GPdI AKAN GELAR MUBESLUB DI MANADO, KAWAL DRAFT ART BARU
Pdt. Dr. Chemuel Watulingas, SH., M.Th., CSM (Pengamat GPdI)
DIRILIS WARTAWAN PANTEKOSTA POS : Pdt. Dr. Chemuel Watulingas, SH., M.Th., CSM
Sorotan: Persyaratan Calon Ketua Umum MP-GPdI dalam Draft ART Baru

Manado, Sulawesi Utara, PANTEKOSTA POS— Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) akan menggelar perhelatan akbar Musyawarah Besar Luar Biasa (MUBESLUB) pada 8–10 September 2025 di Kota Manado, Sulawesi Utara. Acara besar ini akan dipusatkan di GPdI Jalan Sam Ratulangi, Manado, dan akan dihadiri oleh peserta resmi KSB Majelis Daerah (MD) GPdI dari seluruh Indonesia dan luar negeri.

MUBESLUB ini dipandang sebagai momentum bersejarah dalam perjalanan organisasi GPdI, sebab akan membahas berbagai agenda penting yang berkaitan dengan masa depan gereja, termasuk penentuan syarat calon Ketua Umum Majelis Pusat (MP) GPdI.

Menurut salah satu Sekretaris Daerah GPdI yang turut hadir dalam Musyawarah Pimpinan (Muspim) di Bali beberapa waktu lalu—namun meminta namanya tidak dipublikasikan—salah satu sorotan menarik dalam MUBESLUB Manado nanti adalah rumusan draft ART (Anggaran Rumah Tangga) GPdI terbaru, khususnya yang mengatur persyaratan bagi calon Ketua Umum MP-GPdI.
DRAFT ART GPdI MENUJU MUBESLUB MANADO
Berdasarkan informasi yang beredar, berikut adalah ISI DRAFT PERSYARATAN YANG MENJADI PERHATIAN UTAMA MENJELANG MUBESLUB:
- CALON KETUA UMUM MP SEKURANG-KURANGNYA 2 (DUA) PERIODE ATAU PERNAH MENJADI PENGURUS MP 1 (SATU) PERIODE, SERTA MEMILIKI PENGALAMAN SEBAGAI KETUA MD.
- CALON KETUA UMUM MP TELAH MELAYANI SEBAGAI GEMBALA JEMAAT SEKURANG-KURANGNYA 25 TAHUN.
- CALON KETUA UMUM MP ADALAH PENDETA YANG SEDANG MELAYANI PEKERJAAN TUHAN SEBAGAI GEMBALA JEMAAT DENGAN SETIA, TERPUJI, PENUH ROH KUDUS DAN HIKMAT, SERTA TELAH DILANTIK SEBAGAI PENDETA SEKURANG-KURANGNYA 20 (DUA PULUH) TAHUN.
Sementara itu, untuk persyaratan anggota MP-GPdI, draft ART menyebutkan bahwa:
Pendeta yang sedang mengerjakan pekerjaan Tuhan sebagai Gembala Jemaat dengan setia, terpuji, penuh Roh Kudus dan hikmat, dan telah dilantik sebagai Pendeta sekurang-kurangnya 10 tahun.
Dan telah pengalaman dalam organisasi GPdI sekurang-kurangnya 1 (satu) periode sebagai pengurus di tingkat Majelis Daerah.
DINAMIKA ORGANISASI GPdI
Draft persyaratan ini menegaskan bahwa GPdI ingin memastikan hanya pemimpin yang benar-benar matang secara rohani, berpengalaman dalam pelayanan, dan memiliki rekam jejak organisasi yang solid, yang dapat memimpin Majelis Pusat di masa mendatang.
Sejumlah pihak menilai, rumusan ini adalah upaya positif untuk menjaga kualitas kepemimpinan GPdI. Namun demikian, tidak sedikit pula yang menilai bahwa persyaratan tersebut cukup ketat sehingga mempersempit peluang kandidat baru dari kalangan muda untuk tampil di level nasional.
“Ini adalah bentuk tanggung jawab organisasi agar tongkat estafet kepemimpinan benar-benar jatuh kepada hamba Tuhan yang berpengalaman, teruji, dan tetap aktif menggembalakan jemaat,” ujar sumber yang hadir dalam Muspim Bali.
HARAPAN DARI MUBESLUB
Selain membahas persyaratan calon Ketua Umum dan anggota MP, MUBESLUB juga diharapkan menjadi forum konsolidasi pelayanan yang mampu menyatukan visi dan langkah GPdI di tengah tantangan zaman. Dengan kehadiran peserta dari seluruh Indonesia dan luar negeri, acara ini diprediksi akan menjadi ajang besar untuk menguatkan persatuan tubuh Kristus.

“GPdI harus terus maju sebagai gereja yang misioner, penuh kasih, dan relevan dengan perkembangan zaman, tanpa kehilangan dasar iman yang sejati,” tambah salah seorang pengurus MD asal Sulawesi Utara.
Dengan lokasi penyelenggaraan di Manado—yang dikenal sebagai kota toleransi dan pusat pertumbuhan kekristenan di Indonesia Timur—MUBESLUB 2025 diyakini akan menjadi sejarah penting dalam perjalanan GPdI menuju masa depan yang lebih solid dan berdampak.
Acara ini tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga sebuah momentum rohani, di mana seluruh peserta akan diajak berdoa, memuji, dan mencari kehendak Tuhan untuk GPdI ke depan.

Menurut Pendeta HS Gultom (Ketua MPR), “GPdI telah berusia seabad dalam karya pelayanannya di Indonesia. MUBESLUB 2025 di Manado akan menjadi salah satu tonggak penting yang akan menentukan arah perjalanan organisasi di masa depan, khususnya dalam menentukan syarat-syarat kepemimpinan di tingkat nasional” Ungkapnya.
Sementara itu pengamat GPdI, Pdt Dr. Chemuel Watulingas, SH., M.Th., CSM meningimgau dan memberikan masukan kepada seluruh warga GPdI dan Stekaholder GPdI menuju Mubeslub GPdI 2025 di Manado mari kita kawal Draft Art baru GPdI, dan dengan semangat persatuan, doa, dan hikmat dari Roh Kudus, seluruh peserta diharapkan mampu mengambil keputusan terbaik demi kemajuan pelayanan GPdI, bukan hanya di Indonesia tetapi juga dalam pelayanan global.
