300 Pendeta GPdI Jabar, Gelar Doa & Deklarasi Untuk Lodewijk Saerang Siap Maju Calon Ketua MD GPdI

Bogor,Pantekostapos.com,- Jelang musda Gereja Pantekosta di Indonesia Jawa Barat, salah satu calon ketua MD Jabar yang sudah menyatakan siap maju; Pendeta Dr. Lodewijk Saerang, M.Th, hadir dalam doa dan deklarasi di GPdI Tiberias Jalan Gereja Kota Bogor. Acara doa dan deklarasi yang diikuti oleh para Gembala-gembala Sidang/Pendeta GPdI se-Provinsi Jawa Barat diperkirakan 300 orang lebih ikut doa dan mengsukseskan acara deklarasi sambil menyatakan sikap akan mendukung dan memilih Lodewijk menjadi pemimpin (Ketua MD GPdI Jabar 2022-2027) pada acara perhelatan Musda GPdI Jabar 5-6 Juli 2022. Acara yang dikemas dalam keserdehanaan dan dipandu oleh Pendeta Yefta Kastanya dan Pendeta Inge Rorimpandey menjadi catatan penting dan bersejarah dalam perjalanan Pendeta Lodewijk Saerang untuk maju calon Ketua MD Jabar, menjadi orang nomor satu di GPdI Jawa Barat pasalnya, acara doa dan deklarasi tersebut sukses karena mayoritas Gembala-gembala senior ikut seperti; Pendeta R. Tim Kastanya, Pendeta Anton Lita, Pendeta Heski Rorong, Pendeta Meidy Saerang, Pendeta Oscar Kumolontang, Pendeta Jhony Assa, Pendeta Calvin, Pendeta Johan Rorong, Pendeta Leo Rorimpandey, Pendeta Prof Dr Karel Silitonga, Pendeta Dr FH Saerang, Pendeta Simatupang dan para Pendeta senior lainnya. Setelah acara dimulai Pendeta Prof. Dr Karel Silitonga langsung didaulat untuk menyampaikan pesan-pesan moral terkait majunya Pendeta Lodewijk sebagai pemimpin muda di Jawa Barat. “Saya sangat mengharapkan apabila nanti terjadi penutupan-penutupan gereja dan atau larangan-larangan Ibadah di Jawa Barat, kepada Calon Ketua MD-GPdI Jabar 2022-2027 yaitu Lodewijk, apabila terpilah nanti harus turun langsung lapangan bersama-sama dengan biro external untuk menyelesaikan masalah-masalah.

Pdt Lodewijk dan Istri didoakan oleh Pdt. Anton Lita

Sementara itu Pdt Oscar Kumolontang Gembala Sidang dari GPdI Kranggan Pondok Gede Jabar, menyentil Pendeta Lodewijk melalui kotbahnya pada acara doa dan deklarasi secara khusus berpesan, “apabila mendapatkan kepercayaan menjadi pemimpin di Jawa Barat kedepan, jadilah seorang pemimpin yang “rendah hati, lemah lembut agar dapat diterima oleh semua kalangan”, belajarlah dari Firman Allah dengan mencontoh pemimpin seperti Musa”, Ungkapnya dihadapan peserta doa dan deklarasi. Hal senada disampaikan Pendeta Anton Lita kepada peserta doa dan deklarasi sekedar mengingatkan bahwa 60 persen Pendeta-Pendeta GPdI di Jawa Barat adalah perintisan untuk itu, Ketua MD GPdI Jawa Barat terpilih dimusda nanti untuk periode 2022-2027, harus dapat memberikan bantuan dana, disamping itu kwalitas gembala-gembala dalam hal belajar dan mendalami Firman Allah dalam rangka peningkatan SD, serta persekutuan gembala-gembala harus ditingkatkan. Ketika ditanya oleh Pendeta Anton Lita siapa yang bisa menjawab dan melaksanakan hal-hal yang disampaikan Pendeta Anton, secara spontan para pendukung menjawab hanya Pendeta Lodewijk atau Sahabat Lodewijk Menang (SHALOM).

Pada acara sesi akhir acara Pendeta Lodewijk menampil profilnya melalui layar monitor yang ditonton 300 gembala Jawa Barat dan secara langsung mendengarkan pemaparan visi dan misi untuk Jawa Barat kedepan yaitu dengan pencanangan PKK: Persekutuan Kesejahteraan dan Kwalitas GPdI Jawa Barat melalui kemimimpinan Pendeta Lodewijk nanti akan berubah menjadi Jawa Berkat, ditambahkannya MD GPdI kedepan akan menjadi Bapak dan Teman dari gembala-gembala GPdI SE-Jawa Barat”, Ungkap Lodewijk Calon Ketua MD. Tidak ketinggalan seorang Tokoh GPdI dan senior di Jawa Barat yang sudah berusia 90 tahun lebih Pendeta Rorong (Sukamandi), meskipun tidak hadir pada acara doa dan deklarasi, Namum Opa Rorong bisa berbicara melalui video call dengan pesannya “Sosok Pendeta Lodewijk adalah seorang Calon pemimpin yang masi muda patut diperhitungkan dan didukung untuk menjadi Ketua MD GPdI Jabar, beliau tahu menghormati orang tua”, ujar Pendeta Johan Rorong. Akhir acara doa dan deklarasi para pendukung Lodewijk Saerang menolak untuk Money Politik sebagaimana para Gembala-gembala datang dengan biaya perjalanan sendiri-sendiri kembali ke tempat pelayanan masing-masingpun dengan dengan fasilitas dan biaya sendiri. Shaloom Bless (Jootje T/Chemuel E/Hesky W).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *