkannya, terkait dengan aset Gedung Gereja Pantekosta, dll, menurut AS, para majelis dan jemaat tidak ada niat dan ingin menguasai. Tetapi para majelis dan jemaat menginginkan agar aset-aset tersebut bisa dipakai beribadah dimana salama ini. Aset-aset tersebut sudah dipakai untuk tempat beribadah apalagi aset-aset tersebut secara hukum sudah menjadi milik YAYASAN SABDA ASIH PERSADA. Menyikapi atas terjadi pengangkatan dan pelantikkan gembala GPdI Hayam Wuruk Jogyakarta yang baru, Pantekosta Pos menghubungi Pdt Frans Setiady Manurung, Sekretaris MD-GPdI, Yogyakarta. Menjawab pertanyaan Pantekosta Pos, beliau mengatakan tidak dapat memberi jawaban.beliau oleh MP-GPdI sudah menyerahkan ke ketua MD GPdI Jogyakarta, Sementara Ketua MD GPdI Jogyakarta dihubungi Pantekosta Pos lewat telpon selularnya sampai berita ini diturunkan tidak dapat dihubungi. Sedangkan Majelis Pusat GPdI melalui Pdt Drs Johannes Hus Lumentah, STh, Sekretaris MP- GPdI, diminta tanggapan terkait dengan pindahnya 1200 umat GPdI ke GSPDI dan aset, beliau mengatakan “bahwa bait Allah sesungguhnya adalah Roh Allah yang tinggal di hidup Manusia itulah yang merupakan aset yang paling berharga dimata Tuhan, sebab aset aset-aset yang sifatnya bangunan tidak kekal. Disinggung terkait dengan aspirasi yang pernah disampaikan ke oleh umat GPdI Yogyakarta dan penggatian Gembala Jemaat, bahwa MP-GPdI hanya mengacu pada surat yang dikirim oleh Ketua MD GPdI Yogyakarta yang terkait dengan 4 Poin kemudian mengangkat dan melantik gembala baru dan selanjutnya berdasarkan surat MP GPdI bernomor 239/MP-GPdI/S.Per/VI-2020, prihal tanggapan sekaligus Perintah Majelis Pusat untuk MD-GPdI Jogyakarta melaksanakan Pelatikan”, ujar Sekum GPdI kepada Pantekosta Pos.

Ki-ka: Gedung GPdi Sosrowijayan, AS Majelis Jemaat & Pdt. Samuel Suwondo (Mantan Ketua MD GPdI Jogya)

Sementara itu Pdt Samuel Suwondo Mantan Ketua MD-GPdI Jogyakarta dimintai tanggapan atas kasus Umat GPdI Hayam Wuruk, Jogyakarta yang pindah ke GSPDI dan kekinian sudah masuk ranah hukum, beliau mengatakan sangat disayangkan dengan kejadian perpindahan ke GSPDI, jiwa-jiwa yang ribuan tersebut adalah aset GPdI dan aset kerajaan Sorga mencari satu jiwa itu sangat susah apalagi ribuan jiwa. Harapannya terkait dengan kasus ini yang sudah masuk ke area hukum kiranya dapat terselesaikan dengan baik”, kata Pdt Samuel kepada Pantekosta Pos dalam wawacara diruang kerjanya di Gedung GPdI Jogyakarta. (Tim Pantekosta Pos).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *