GUBERNUR SULUT OLLY DONDOKAMBEY, SE, MELANTIK KEPENGURUSAN BARU FKUB SULUT PERIODE 2021-2026

Gubernur Sulut, Olly Dondokambey Melantik Kepengurusan FKUB Sulut Periode 2021-2026

Manado,Pantekostapos.com,-Bangsa Indonesia ditakdirkan menjadi sebuah bangsa yang corak penduduknya plural (majemuk) baik yang bersifat horizontal maupun vertical. Kemajemukan bangsa Indonesia bukanlah realitas yang baru terbentuk. Kemajemukan etnis, budaya, Bahasa dan agama merupakan realitas yang sudah berlangsung lama. Penduduk Indonesia tersebar di pulau-pulau dengan komposisi yang tidak merata. Kemajemukan menjadi himpunan kekuatan bangsa dalam menumbuhkan semangat nasionalisme. Kemajemukan telah menjadi slogan kesatuan bangsa, yakni ‘Bhineka Tunggal Ika’ (berbeda-beda tetapi tetap satu). Bangsa Indonesia yang pluralistik dan multikulturalistik dengan penduduk dari pelbagai etnis, bahasa, dengan letak geografis antardaerah yang luas dan dipisahkan oleh ribuan pulau, serta keanekaragaman agama yang mempunyai kecenderungan kuat terhadap identitas agama masing-masing, sangat berpotensi lahirnya konflik.

Oleh karena itu, untuk mewujudkan kerukunan hidup antarumat beragama yang sejati, harus tercipta satu konsep hidup bernegara yang mengikat semua anggota kelompok sosial yang berbeda agama untuk menghindari terjadinya konflik antarumat beragama. Pancasila sebagai dasar falsafah negara merupakan model ideal pluralisme ala Indonesia. Pancasila adalah hasil perpaduan dari keberhasilan para ‘pendiri bangsa’ yang berpandangan toleran dan terbuka dalam beragama serta perwujudan nilai-nilai kearifan lokal, adat, dan budaya warisan nenek moyang. Sebagai ideologi negara, Pancasila seakan menegaskan bahwa Indonesia bukan negara agama, tetapi juga bukan negara sekuler. Ia merupakan konsep ideal untuk menciptakan kerukunan aktif dimana anggota masyarakat bisa hidup rukun di atas azas kesepahaman pemikiran. Harus diakui bahwa keberadaan Pancasila menjadi kalimah sawa’ bagi masyarakat Indonesia. Hal ini dipertegas dengan jaminan kebebasan beragama bagi seluruh warga negara dan untuk beribadah menurut agama dan kepercayaannya sebagaimana tercantum dalam UUD 1945. Sejak zaman Orde Baru, pemerintah telah berupaya merumuskan regulasi yang mengatur pola kerukunan umat beragama. Mukti Ali, ketika menjadi Menteri Agama RI pada masa Orde Baru, telah membangun landasan teoritik kerukunan umat beragama di Indonesia dengan mengajukan konsep agree in disagree. Pada masa Mukti Ali inilah konsep “Kerukunan Hidup Beragama”, menjadi regulasi yang jelas dan terarah. Semasa kepemimpinannya, Mukti Ali mampu memainkan perannya dalam reorientasi politis kebijakan Departemen Agama dengan dengan membangkitkan hidup beragama dengan menumbuhkan keharmonisan hubungan antar umat beragama dan memperbaiki citra lembaga-lembaga keagamaan. Oleh karena pentingnya kehadiran FKUB, baru-baru lalu bertempat di GEDUNG MAPALUS, KANTOR GUBERNUR, JL. 17 AGUSTUS, KOTA MANADO, SULUT, Gubernur Olly Dondokambey, Melantik Kepengurusan Baru FKUB Sulut yang dinakodai oleh Pendeta Lucky Irwan Rumopa.

Kika: Olly Dondokambey (Gubernur Sulut), Steven Kandouw (Wakil Gubernur Sulut).

Dalam acara pelantikan tersebut turut hadir: Wakil Gubernur Sulut Drs Steven Kandouw, Ketua DPRD Sulut, Kakanwil Kemenag Sulut, Sekprov, Walikota Manado, Bupati Minut, Bupati Bolmong, Kaban Kesbang Polda Sulut Drs Evans Steven liow, MSi, Forkopinda, Pengurus FKUB Kota/Kabupaten, Tokoh-tokoh Agama dan Kesbangpol Sulut. Dalam acara pelantikkan tersebut terjadi sebuah perubahan penggurus yaitu Pendeta Haizar Sumual, M.Th sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris FKUB Sulut Periode 2016-2021 kemudian saat ini, dipromosi menjadi Wakil Ketua I Penggurus FKUB Propinsi Sulut Periode 2021-2026. Berdasarkan lampiran Keputusan Gubernur Sulawesi Utara Nomor : 294, tertanggal 3 September Tahun 2021, Adapun Susunan Penggurus Forum Umat Beragama Provinsi Sulawesi Utara Periode 2021-2026 sebagai berikut: Pembina: GUBERNUR SULAWESI UTARA, Dewan Penasehat , Ketua: WAKIL GUBERNUR SULAWESI UTARA, Wakil Ketua: SEKRETARIS PROVISI SULAWESI UTARA., KEPALA KANTOR WILAYAH KEMENTRIAN AGAMA PROVINSI SULAWESI UTARA. Pengurus : Ketua Pdt Lucky I Rumopa, M,Th, Wakil Ketua: Pdt Haezar Sumual, M.Th, Wakil Ketua: GBL Frangky Londah, S.Th, MA, Wakil Ketua: Ps. Dammy Pongoh, Wakil Ketua: I Made Serija, SE, M.Si, Wakil Ketua: Ferry Onibala, SE, Wakil Ketua: Js.Ir. Pon Riano Baggy, Wakil Ketua: Syaban Maludin, Sekretaris: Hanny Sumakul, Wakil Sekretaris: Rivan Kalalo, S,PdI, M.Pd, Wakil Sekretaris: Fabian Josua Liow, Anggota: Drs. Philip Morse Regar, MS, Lenny Matoke, DR. Margaretha Lumanauw, S.Th, M.PC, OVA Lakat, Ps, Christian Ludong, Yanni Kopalit, Dr. Rizal Arsyad, Dr. Taher, I Dewa Ray Suti, Erfandy Lagonda, Sofian Jimmy Yosadi,SH. (Heydi Watulingas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *