Mon. Apr 22nd, 2019

Banyak Orang Tidak Peka pada Kekuatan Doa

JAKARTA, Pantekostapos.com — Semua orang percaya (baca: orang Nasrani) percaya sama kekuatan doa. Bahkan dalam Alkitab pun ada kesaksian yang menyatakan kekuatan doa. Namun demikian, mengapa banyak orang percaya tidak peka pada kekuatan doa, padahal ia mengetahui bahwa di dalam doa ada kekuatan dari Tuhan? Mari kita lihat apa kekuatan doa itu?

Pertama-tama, mari kita memahami terlebih dahulu apa itu doa? Doa adalah media komunikasi. Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita pasti saling berkomunikasi satu sama lain dengan menggunakan bahasa lisan.

Bahasa lisan adalah alat komunikasi tertua dalam sejarah kehidupan manusia. Dalam perkembangan sejarah, manusia makin cerdas. Ini terbukti dengan ditemukannya bahasa simbol berupa gambar-gambar untuk menunjukkan eksistensi kelompok manusia tertentu agar menjadi penanda bagi kelompok manusia yang lain.

Perkembangan bahasa simbol makin disederhanakan manusia mengingat sisi kepraktisan dan makin berkembangnya kecerdasan otak manusia. Karena itu, manusia mampu menciptakan bahasa simbol yang kita sebut abjad atau huruf. Dari sinilah lahir bahasa tulisan.

Bahasa tulisan menjadi media lain menggambarkan bahasa lisan sebagai alat komunikasi. Melalui bahasa tulisan inilah, manusia yang satu dapat menyampaikan pesan dan pikirannya kepada manusia yang lain sebagai media komunikasi.

Bicara soal media komunikasi, lalu apa kaitannya dengan doa? Doa juga adalah media komunikasi tertua bersamaan dengan bahasa lisan. Allah menciptakan manusia segambar dengan diri-Nya agar Allah dan manusia dapat berkomunikasi dengan baik dan benar. Karena itu, bahasa menjadi media komunikasi antara Allah dan manusia.

Pada awal manusia diciptakan, Adam dan Hawa, semuanya (Allah dan manusia) akrab berkomunikasi. Namun, ketika manusia jatuh ke dalam dosa, manusia menjadi keliru berkomunikasi (miscommunication) akibat dosa. Sejak saat itu, manusia makin lama makin miscommunication, sehingga manusia makin tidak memahami dan mengenal Allah.

Yang dapat memperbaiki hubungan manusia dan Allah (miscommunication tersebut) adalah Allah sendiri. Sehebat apapun upaya dan usaha manusia, itu tidak akan pernah bisa. Karena itu, Allah turun ke bumi menjadi manusia bernama Yesus, anak dari dara Maria, agar hubungan Allah dan manusia dapat diperbaiki. Yesuslah yang menjadi perantara (mediator) yang memediasi hubungan komunikasi antara Allah dan manusia.

Yesus (Anak Allah) mengajarkan kepada murid-murid-Nya (manusia) apa yang sekarang kita kenal sebagai Doa Bapa Kami. Doa yang diajarkan Yesus ini adalah doa sebagai media komunikasi yang sangat efektif dan memiliki kekuatan dan kuasa. Mengapa? Karena Doa Bapa Kami adalah doa yang benar seturut kehendak Allah.

Karena itu, kita perlu memahami Doa Bapa Kami agar kita memahami kehendak Bapa. Doa Bapa Kami seharusnya menginspirasi doa-doa kita. Setidaknya, ada empat hal utama yang perlu kita ingat dalam berdoa:

Doa kita selaras dengan kehendak TUHAN.
Kita merendahkan diri di hadapan TUHAN dengan mengakui kekurangan dan kelemahan kita.
Kita memperhatikan kebutuhan sesama.
Kita bersyukur kepada TUHAN.

Keempat hal inilah ada dalam Doa Bapa Kami. Karena itu, doa seperti ini memiliki kekuatan dan kuasa. Doa orang benar besar kuasanya. Ya, doa orang benar memiliki kekuatan dan kuasa karena mengandung keempat hal tersebut. Banyak orang tidak peka memperhatikan keempat hal tersebut ketika berdoa.

Yesus Kristus sudah memberikan teladan kepada kita dalam berdoa dengan Doa Bapa Kami. Kekuatan doa bukan pada doa itu sendiri maupun pada diri kita, tetapi pada Kuasa TUHAN. Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan berdoalah kepada TUHAN.

Penulis: Boy Tonggor Siahaan
Facebook Page: Boy Tonggor Siahaan
Twitter: @Siahaan_Boy
Instagram: @boytonggorsiahaan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *