HEBOH MP GPdI, “MELANTIK GEMBALA SIDANG” DI MANADO BELUM SEKOLAH ALKITAB, MENABRAK AD-ART

Pdt R Longkutoy Memimpin Pelantikan

Manado Sulut,Pantekostapos.com—Baru-baru lalu heboh Salah satu pimpinan Gereja, Pdt Robert Longkutoy, salah satu Ketua Majelis Pusat Gereja Pantekosta di Indonesia (MP-GPdI) melaksanakan Pelantikan Gembala, GPdI Tumumpa, Manado Sulawesi Utara. Gembala tersebut bernama Ibu Gembala Manopo, menggantikan suaminya Almarhum Pdt Jonatan Manodo (Anggota MP GPdI Membidangi Departemen Pembangunan Gereja Pedesaan). Pelantikan tersebut berjalan dengan lancar dan tidak mengalami kendala. Namun usai pelantikan ramai diperbincangkan dan dipertanyakan di MEDSOS. Hal-hal yang diperbincangkan dan dipertanyakan berbagai kalangan termasuk Hamba-hamba Tuhan yang tergabung dalam organisasi yang sudah berusia 100 Tahun yaitu GPdI, adalah terkait, “Kenapa Pimpinan Gereja/MP GPdI yang harusnya tahu aturan main organisasi yang didalamnya ada AD-ART, Kok Aturannya DILANGGAR?”. Adapun pelanggaran yang dimaksud: unsur pimpinan organisasi, secara sistemik membuat sebuah keputusan menabrak aturan dengan melantik Ibu Pdt Manopo, yang BELUM PERNAH DUDUK di Sekolah Alkitab GPdI, yang sangat bertentangan dengan aturan main organisasi GPdI yang menyatakan, bahwa berdasarkan AD-ART BAB XII tentang HAMBA TUHAN Pasal 30 ayat 2 adalah: “Yang disebut Hamba Tuhan telah lulus SEKOLAH ALKITAB GPdI dan atau Hamba Tuhan yang telah mengikuti pelatihan, pembelajaran di Sekolah Alkitab (SA) Kelas (satu) dan dilanjutkan Kelas 2 (dua), dan sudah dilantik Pendeta”.

Demikian juga aturan ini berlaku bagi Hamba Tuhan dari luar yang pindah ke GPdI. Masa waktu selesai pelatihan dan pembelajaran di Sekolah Alkitab adalah 9 (Sembilan) bulan dan atau 10 (Sepuluh) bulan. Semua (Ibu Gembala dan atau Bapak Gembala yang melanjutkan penggembalaan dari pasangannya yang berhalangan tetap disebabkan cacat total atau meninggal dunia, maka Ibu Gembala atau Bapak Gembala tersebut harus mengikuti Pendidikan Sekolah Alkitab Kelas 1 (satu) dan Kelas 2 (dua). Selain pelanggaran Ibu Gembala Manopo belum pernah mengikuti Pendidikan di Sekolah Alkitab, MP-GPdI melanggar aturan untuk mengisi kekosongan Penggembalaan tersebut adalah tanggung jawab dan penanganan MD-GPdI Sulut bedasarkan AD-ART GPdI BAB VII Pasal 14 Ayat 5, Pengisian kekosongan Gembala Jemaat diputuskan oleh MD dalam rapat Pleno, setelah memperhatikan panggilan penggembalaan dan kondisi jemaat.

Terkait dengan masalah pelantikan Ibu Gembala Manopo, Salah satu unsur pimpinan MD GPdI Sulut yang minta namanya tidak disebut mengatakan: benar Ibu Manopo belum Sekolah Alkitab GPdI itu sebabnya, sangat tidak masuk diakal apa yang dilakukan oleh MP GPdI, seharusnya sebelum pelantikkan tersebut ditangani dulu MD Sulut karena hal ini merupakan kewenangan dan ranah dari unsur pimpinan MD GPdI Sulut, kami juga sangat kecewa dengan ibu Gembala Manopo GPdI Tumumpa, yang tidak patuh termasuk belum Sekolah Alkitab. Ini memaksakan kehendak sendiri dan sebuah pelanggaran berat AD-ART GPdI harus ditinjau Kembali,” Ungkapnya kepada Pantekosta Pos.

Sementara itu untuk memperjelas seperti apa dan kenapa sampai terjadinya pelantikkan Ibu Gembala Manopo GPdI Tumumpa Manado yang melanggar aturan AD-ART GPdI, Salah satu Pimpinan MP GPdI yang ditugas untuk pelantikkan tersebut mengatakan: Saya hanya ditugaskan untuk melantik dan dasar dari pelantikkan Ibu Gembala Manopo, “Sudah sesuai dengan MEKANISME yaitu Ibu Manoppo adalah Istri dari seorang Pendeta Almarhum Jonathan Manoppo, pada waktu suaminya meninggal dunia kapasitasnya aktif dan sementara bertugas sebagai MP-GPdI, pertimbangan lainnya adalah Ibu Gembala Manopo sudah puluhan Tahun mendampingi almarhum suami sebagai ibu gembala dalam pelayanan, hal lain adalah keputusan yang diambil oleh unsur pimpinan MP-GPdI adalah bentuk APRESIASI GPdI kepada keluarga almarhun Pdt Jonatan Manopo dan jemaat”, Ungkap Pdt Robert Longkutoy, Salah Satu kandidat calon Ketua MD-GPdI Sulut. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *