MARI KITA KIBARKAN MERAH PUTIH DI KELUARGA KITA

Pdt. Toberian, M.Th, Ketua PGPI Provinsi Kalimantan Utara

Kalimantan Utara, Pantekostapos.com-NKRI terbentang kehidupan dari Sabang sampai Merauke. Ribuan pulau yang tersebar namun tetap bersatu, menghiasi layaknya kelopak bunga mawar bermekaran dalam satu tangkai yang kuat dengan duri sebagai perisai tanda ketanguhan dan kejayaan bangsa. Ketika datang usikan para penjajah, sebuah tekad tetap bersatu dan lawan tanpa takut dan gentar dalam jiwa, selalu hormat dan patuhi kehendak Allah Yang Maha Kuasa adalah kunci kekuatan dan pertahanan. Indonesia adalah negara berkembang yang akan selalu berkembang hingga menemukan kemajuan yang sesungguhnya yang akan menjadi sama berdampingan dengan negara-negara adidaya didunia. Adalah anugrah dari Allah Yang Maha Kuasa yang meracik negeri ini menjadi alam yang sempurna. Bentangan pegunungan, hutan, lautan dan angkasa menjadi kekayaan yang nyata dan tersyukuri. Segala jenis kehidupan pernah terjadi dan menanam sejarah yang sangat besar akan tanah kaya ini. Bangsa Indonesia, bangsa tak terpecahkan “BHINNEKA TUNGGAL IKA” berbeda-beda tetapi tetap satu, walau beragam perbedaan didalamnya, bahkan menjadi pemersatu sejak para terdahulu masih hidup dalam ketidakpastian ditangan penjajah.
Bukan rahasia tetapi memang ini fakta, tuntunan jalan dari Tuhan untuk kekuatan yang tidak terelakkan dengan kuatnya jemari yang mengakar untuk menopang derasnya dentuman dan butiran darah pejuang waktu itu. Tertulis berjuta kisah abadi yang terukir sejak darah anak manusia dengan jati diri Indonesia lahir mengupas kisah pertama dengan awal kehidupan yang berpangku pada kesederhaan dan tradisi yang kental. Berdiri kerajaan dengan kuasa raja belum bisa ciptakan kesatuan. Terjatuh butiran darah hasil perselisihan kerajaan yang beropini berbeda untuk menguasai tanah air. Masa yang terus berlalu belum memberi kecerahan bagi Indonesia. Pribumi yang tanguh tanpa bekal dipundak bekerja keras dan bersatu untuk kemajuan bangsa. Segala komponen masih memaksimalkan kekayaan alam yang luas dan terjaga. Hidup atau mati adalah rahasia Tuhan, selama kita masih percaya dan berusaha pasti tidak ada yang mustahil. Tekad yang terus membara, tidak mudah dipadamkan.

Pdt. Toberian bersama Kapolda Kalimantan Utara

“Adalah sosok manusia yang hidup di Era Digital Milenial, beliau bernama lengkap, Pdt Toberian, M.Th, di usianya yang masih mudah mendapat kepercayaan, memimpin sebuah organisasi keagamaan gereja Persekutuan Gereja-gereja Pentakosta di Indonesia (PGPI) Kalimantan Utara, Memilki pemikiran jernih, suci untuk memajukkan dan membangun pelayanan dibidang Pembinaan Mental Spritual, bahkan membangun Kalimantan Utara dalam berbagai aspek kehidupan yang bekerjasama dengan para penguasa di Pemerintahan dan legislatif didaerahnya merupakan sebuah tekad bahkan kerja keras untuk mencapai keberhasilan dan sukses adalah sebuah mimpinya yang akan menjadi kenyataan”, Ujar Toberian, Penggagum Presiden Pertama Indonesia Bung Karno. Kehadirannya di Kalimantan Utara melalui tugas sebagai seorang Rohaniawan dari sebuah Gereja beraliran Pentakosta, Pendeta Toberian dalam membina atau menggembalakan umat dan memimpin sebuah organisasi gereja di Kalimantan Utara selalu tampil sederhana, rendah hati, tidak sombong, hormatnya kepada jemaat, sahabat-sahabatnya, bahkan pada kolega-kolega di Legislatif dan pemerintahan begitu tinggi, tidak heran beliau mendapat simpati masyarakat dan selalu dekat dihati para umat yang dilayani.

Ki-ka: Norhayati Andris ( Ketua DPRD Kaltara) bersama Pdt. Tiberian ( Ketua PGPI Kaltara)

“Baru-baru lalu Pendeta Toberian, M.Th bertemu dengan seorang pejabat negara di Kalimantan Utara yaitu, Ketua DPRD, Norhayati Andris, dalam pertemuan tersebut sempat berbincang-bincang seputar kehidupan masyarakat Kaltara yang mencakup berbagai bidang kehidupan. Diakhir pertemuan dengan Ketua DPRD Kaltara, Toberian mendapat hadiah berupa buku yang berjudul, “MERAH PUTIH SUDAH SAYA KIBARKAN DIPERBATASAN”, “Buku ini sangat bagus sekali dan menginspirasi, saya mengucapkan terima kasih untuk Ketua DPRD Kaltara”, jelas Toberian, Suami, dari Feiby Koropit, S.Th.

Menurut Ketua Persekutuan Gereja-gereja Pantekosta di Indonesia (PGPI), Kalimantan Utara, Pdt Toberian, M.Th, Buku yang berjudul, Merah Putih Sudah Saya Kibarkan di Perbatasan, memiliki makna yang begitu mendalam bukan sekedar pengibaran bendera merah putih, tetapi penerapan apa yang menjadi cita cita Bung Karno. Sekalipun Indonesia ini memiliki banyak suku, agama dan bahasa tetapi dipersatukan oleh Pancasila. Pancasila adalah alat pemersatu bangsa. Karena Pancasila, semua suku bangsa menyatu, Karena pancasila semua agama hidup rukun, dan sebagai pengagum Bung Karno, merasa kagum dan bangga karena Bung Karno telah menanamkan pondasi kebangsaan yang luar biasa untuk NKRI. Bagi saya Kalimantan Utara adalah taman Bhinneka Tunggal Ika.

Kalimantan Utara adalah rumah untuk semua suku bangsa dan agama. Jika rumah ini damai, maka damailah semua orang didalamnya. Mari kita kibarkan merah putih dikeluarga kita, dan untuk semua komunitas di Kalimantan Utara”, kata Toberian, yang memiliki hobi menembak dan main catur. (Chemuel Watulingas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *