Fri. Nov 22nd, 2019

GPdI Banten Gelar Seminar Akhir Zaman dan Leadership (Doktrin GPdI Penunggang Kuda Putih digambarkan Sebagai Yesus)

Jajaran Pimpinan MD GPdI Banten

Pembicara seminar: Pdt. Noch Mandey (Tengah) dan Pdt. Matius Rudi Tulenan (kiri)

BANTEN,Pantekostapos.com,-Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Provinsi Banten, menggelar kegiatan seminar sehari bertajuk Leadership  dan Eskatologi (Akhir Zaman) dengan menghadirkan dua orang pembicara yaitu : Pdt. DR. Noch Mandey, STh,MTh (Bendahara Majelis Pusat GPdI) dan Pdt Matius Tulenan (Gembala Sidang GPdI Karawang Jabar).  Kegiatan Seminar tersebut diadakan di Gedung GPdI Tanah Tinggi Kota Tangerang Banten, dan dihadiri 200 Orang peserta hamba-hamba Tuhan  GPdI se-Provinsi Banten.

Suasana seminar

Terlaksananya seminar sehari ini, menurut  Sekretaris Majelis Daerah GPdI Banten, Pdt Deny Oping, MTh, bahwa seminar tersebut merupakan program kerja Majelis Daerah GPdI Banten Tahun 2019 dengan melibatkan dan kerjasama hamba-hamba Tuhan GPdI se-Banten yang bertujuan membekali dan  mendalami para peserta seminar melalui ilmu Alkitab  seiring perkembangan zaman dan kemajuan teknologi di era milenia dan post modern.

Pada sesi bagian pertama seminar, Pdt. DR Noch Mandey, memberikan pemaparan mengenai persyaratan-persyaratan seorang pemimpin gereja yang terkait. Pertama; kekuasaan dimana seorang pemimpin harus memilki kekuatan, otoritas dan  legalitas untuk mempengaruhi dan menggerakkan bawahannya. Kedua, Kewibawaan, seorang pemimpin harus memiliki kelebihan, keunggulan, keutamaan agar ia mampu mengatur orang lain untuk melakukan perbuatan-perbuatan tertentu. Ketiga, Kemampuan yang mencakup seorang pemimpin harus memiliki daya, kekuatan, kecakapan, teknis dan sosial yang melampaui bawahannya.

Hal lain yang menjadi penekanan pemakalah adalah menyangkut : 1. Be Polite (Yaitu sopan santun dalam berbicara, berpakaian, sikap dan tingkah laku).2. Be Friendly (Sikap bersahabat dengan anggota kelompoknya maupun orang luar).3. Be Honest (Bersikap jujur dalam memberi keterangan-keterangan baik kepada bawahannya maupun kepada masyarakat luar).4. Be Sincere (Bersungguh-sungguh dalam bekerja dan dalam membawa diri selain juga diperlukan sikap humor yang segar).

Pada bagian akhir seminar Leadership yang dipaparkan oleh Pdt Noch Mandey mengingatkan kepada semua peserta seminar, jangan lupa kita semua mendapat kepercayaan dari Tuhan sebagai pemimpin Rohani dan sebagai seorang pemimpin didalam gereja yang di dalamnya ada sebuah organisasi kita juga harus dapat melibatkan jemaat untuk dapat mengelola keuangan dengan baik karena pemimpin yang melibatkan jemaat dalam mengelola keuangan untuk kebaikan pasti gerejanya akan terlihat gereja baik dan pasti diberkati Tuhan.  “Dan bilamana seorang pemimpin ingin pelayanan diberkati pasti pemimpin tersebut selalu taat mengembalikan miliknya Tuhan,”.

Jajaran Pimpinan MD GPdI Banten

Sementara itu pemakala kedua Pdt. Matius Rudi Tulenan, MTh, mengawali, pemaparan bahwa Seminar Eskatologi (Akhir Zaman) ini bertujuan untuk mendewasakan jemaat, memberikan pemahaman kepada jemaat agar jemaat  dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah, setia melayani Tuhan, dan bahwa mereka melayani Tuhan ada mahkota yang mereka dapat. Selanjutnya pemakala memulai dengan membicarakan bahwa untuk mempelajari eskatologi  atau kitab wahyu didalamnya terdapat penjelasan tentang konsep Alkitab mengenai Minggu Penciptaan (ada 7 hari) dan Minggu Penebusan (ada 7 hari).

Pdt.Voudy

Minggu Penciptaan  berbicara tentang sejarah yang masih bersifat rahasia pada waktu itu atau tidak bisa diketahui. Kemudian nanti Allah membuka dan memberitahukan kepada Musa dan Musa kemudian memberi tahu kepada kita melalui 5 kitabnya yaitu Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, Ulangan dan Alkitab yang kit abaca dan pelajari setiap hari. Dalam minggu penciptaan tersebut berbicara tentang  Allah menciptakan alam semesta dan semua yang hidup (Baca Kejadian Pasal 1) dan pada hari ketujuh Allah berhenti menciptakan segala sesuatu dan Allah memberkati semua ciptaaanNya itu. Pola atau standardnya Allah melalui penciptaan ini dengan jelas Alkitab  menyatakan dimana mulai hari pertama sampai hari ke enam diberkati Tuhan, maka pola atau standarnya Allah ini diijinkan oleh Allah kepada  kita untuk dapat jadikan contoh didalam jemaat (Gereja Lokal) kita masing-masing untuk dapat dipahami bilamana pada hari senin sampai hari sabtu kita harus memberkati kemudian pada hari ketujuh (hari minggu) kita harus berhenti dari semua kegiatan-kegiatan kita dan dapat menggunakan hari tersebut untuk kegiatan-kegiatan beribadah yang bertujuan menyenangkan hati Tuhan. Minggu Penebusan (ada 7 hari). Pada bagian selanjutnya pemakala memberikan penjelasan ketika Allah menciptakan manusia itu melalui pola atau standarnya Allah sendiri, sebagaimana Allah terdiri dari Bapa, Anak dan Roh, maka demikian juga ciptaan Allah mengenai manusia yaitu terdiri dari Tubuh, Jiwa dan Roh. Maka Allah menciptakan satu tempat dan tempatnya ini adalah tempatnya Allah dan tempatnya Manusia yaitu Bumi, Taman dan Eden. Kemudian Allah menempatkan manusia kesatu tempat namanya Eden. Kenapa Allah tempatkan di Eden Karena di Eden ada hadiratnya Tuhan dan binatang-binatang Allah menempatkan di Taman kenapa Allah tidak menempatkan binatang-binatang di Eden karena hanya manusia yang punya roh yaitu Adan dan Hawa tempatnya di Eden sedangkan binatang tidak punya roh binatang hanya punya tubuh dan jiwa. “Di eden ada hadirat Allah tidak ada tembok pemisah itu sebabnya Allah senang selalu datang kepada manusia karena di eden ada hadiratnya” ujar Pdt Matius Gembala GPdI Bojong Karawang Jawa Barat.

          Hal yang lebih penting jika kita ingin memahami lebih jauh tentang kronologis eskatologi (akhir zaman), kita tidak boleh lupa untuk memahami tentang 3 zaman yang dimulai sejak manusia jatuh dalam dosa dan waktu mulai dihitung. 3 Zaman dimaksud adalah Zaman Bapa (Adam–Abraham) Zaman Anak (Abraham-Yesus) Zaman Roh (Peristiwa Kamar Loteng Yerusalem – sampai sekarang). Inilah Pemahaman menurut pengajaran peta zaman Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) yang mengaju pada pengajaran bapak gereja pantekosta Rev WH.

Oviler sebagai peledak dasar garis-garis waktu untuk penggenapan nubuatan-nubuatan alkitab.   Di hadapan ratusan hamba-hamba Tuhan GPdI se Banten, Pdt Matius memaparkan bahwa apa yang ia pelajari dan ketahui lewat penelitiaannya melalui  beberapa sejarah dan alkitab hal yang tidak berbeda jauh dengan bapa gereja Rev. WH. Oviler terkait dengan zaman roh menurut Pdt Matius bahwa, zaman roh diperkirakan dimulai kurang lebih tahun 35-45 Masehi. Maka jika mengacu pada perhitungan dimaksud  dengan demikian zaman roh akan berakhir diperkirakan kurang lebih pada tahun 2035-2040 ini bukan bearti Yesus datang. Akhir dari pemaparan pemakala kedua Pdt Matius Rudi Tulenan dihadapan para hamba-hamba Tuhan GPdI sangat mengharapkan apa yang sudah dipaparkan sekiranya dapat dipahami dan diterima dengan baik dan dipegang sebagai doktrin GPdI.

Peta Zaman Menurut Doktrin GPdI

Salah satu peserta seminar yang hadir Pdt. Voudy Mokoagow, Gembala GPdI Serafim Banjar Wijaya Tangerang Banten, menyambut rasa syukur atas terlaksananya seminar ini, karena melalui seminar sehari GPdI Banten hal ini merupakan satu pencapaian yang luar biasa dari Majelis Daerah GPdI Banten yang telah membekali hamba-hamba Tuhan GPdI Banten dalam hal kepemimpinan yan benar menurut Alkitab. Kemudian dapat membekali hamba-hamba Tuhan melalui penyegaran dan penguatan kembali pemahaman menyangkut Doktrin GPdI tentang eskatologi (akhir zaman). Chwat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *