KH. Zainut Tauhid Sa’adi (Wamen Kemenag RI): Kita Hamba Tuhan Diberikan Tugas Untuk Merawat Kebhinekaan Indonesia

Kika: KH. Zainut Tauhid Sa'adi, WAMEN Kemenag RI, Pastor Chemuel Watulingas, SH, MTh, CSM

Kika: KH. Zainut Tauhid Sa’adi (WAMEN Kemenag RI), Pastor Chemuel Watulingas, SH, MTh, CSM

Jakarta Pusat,Pantekostapos.com,–Badan Musyawarah Antar Gereja-Lembaga Keagamaan Kristen Indonesia (BAMAG-LKKI) adalah sebuah Lembaga Keagamaan Kristen yang bersifat ormas, terus  maju  serta  berkarya untuk melakukan sebuah proses penguatan kepada Pemerintah, Masyarakat, maupun terhadap sesama geraja serta umat beragama dan satu ormas Kristen yang memberikan masukkan secara tertulis.

Meskipun di tengah-tengah bangsa Indonesia menghadapi dan disibukkan dengan masalah Covid 19, khususnya di Jakarta dan beberapa tempat di Indonesia, namun tidak mempengaruhi BAMAG-LKKI  untuk mengadakan pertemuan tokoh keagamaan Kristen Se-Indonesia (Ketua-ketua BAMAG LKKI), berdialog bersama Pimpinan MPR, Arsul Sani Wakil Ketua MPR RI dan KH. Zainut Tauhid Sa’adi, Wamen Kementrian Agama RI.

Adapun topik yang menjadi pembahasan dalam pertemuan tersebut adalah “Merawat Kebhinekaan Indonesia”. Pertemuan yang rencananya dilaksanakan di Gedung MPR DPR namun dibatalkan karena libur terkait virus Covid 19, maka oleh panitia memindahkan acara  berlangsung di Gedung  Gereja Baptis Menteng Jakarta Pusat, dan pertemuan tersebut berlangsung sejak pagi hingga sore hari.

Menurut Ketua Umum BAMAG-LKKI Ir. Agus Susanto, M.Si, “Kehadiran para pengurus BAMAG-LKKI  yang datang dari berbagai daerah se-Indonesia adalah membawa laporan, aspirasi,  dan usulan-usulan terkait dengan Revisi SKB 2 Menteri Tahun 2006, serta usulan/masukan terkait rencana Amandemen UUD 1945 dan GBHN. Usulan-usulan dari para pimpinan daerah tersebut digodok dan dikaji seara sistimatik dengan sample berbagai macam denominasi gereja yang ada di Indonesia sampai ke pengurus pusat BAMAG LKKI, kemudian diteruskan ke pemerintah dalam hal ini, Wamen Kemenag RI dan Wakil Ketua MPR,” jelas ketua umum BAMAG LKKI disela-sela pembekalan di Hotel Jhony Pardede Cikini Jakarta.  Lebih jauh Ir. Agus mengatakan,bahwa, usulan, masukan ke pemerintah dan MPR RI  dipandang sangat penting oleh Bamag-LKKI hal tersebut dalang rangka menghindari, “radikalisme legislasi”.

Kika : Pdt Stevanus Fin, (Ketua BAMAG Provinsi Babel, Ir Agus Susanto MSi, (Ketua Umum BAMAG LKKI), Arsul Sani, (Wakil Ketua MPR RI, KH. Zainut Tauhid Sa’adi (Wakil Menteri Kemenag RI)

Sementara itu, Wamen Kemenag RI, KH. Zainut Tauhid Sa’adi, saat menjadi pembicara dalam temu tokoh/pemimpin BAMAG LKKI se-Indonesia, sebelum melanjutkan perbincangannya beliau mengatakan sangat mengharapkan bahwa pertemuan ini, akan menjadi menarik apabila  para peserta dapat memberikan  masukan-masukan, yang nantinya di Kementrian Agama akan dievaluasi jika ada  masukan-masukan yang  terkait dengan kebijakan-kebijakan. “Lebih jauh Wamen juga mengatakan sangat senang hadir dalam forum ini karena BAMAG LKKI menggangkat sebuah tema yang menarik yaitu “Merawat Kebhinekaan Indonesia”. Menurutnya, tema ini menjadi satu kekuatan bangsa Indonesia. Indonesia ini sudah 74 Tahun merdeka jika dibandingkan dengan umur manusia dan jika dihitung hal ini menunjukkan umur yang sudah cukup tua, usia 74 ibarat seperti matahari yang sebentar lagi terbenam, namun kalau usia sebuah negara itu belum apa-apa, karena banyak negara umumnya ratusan Tahun bahkan ada yang ribuan dalam tradisi kesejarahannya. Tapi kita bersyukur Indonesia di usia 74 Tahun masih berdiri tegak, masih bisa memberikan kontribusi yang besar terhadap perdamaian Internasional dan perdamaian dunia. Sementara di beberapa negara yang lain sudah ada yang bubar dan hancur bahkan ada yang sampai sekarang dilanda konflik contohnya Rusia, Cekoslavia, Yugoslavia, Afganistan, Libya, dan masih ada lagi yang lain, tidak ada konflik yang tidak berkesudahan.

Penyerahan Dokumen Masukkan dan Usulan dari BAMAG LKKI kepada Arsul Sani Wakil Ketua MPR RI

Kita Indonesia ini, masih bersyukur hingga kini masih bisa hidup rukun dan damai, mengapa ini bisa terjadi? karena kita  punya modal dasar yaitu modal sosial budaya, dimana keberadaan Indonesia adalah sebuah karunia Tuhan yang memiliki kekayaan sangat luar biasa, ada 300 kelompok etnik yang hidup di Indonesia, ada 1040 suku bangsa yang ada di Indonesia, ada 742 bahasa daerah yang tumbuh subur dan berkembang di Indonesia, ada 6 Agama yang hidup rukun dan berdampingan secara  damai dan semuanya mendiami di 17.000 pulau yang sangat luas olehnya kita sebagai hamba Tuhan diberikan tugas untuk merawat dan merawat dari kehancuran. Jika kita tidak bisa merawatnya maka bisa saja akan menjadi potensi kehancuran. Ini harus diingatkan kepada siapa saja bahwa kebhinekaan itu sebagai suatu alat kekuatan untuk mempersatukan dan bukan untuk memecah belah,” ujar Wakil Menteri Kemenag, KH. Z.T Sa’adi dihadapan peserta temu tokoh/pimpinan agama BAMAG LKKI se-Indonesia. Usai Wamen menyampaikan pemaparan terkait merawat kebhinekaan Indonesia, beberapa  peserta  yaitu Pdt Kukuh dari Trenggalek Jatim menyampaikan beberapa usulan antara lain; 1. SKB Dua Menteri tidak dicabut tapi direvisi,2. Di SKB ada tanda tangan jumlah 60-90 itu dihapus, untuk usulan revisi. 3. Perlu bertemu dengan Litbang Kemenag, untuk memberi usulan terkait revisi. Pdt. Larisman dari Sulsel mengusulkan: 1. Supaya ada pelajaran toleransi umat beragama. Pdt Henky Saliana dari NTT mengusulkan; 1. Angka 60-90 di SKB Dua Menteri menyebabkan baik di Kristen maupun Non Kristen sulit untuk mendirikan rumah ibadah, 2. Tidak ada mayoritas dan minoritas.

Pdt Hanny Rompis, MTh, Ketua BAMAG Provinsi Banten dan Arsul Sani. Ketua MPR RI

Pdt Hanny Rompis dari Banten melaporkan bahwa di Perumahan VM Serpong BSD Serpong Tangerang, Banten ada rumah tinggal Pdt yang dijadikan tempat ibadah dan rumah tersebut memiliki IMB Rumah Tinggal dan Tempat pembinaan umat, ditutup oleh warga dan tidak boleh dipakai sebagai tempat pembinaan umat Kristen. Semua usulan dan masukan ini langsung didengar dan menjadi atensi Wakil Menteri Kemenag RI untuk dilanjutkan ke Kemenag RI.

 Hal senada disampaikan Arsul Sani (Wakil Ketua MPR), bahwa pada periode lalu MPR sebelumnya memberikan rekomendasi kepada MPR sekarang untuk dilakukan amandemen UUD 45. Rekomendasinya untuk melakukan kajian dan pendalaman, bukan langsung mengganti amandemen. Tetapi bertanya-bertanya kepada masyarakat seluruh Indonesia untuk melakukan amandmen lagi setelah 18 Tahun. MPR periode lalu memberikan 5 hal yang perlu dikaji dan didalami untuk kemudian dapat dijadikan kesepakatan warga Bangsa Indonesia terkait amandemen yang sudah dilakukuan. Salah satu yang perlu didalami kembali  menuju amandemen ke-5 adalah memasukkan kembali haluan Negara, namanya boleh GBHN, boleh PPHN (Pokok-Pokok Haluan Negara). Keperluan untuk input Haluan Negara lebih banyak diinisiasi dari  PDI perjuangan terasuk ibu Megawati. Mengapa? Karena cara berfikirnya seperti ini, bahwa setelah kita tidak punya GBHN dan sistem pemerintahan kita dari pusat sampai daerah bahkan desa, itu dipilih secara langsung mulai darin pilpres sampai ke pilkades maka semua pejabat yang terpilih, asyk dengan visi misi programnya sendiri, yang tidak ada atau kadang-kadang tidak jelas conekting point dengan pemerintahan periode sebelumnya (Periode Presiden SBY). Terkait dengan adanya kembali  amandemen UUD 1945 dan GBHN maka masyarakat Indonesia diberi kesempatan untuk meberikan masukan-masukan. Kesempatan yang diberikan oleh pemakala Arsul Sani untuk mendapatkan input dari masyarakat langsung ditanggapi oleh Pdt Hanny Rompis, MTh, Ketua BAMAG LKKI Provinsi Banten salah satu usulannya adalah untuk Pemilu dilakukan 2 hal saja, Pemilu nasional (Presiden, Wapres, DPR RI, DPD) dan Pemilu lokal (DPRD, Gubernur, Walikota/Bupati dan kepala Desa), alasannya supaya daerah meperkuat daerahnya sendiri.

Masukan lainnya terkait dengan Bab 14 pasal 34 UUD 1945 tentang kesejahteraan sosial, tertulis fakir miskin, anak-anak terlantar mohon ditambah dan penyandang cacat. Dipelihara diganti dengan menjadi tanggung jawab Negara, juga terkait dengan nama GBHN agar namanya tetap boleh diganti. Semua usulan yang disapaikan dalam forum resmi ini didengar dan menjadi atensi Arsul Sani Wakil Ketua MPR dan akan memberikan kesempatan kembali untuk BAMAG LKKI datang ke Gedung MPR-DPD-DPR RI berdialog secara langsung. (Peliput: Chemuel Watulingas).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *