22 Pimpinan MD-GPdI Sepakat Tidak Akan Hadir Pada Acara 100 Tahun dan Mukernas GPdI Di Bali

Jakarta,Pantekostapos.com–Angka pasien yang tertular Covid 19 di Indonesia kian hari terus saja meningkat. Sebuah fakta memperlihatkan bahwa pemerintah belum dapat menghentikan penularan virus corona tersebut. Berdasarkan update data belum lama ini (Kamis, 22/1/2020) sudah mencapai 13.632, meninggal dunia 250 total 27453, sembuh, 8357 total 781, 147 kasus baru covid 19.

Adanya kenaikan angka kasus covid 19 tersebut maka jumlah total kasus covid secara nasional menjadi 965.283 orang terhitung sejak awal pengumuman pasien pertama 2 Maret 2020. Informasi ini adalah sebuah penjelasan yang disampaikan oleh Satuan Tugas Penanganan data yang diakses ke publik melalui situs Covid19.go.id dan Kemkes.go.id. Menyikapi kasus-kasus tertularnya virus covid 19 di berbagai daerah di Indonesia yang masih tinggi, dan merenggut ribuan nyawa manusia, serta menimbulkan rasa ketakutan banyak orang pada umumnya termasuk banyak pendeta GPdI yang meninggal dunia akibat korban keganasan virus corona 19.

“Maka inilah yang menjadi sebuah alasan dari 22 pemimpin GPdI se-Indonesia jelang perayaan selebrasi HUT ke-100 Tahun dan Mukernas GPdI 29-31 di Bali dan sudah menyurati pimpinan gereja dalam hal ini MP-GPdI yang bertujuan meminta untuk menunda terkait dengan akan digelarnya kegiatan akbar dan spektakuler acara HUT ke-100 Tahun dan Mukernas GPdI pada 29-31 Maret di Bali, dan bilamana MP-GPdI dan Panitia Nasional tetap menggelar acara tersebut, maka 23 Pimpinan Gereja (MD-GPdI) se-Indonesia menyatakan tidak akan hadir pada acara seremonial yang bersejarah tersebut,” Ungkap, Pdt Denny Tololiu, Salah satu Ketua Majelis Daerah-Gereja Pantekosta di Indonesia (MD-GPdI) Provinsi Gorontalo. Ditambahkanya bahwa bentuk keprihatinan dan permintaan penundaan acara HUT-100 Tahun tersebut suratnya sudah ia layangkan diikuti masing-masing pimpinan MPD-GPdI  menyampaikan surat yang sama kepada pimpinan MP-GPdI.

Pdt. Denny Tololiu, S.Th (Ketua MD GPdI, Provinsi Gorontalo)

Hal lain dikemukakan oleh Pdt Denny Tololiu S.Th, “Dengan adanya beberapa sahabat-sahabat/rekan-rekan sekerja Allah di GPdI yang sudah meninggal dunia akibat terkena keganasan virus covid 19 hal tersebut maka dalam beberapa bulan kedepan menunjukkan bahwa secara nasional GPdI masih berduka maka mari kita semua beri penghormatan dan rasa dukacita yang dalam terhadap keluarga-keluarga mereka yang ditinggalkan.” ujarnya.

Pdt. Dr. Ir. Frangky Mewengkeng, MA (Salah satu Pimpinan MD-GPdI Sulut)

Hal senada disampaikan oleh Pdt Dr. Ir Franky  Mewengkang, MA, Gembala Sidang Jemaat, GPdI Tombasian Atas, Kawangkoan-Minahasa, menyikapi kegiatan akbar GPdI yang akan digelar di Bali tersebut, di depan mata kita semua, penyebaran virus corana 19 terus mengancam yang berakibat angka positif corona dan angka kematian terus bertambah. Indonesia dalam keadaan daraut covid 19 maka usul sarannya sebaiknya acara itu ditunda sampai enam bulan kedepan, pasalnya diawal bulan Maret 2021 pemerintah terus akan memaksimalkan penyuntikan vaksin dengan sebuah harapan enam bulan kedepan penyebaran covid dipastikan akan menurus drastis. Harus juga dipertimbangkan, Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 01 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus 2019 (Covid-19) dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), dan terkait dengan disipilin protokol kesehatan Gubernur Bali telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 01 Tahun 2021 pada 6 Januari 2021, tentang Pelaksanaan,Kegiatan Masyarakat dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali,” jelas Franky salah satu pimpinan MD-GPdI Sulut.

Pdt. Drs. Johannis Hus Lumenta, S.Th (Sekum MP GPdI)

Sementara itu terkait dengan surat yang sudah dilayangkan beberapa pimpinan MD-GPdI se-Indonesia yang isi suratnya meminta penundaan soal waktu pelaksanaan HUT GPdI ke-100 dan Mukernas di Bali, pada 29-31 Maret 2021 Pantekosta Pos sudah menghubungi, Pdt J.H Lumenta, Sekretaris Umum, MP-GPdI, beliau mengatakan dan membenarkan bahwa surat-surat tersebut sudah diterima, dan akan memperhatikannya dan meneruskan tentu melalui rapat kepengurusan lengkap di Majelis Pusat GPdI,” Jelasnya. (Chemuel Watulingas).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *