Ketua BMCE GPdI, Pdt Hengky Tohea, 5 Penggembalaan Otonom Resmi Keluar Dari GPdI

Pemalang,Pantekostapos.com,-Satu lagi Hamba Tuhan dan Pemimpin GPdI, Hengky Tohea beliau adalah salah satu pimpinan GPdI yang duduk di jajaran MP-GPdI membidangi Badan Multimedia Cetak dan Elektronik (BMCE GPdI), dengan jabatan sebagai ketua dan seorang Gembala Jemaat GPdI Pemalang. Pengambilan keputusan yang diambil oleh seorang Hamba Tuhan senior tersebut membuat kaget dan haru bagi teman-temannya Hamba Tuhan, dan Pimpinan GPdI. Juga memunculkan banyak pertanyaan dari kalangan Umat/Pejabat-pejabat teras organisasi GPdI dalam dan luar negeri. Hengky Tohea adalah seorang Hamba Tuhan Senior, tamatan Sekolah Alkitab GPdI dan pernah menjabat sebagai Sekretaris Daerah MD-GPdI Jateng serta pernah dalam jajaran kepemimpinan MP-GPdI yang dipimpin Pdt DR. Jhonny Weol, MM, M.Th, beliau salah satu yang dipercayakan sebagai garda terdepan GPdI yaitu BMCE, kenapa bisa keluar dari GPdI dan Pindah Organisasi lain ada? Untuk mengetahui lebih apa yang menjadi penyebab Pdt Hengki Tohea Keluar dari GPdI, Pewarta Pantekosta Pos sudah menghubungi yang bersangkutan dan mengatakan : Pengunduran dirinya dan keluar dari GPdI adalah benar sebuah pilihan yang tepat dan bukan dipecat.

Surat Pengunduran diri Pdt Hengky Tohea

Alasan yang lebih jelas Hengki Tohea mengatakan bahwa tidak adanya keberpihakan dari unsur pimpinan baik itu dari MP-GPdI dan MD GPdI Jateng yang terkait dengan apa yang diperjuangkan tekait dengan Pelayanan dan Jemaat GPdI JATISRONO WONOGIRI, Jawa Tengah, merasa dizolimi pimpinan, bahwa apa yang Pdt Hengky Tohea dan Jemaat perjuangkan diyakini berpegang kepada kebenaran yang mengacu kepada AD-ART GPdI dan untuk menjaga MARWAH GPdI agar tidak terjadi perpecahan, namun kebenaran yang mengacu kepada AD-ART GPdI mengakibatkan, Pdt Hengky Tohea mendapat SP 1 dan SP 2, dari MD-GPdI. Dengan keputusun yang diambil Pimpinan Organisasi membuat Hengky Tohea Kecewa, menurut Hengki apa yang ia lakukan terkait dengan GPdI Jatisrono semata-mata hanya ingin menjaga agar tidak terjadi perpecahan dan hancur akan tetapi niat baik tersebut ditanggapi lain oleh pimpinan, termasuk Ketum GPdI, Pdt DR. Jhonny Weol, yang di dalamnya ada kebohongan-kebohongan dan memutar FAKTA”, Ungkap Pdt Hengki Tohea, Seorang Gembala Induk.

Adapun alasan-alasan penguduran dirinya dan keluar dari GPdI diperkuat dengan surat: Kop Surat berlogo GPdI, Majelis Jemaat Yesus Gembalaku, Jatisrono Wonogiri, bernomor: 34/MJ/SEP/2021, Prihal: PENGUNDURAN DIRI, Surat ditujukan kepada Yth: Bapak Pdt. Dr. Jhonny Weol,MM, M.Th, Ketum MP-GPdI, dengan isi surat menyatakan: MENGUNDURKAN DIRI DARI ORGANISASI GPdI, PADA HARI RABU TANGGAL 29 SEPTEMBER 2021, dan surat tersebut ditanda tangani oleh YOSAFAT JAKA WARSITA dan ONESIMUS MARYOTO dan Gembala Induk Pdt Hengky Tohea, Tembusan MPR Majelis Pusat GPdI, MD-GPdI, Jateng, MW XIII Jateng. Ditambahkannya, “ada 5 Penggembalaan yang keluar GPdI masing-masing: 1. GPdI Alfa Omega Pemalang, 2. GPdI Yesus Gembala Jatisrono, 3. GPdI Eben Haizer Cankring Jatiroto, 4. GPdI Jatipurno, GPdI Karangnongko Girimarto”, Jelas Hengky Tohea kepada Pantekosta Pos.
Sementara itu terkait dengan pengunduran diri Pdt Hengky Tohea, salah satu Hamba Tuhan yang terdaftar di MD-GPdI Jateng, dikonfirmasi ke salah pimpinan MD-GPdI Jateng, melalui Pdt Jemmy Ratar kepda Pewarta Pantekosta Pos Mengatakan: Benar! Pdt Hengky Tohea, sudah menyatakan Mundur dan Keluar GPdI dan terkait dengan apa yang terjadi seputar pelayanan di GPdI Jatisrono dan Pdt Hengky Tohea Kronologisnya sesungguhnya adalah: “Kronologi masalah GPdI Yesus Gembalaku Jatisrono Wonogiri Jawa Tengah bermula dari dipanggil Tuhan Ibu Pdt Lidya Sri Emi akibat Covid pada tanggal 28 Januari 2021 dan dimakamkan pada dini hari tanggal 29 Januari 2021. Usai pemakaman, dua hari kemudian MD-GPdI Jateng, pada tertanggal 31 Januari 2021 mendapat surat dari 19 orang yang sudah membubuhkan tanda tangan dengan menyatakan: Telah Sepakat pada pertemuan tgl 30 Januari 2021, SUPAYA Pdt Onesimus Sarwono, Menjadi Gembala menggantikan almarhumah Ibu Pdt. Lidya Sri Emi.

Selanjutnya oleh karena Sekda MD GPdI Jateng baru beberapa hari dipanggil Tuhan karena Covid dan ketua MD GPdI Jateng terpapar Covid dan harus dirawat dirumah sakit selama kurang lebih dua minggu, kondisi ini membuat roda organisasi sedikit terganggu. Oleh karena terjadi kekosongan Sekda, maka MD-GPdI Jateng mengadakan pleno untuk memilih sekda yang baru, maka terpilihlah Pdt Johanes sebagai Sekda. Beberapa hari kemudian Sekda baru memanggil perwakilan jemaat dan keluarga almarhumah Ibu Pdt Lidya Sri Emi, sebagai mana lasimnya bila mengisi kekosongan Gembala, pada saat itu MD menanyakan soal pernyataan 19 orang yang membubuhi tanda tangan yang telah sepakat supaya Pdt Onesimus Sarwono menjadi Gembala ?

Karena rapat jemaat tanggal 30 Januari 2021 itu tidak dihadiri oleh perwakilan keluarga, yang sedang menjalani masa isolasi Covid. Oleh karena dalam pertemuan tersebut “tidak dihadiri perwakilan keluarga” hal inilah yang menimbulkan keraguan MD terkait tanda tangan dan pernyataan jemaat yang katanya telah sepakat supaya Pdt Onesimus Sarwono menjadi Gembala. Selanjutnya pada tanggal 8 Maret MD mengutus tim untuk melihat kondisi sesungguhnya dalam jemaat dalam pertemuan itu terkuak bahwa “mereka yang menghendaki Pdt Onesimus Sarwono sebagai Gembala itu hanyalah beberapa orang”, dan jemaat yang menghendaki anak Gembala yang meneruskan pelayanan ada delapan puluh lebih tanda tangan. hal ini diutarakan oleh salah satu jemaat dalam pertemuan tersebut.

Pdt Jemmy Ratar, Karateker Gembala GPdI Jatisrono, Salah Satu Pimpinan MD GPdI Jateng

Hasil temuan tim MD dibahas dalam Pleno MD.Kemudian rekomendasi pleno supaya diutus lagi tim MD untuk memastikan bahwa delapan puluh lebih tandatangan ini benar benar valid. Bulan April diutuslah Biro Penggembalaan MD dan Biro PWJ untuk memastikan temuan adanya delapan puluhan tanda tangan tersebut. Pdt Hengky terus menerus menelepon ketua MD meminta kepada ketua MD supaya melantik Pdt Onesimus hanya ketua MD menolak permintaan ini. Kemudian MD mendapat surat tertanggal 30 Juni 2021dari mereka mereka yang mengatasnamakan Majelis jemaat, bahwa mereka menyatakan menginduk ke Pdt Hengky Tohea GPdI Pemalang. Pada tanggal 1 Juli 2021 ada surat pernyataan disertai 72 tanda tangan dari jemaat GPdI Yesus Gembalaku Jatisrono menolak untuk menginduk ke Pdt.Hengky Tohea GPdI Alfa omega Pemalang. Pada Tanggal 6 Juli 2021 MD membalas surat bahwa: 1. MD tidak mengijinkan untuk menginduk, 2. MD melarang mereka yang mengatasnamakan Majelis jemaat (Bo.Yosafat Joko W Ketua dan Onesimus Maryoto sekretaris) untuk tidak boleh lagi mengatasnamakan Majelis jemaat GPdI Yesus Gembalaku Jatisrono. 3. Pekayanan sementara supaya ditangani Pdm Kinasih yang tinggal di pastori dan telah mendampingi almarhumah ibu Pdt Lidya Sri Emi. 4. MD akan menunjuk caretaker. Selanjutnya, pada tanggal 9 Agustus 2021, pleno MD memutuskan Pdt Jemmy Ratar sebagai caretaker hingga ada gembala divinitif ditetapkan. Surat Tugas Caretaker dikeluarkan tanggal 11 Agustus 2021. Pada tanggal 13 Agustus selaku caretaker langsung berkoordinasi dengan jemaat Jatisrono, meminta supaya surat tugas saya diwartakan pada hari Minggu 15 Agustus dihadapan jemaat yang hadir dan life streaming. Masih di Bulan Agustus 2021 caretaker mengadakan pertemuan tatap muka dengan jemaat di Gereja. Tanggal 29 Agustus 2021 Pdt Hengky Tohea datang membubarkan Pengurus Gereja dan mengangkat Pengurus Gereja yang baru, pada waktu yang bersamaan Pdt Hengky melantik Pdt.Onesimus Sarwono sebagai penanggung jawab pelaksana pelayanan penggembalaan di GPdI Yesus Gembalaku Jatisrono. Dengan HAK ini terjadi DUALISME KEPEMIMPINAN di GPdI Yesus Gembalaku. Tanggal 5 September 2021, dihalangi oleh mereka yang mengatasnamakan Majelis untuk masuk kedalam Gereja. Bahkan sempat tanggal 12 September, Pdt Hengky menghalangi jemaat untuk beribadah dengan tidak membuka pintu Gereja, sehingga jemaat beribadah di halaman rumah jemaat. Tanggal 26 September pintu pintu Gereja sudah dikunci, sehingga kami harus melalui pintu garasi masuk beribadah ke gereja, Tanggal 3 Oktober 2021 semua akses ke Gereja ditutup oleh Pdt Onesimus Sarwono yang dilantik Pdt Hengky Tohea itu. Padahal Pdt Onesimus Sarwono dan Jemaat yang menyatakan menginduk ke GPdI Pemalang telah menyatakan mengundurkan diri sebagai Pdt dari GPdI dan Organisasi GPdI” Ungkap, Pdt.Jemmy Ratar, Kartaker GPdI Yesus Gembalaku Jatisrono, Biro Kesejahteraan, MD-GPdI Jateng. Oleh karena masalah tersebut sudah sampai ke meja pimpinan MP-GPdI, Pewarta Pantekosta Pos langsung mengkonfirmasi Ketum GPdI, Pdt Dr Jhonny Weol, MM, M.Th, sampai berita diposting Ketum MP-GPdI belum bisa memberikan pernyataan. (Chemuel Watulingas, SH).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *