Heboh Pelarangan Ibadah Umat Kristiani GPdI di Jonggol!

Perwakilan Umat Kristiani bersama pembina umat berfoto di depan Rumah doa Jonggol

Perwakilan Umat Kristiani bersama pembina umat berfoto di depan Rumah doa Jonggol

Bogor,Pantekostapos.com,-Heboh pelarangan Ibadah dan viral di media sosial (medsos) youtube baru-baru ini, dengan hastage #Pelanggaran Ibadah di Jonggol#Jawa Barat. Lagi-lagi sekelompok warga datang menghadang dengan maksud untuk menghentikan kegiatan jalannya Ibadah umat nasrani yang bernaung di salah satu organisasi gereja yaitu MD-GPdI Jabar. Adapun umat nasrani yang sedang melaksanakan ibadah tersebut berlokasi di Perumahan Citra Graha Prima Blok H.2 No. 3 (Samping Pemasaran), Desa Singasari Kecamatan Jonggol, Bogor Jawa Barat. Kegiatan doa dan ibadah umat Kristiani tersebut sudah berlangsung lama dengan pembinanya adalah Pdt Donfry Poli, sebagai rohaniawan yang sudah terdaftar di Kantor Kementrian Agama Jawa Barat, dan tercatat sebagai pendeta di organisasi lembaga keagamaan gereja GPdI.

Sementara itu, terkait dengan keberadaan Pdt Donfry Poli yang mendapat mandat/tugas untuk melaksanakan pembinaan mental spritual umat nasrani di daerah tempat tinggalnya, Pdt Denny Tampi, selaku pimpinan majelis daerah yang membidangi Biro External dihubungi Pantekosta Pos membenarkan hal tersebut. “Terkait dengan sekolompok masa dari Perumahan Citra Graha Singasari Jonggol, yang mendatangi lokasi tempat beribah dengan tujuan demo tempat rumah tinggal dijadikan gereja yang mengajukan kepada PB2M No.9 dan No 8 Tahun 2006, dibenarkan oleh Pdt Donfry Poli,” ujarnya kepada Pantekosta Pos. Untuk menenangkan masa yang sudah ribut dan memprotes, aparat kepolisian dan camat setempat yang sudah ada dan bersiap di lokasi langsung memfasilitasi dengan meminta kepada Pdt Donfry dan jemaat untuk menanggapi protes tersebut agar masa bisa kondusif, kemudian camat setempat mengajak untuk mengadakan dialog di kantor Camat Jonggol.

Pdt. Donfri & keluarganya, petugas pembinaan mental dan spiritual umat Nasrani Jonggol

Lanjut Pdt Donfry hasil pertemuan dengat unsur terkait di Jonggol belum ada kesepakatan dan untuk kegiatan pembinaan mental spritual di rumahnya tempat tinggal tetap berlangsung seperti biasa yang dengan mengacu kepada aturan pemerintah terkait dengan pandemi Covid 19, ibadah dibatasi 10 orang, mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak (3M).
Dr. Ferdinand M.Th, M.PdK, pemerhati kemerdekaan beragama dan beribadah, pengurus pusat pusat BAMAG LKKI
Sementara itu menanggapi pelaranggan ibadah di Jonggol, Pantekosta Pos menghubungi, Dr.Ferdinand Watti, M.Th, M.Pd.K, Pemerhati Kemerdekaan Beragama dan Beribadat, Pengurus Pusat BAMAG- Lembaga Keagamaan Kristen Indonesia (BAMAG LKKI), “mengatakan bahwa, Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri No 9 dan 8 Tahun 2006 mengatur tentang Ijin Mendirikan Rumah Ibadat (Gereja, Mesjid, dll). PB2M ini tidak mengatur tentang Rumah Ibadat Keluarga (Rumah Doa, Mushola, dll). Rumah Ibadah Keluarga (Rumah Doa, Mushola, dll) tidak membutuhkan izin.
Pdt. Denny Tampi, pimpinan MD-GPdI Jabar, Membidangi Urusan Eksternal
Beragama dan beribadat adalah Hak Asasi Manusia yang telah dijamin dalam UUD 1945, UU HAM, Perjanjian Internasional tentang Hak Sipil dan Politik. Hak asasi untuk BERIBADAT DAN BERIBADAT dan TIDAK DAPAT DIKURANGI DALAM KONDISI APAPUN dan OLEH SIAPAPUN. Pelarangan Kegiatan Keagamaan dan Ibadat merupakan PELANGGARAN KONSTITUSI dan HAK ASASI MANUSIA. Negara dalam hal ini, Pemerintah WAJIB memberikan JAMINAN KEAMANAN dan KENYAMANAN bagi setiap warga negara dalam beragama dan beribadat.  Polisi WAJIB MENINDAK oknum-oknum yang menghalang-halangi kegiatan-kegiatan keagamaan setiap warga negara. KUHP memberikan ancaman PIDANA bagi oknum yang menghalang-halangi kegiatan keagamaan dan peribadatan yang  dilakukan setiap warga negara,” tegas Ferdinand, Ketua BAMAG LKKI Jabar. (Hesky W & Joike Liando)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *