Geger! Beredar Foto Mesra Petinggi GPdI “Kita Kencan Seru Bangets”

Kota Tangerang, Pantekostapos.com,- Baru–baru ini ada foto selfi mesra pasangan hamba Tuhan (gembala jemaat) berbeda jenis kelamin yang usianya sudah di atas 60, beredar di group Whatsapp (WA) hamba – hamba Tuhan Gereja yang menjunjung tinggi PENGURAPAN dan KEKUDUSAN yaitu di Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Banten.

Foto yang beredar dengan caption “Foto mesra ini tahun 2020 tanggal 13 desember…kita kencan seru bangets di mobil teroris,”, ditengarai dikirim langsung oleh Wanita setengah baya yang ada di dalam foto ini, berinisial pendeta PP (gembala jemaat), yang juga duduk sebagai penasehat GPdI Banten.

Sebagai informasi kedua hamba Tuhan yang berlainan jenis kelamin yang ada di foto saat ini berstatus Duda (ditinggal mati) dan Janda (ditinggal mati). Kontan saja, foto ini “menggegerkan” hamba–hamba Tuhan Banten diberbagai grup Whatshapp yang ada di kalangan GPdI. Pada Whatshapp tersebut terlihat pria pendeta berinisial (HS) yang ada di dalam foto itu merupakan salah satu Pimpinan Gereja (Majelis Pusat) GPdI, yang menjabat Ketua Departemen Pengembalaan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia dan Ibu Pendeta PP.

Dipantau media ini, banyak hamba Tuhan GPdI tidak mempermasalahkan hubungan keduanya karena sama-sama bebas alias tidak memiliki keterikatan pasangan rumah tangga. Tetapi menjadi pertanyaan dari banyak hamba Tuhan, bahkan sudah ada yang coba menebak-nebak tempat kedua hamba Tuhan itu mengambil gambar (Foto) Selfi.

Setelah diperhatikan dengan baik oleh media ini, tempat pengambilan gambar (foto selfie) ini diduga bukan di tempat yang umum alias ada di sebuah tempat/ruangan yang bersifat privat. Pasalnya di dalam foto itu ada sebuah gambar yang menjadi petunjuk arah, biasanya itu digunakan umat non Kristen menjadi patokan untuk sembahyang.

Lewat foto itu, beberapa hamba Tuhan GPdI mulai berasumsi dan bahkan menduga dengan liar serta melahirkan komplain soal hidup kudus seorang hamba Tuhan GPdI, apalagi pimpinan di GPdI, yang saat ini bertugas sebagai gembala jemaat di Luwuk.

Padahal pendeta HS ditugaskan (menjadi gembala) di Luwuk menggantikan hamba Tuhan yang diindikasikan, diduga hidup tidak kudus. Melihat cerita ini tepatlah bila disebut “Jeruk ko Makan Jeruk”. Pasalnya pendeta HS sendiri hamba Tuhan GPdI yang diduga melanggar kekudusan—bila melihat dari foto selfi yang beredar.

Sebagai informasi, pendeta yang juga gembala jemaat berinisial PM ini mengirim pesan lewat WA ke media ini, yang intinya mengakui awal mula foto itu benar dikirimnya di group WA GPdI Banten“…Kasihan Om (HS) dia tidak tahu apa – apa krn foto itu belum terkirim, SAYA MAU MOHON MAAF KPD JAJARAN MP SUDAH BIKIN CERITA SENDIRI dari FOTO ramai-ramai yang saya crop jadi berdua (HS). (HS) sudah bertahun–tahun di Sulawesi dan tidak pernah ketemu selama pandemi,”demikian kutipan WA yang dikirim pendeta PM.

Pendeta PM melanjutkan pesan WA nya. “Saya semalam sekitar jam 12 malam saya ketiduran dan HP jatuh ke badan tanpa sengaja foto yang saya bikin candaan bukan terkirim ke Om (HS) malah terkirim ke group pendeta GPdI Banten. Saya langsung hapus foto itu beberapa menit saja setelah (BM) telepon – telepon saya sampai terbangun dan segera WA,”

Sampai saat ini Pantekosta Pos masih mendapatkan bocoran sebuah pesan WA dari pendeta PP  yang isinya mengakui dialah yang memposting FOTO MESRA dirinya dengan pendeta HM. “Selamat siang bapak Ketua MD Banten dan jajaran nya SAYA MOHON MAAF SEBESAR BESAR NYA ATAS KETELEDORAN SAYA YANG SALAH KIRIM KEPADA GROUP BANTEN dimana keteledoran saya salah kirim foto pribadi dan pembicaraan pribadi saya yang  sekarang telah menjadi pembicaraan umum setelah di viralkan…”, demikian kutipan WA yang dikirim pendeta PP.

Media ini juga menghubungi pendeta yang ada di foto yang berinisial HS, untuk mengkonfirmasi beberapa pertanyaan. Diantaranya, untuk menanyakan kebenaran foto selfie mesranya Bersama pendeta PM yang beredar atau tidak? Juga tentu tempat foto itu diduga di sebuah kamar hotel, benar atau tidak?

Tapi telepon media ini menggunakan nomor 08783905.… yang menghubungi milik HS di 0812-1391….tidak mendapatkan tanggapan.  Media ini berusaha mengirim pesan WA ke nomor pendeta HS, tetap saja tidak mendapatkan tanggapan sampai berita ini diturunkan.

Bila satu waktu pendeta HS memberikan konfirmasi atau tanggapan, media ini akan berusaha untuk menerbitkannya demi keseimbangan berita. (TIM PANPOS).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *