DOA BAGI BANGSA “TAHTANYA”AKAN DIGELAR 24 JAM SELAMA 40 HARI

Jakarta,Pantekostapos.com,-Memasuki tahun 2020, kita semua telah dikejutkan oleh berita Covid19 yang melanda diseluruh dunia, seluruh aktifitas di dunia seakan berhenti, khususnya di Indonesia, sejak bulan Maret 2020 sampai awal Juni, seluruh aktifitas dibatasi dan bahkan diberlakukannya PSBB, membuat setiap orang melakukan kegiatannya semua dari rumah. Apa yang terjadi, bukan saja banyak orang sakit, mengalami kematian, tetapi telah memberikan dampak yang begitu besar bagi kehidupan manusia, ekonomi mengalami perlambatan dan terancam resesi, terjadinya gelombang pemutusan hubungan kerja besar-besaran, kemiskinan yang mendera, belum lagi terjadinya perubahan system di dunia pendidikan, kegiatan peribadatanpun hanya bisa dilakukan di rumah, bahkan dalam sejarah kekristenan ini kali pertama dimana orang percaya diseluruh dunia melakukan ibadah dan perayaan paskah di rumah masing-masing. Situasi Covid ini telah membawa manusia memasuki New Normal, sebuah era yang benar-benar telah merubah berbagai pola kegiatan manusia, setiap orang hanya bisa bertemu secara On Line. Manusia dipaksa untuk memasuki perubahan dan ini telah mendatangkan kegoncangan yang sangat luar biasa.

Ditengah-tengah berbagai kegoncangan yang terjadi, Jaringan Doa Nasional terus menerus melakukan panggilannya untuk menggerakan doa dalam kesatuan, sebut saja acara Arise and Shine (selama 7 kali) yang dilakukan melalui media Zoom dan dipancar-siarkan melalui live streaming, dan terus bergulir di kota-kota, doa puasa saat memperingati kematian Tuhan Yesus hingga kebangkitan, MDK Nasional berdoa setiap pagi selama 40 hari, dan kemudian hingga saat ini berbagai kota terus mengupayakan doa-doa diwilayah mereka ada doa berantai, ada doa pagi setiap hari seperti yang dilakukan di wilayah Sulawesi dan DKI dan lain sebagainya.

Saat ini Covid tidak kunjung berlalu, vaksin juga belum ditemukan, namun kehidupan terus bergerak, ekonomi harus kembali ditata, yang patut kita renungkan adalah “Apa yang Tuhan mau kerjakan di Era New Normal ini?, bagaimana gereja memasukinya. Oleh sebab itu, ini saatnya kita tidak lagi fokus kepada Covid19, justru ini waktu yang tepat untuk kita menghadirkan Takhta-Nya sebagai pusat perhatian melalui penyembahan, doa, dan syafaat kita 24 jam selama 40 hari, bersama-sama melepaskan penyembahan, pujian suara kita sehingga Takhta Tuhan itu hadir di Indonesia. Yesaya 66:1 “Beginilah firman TUHAN: Langit adalah takhta-Ku dan bumi adalah tumpuan kaki-Ku; rumah apakah yang akan kamu dirikan bagi-Ku, dan tempat apakah yang akan menjadi perhentian-Ku?” Lewat acara Takhta-Nya 24/40, kita merindukan bahwa suara penyembahan yang kita bawa di hadapan Tuhan mewakili kelompok, keluarga, denominasi, suku, generasi, bahasa yang dilepaskan bersama selama 40 hari itu menjadi sebuah lagu baru yang dinyanyikan dari ujung bumi. Artinya seluruh Komponen tubuh Kristus bersama-sama, “Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN dan pujilah Dia dari ujung bumi! Baiklah laut bergemuruh serta segala isinya dan pulau-pulau dengan segala penduduknya (Yesaya 42:10)” Penyembahan 24/40 akan dilakukan tanggal 8 Juli – 17 Agustus 2020 bersamaan dengan saat dimana Indonesia akan merayakan kemerdekaan yang ke-75. Ini bukan sekedar sebuah event biasa, tapi sebuah panggilan kudus bagi setiap dari anak-anak Tuhan, keluarga, gereja lokal, pelayanan, rumah-rumah doa, dan semua suku-suku di Indonesia untuk menanggapi sebagai sebuah Keluarga Indonesia (Indonesian Family) yang sudah disiapkan Tuhan untuk waktu seperti ini (Ester 4:14). Bagaikan Maria yang memecahkan buli-buli Narwastu (Yoh 12:3), memberikan korban yang terbaik yang bisa diberikan di kaki Tuhan, penyembahan 24/40 adalah sebuah ukupan (incense) yang bau harumnya seperti wangi-wangian (perfume) yang akan semerbak di seluruh Nusantara, dari Papua sampai Aceh, dari Miangas sampai pulau Rote. Sebuah awal normal yang baru yang dikehendaki Surga, menjadi penyembah-penyembah dalam roh dan kebenaran, sesuatu yang selalu menjadi kerinduan hati Bapa (Yoh 4:24). Pesan yang hendak disuarakan melalui suara ini adalah umatNya kembali hidup dalam Keintiman/Intimacy (Maz 27:4), percaya pada Pertolongan Tuhan/Grace (Ibr 4:16), Tuhan akan menyatakan isi hatiNya atau memberi Pewahyuan/Revelation (Kel 25:21-22), bahwa Tuhan lah yang memilliki Otoritas (Authority). Acara yang dilakukan selama 24 jam 40 hari ini, akan di bagi dengan 12 Segmen setiap hari, dan setiap segmen 2 Jam, dimulai dari jam 00.00 Untuk menjadi bagian dari gerakan 24/40 ini, melalui perwakilan JDN (Jaringan Doa Nasional) yang ada di 17 Wilayah Regional, di Sekota dan juga Kategorial Jaringan Doa Nasional (Wanita, Pemuda dan Anak). Secara tekhnis, gerakan ini dilakukan oleh anak-anak muda, karena kitapun meyakini bahwa ini waktu kebangkitan generasi. Mari terlibat dan ambil bagian bersama-sama, karena Tuhan bertahta diatas pujian UmatNya. ant

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *