MD GPdI BANTEN ANGKAT BENDERA PUTIH CABUT PERKARA

Suasana persidangan di PN Tangerang

TANGERANG KOTA,PANTEKOSTAPOS.COM,-Pengadilan Negeri Tangerang, Selasa, 22 Juni 2021 kembali menggelar sidang gugatan kasus Perdata Nomor : 470/Pdt.G/2021/PN.Tng., Adapun sidang yang digelar tersebut terkait gugatan Pendeta Samuel Charles Tumbel (Ketua MD-GPdI Banten) bersama para Anggotanya yang berjumlah 19 Orang dan Sidang beragendakan pembacaan REPLIK dari pihak Penggugat. Sidang yang berlangsung terbuka untuk umum,tersebut dimulai usai istirahat makan siang dan dibuka oleh Ketua Majelis Hakim pemeriksa didampingi seorang Panitera, di ruang sidang 3 lantai II PN Tangerang.

Sidang tersebut dihadiri kedua belah pihak yang diwakili Kuasa Hukum masing-masing dari pihak Penggugat diwakili : Sondang Siagian, SH didampingi, Rizki Muhamad Ramdani, SH dan dari Pihak Tergugat diwakili Kuasa Hukum: Ester Silooy, SH dan Julius J Ferdinandus, SH. Ada hal menarik yang terjadi dalam jalannya persidangan kali ini, saat giliran pertama Hakim memberikan kesempatan kepada Kuasa Hukum Penggugat, Sondang Siagian,SH untuk menyampaikan REPLIK, namun pada kesempatan tersebut ternyata Kuasa Hukum Pendeta Samuel Tumbel belum siap untuk menyampaikan REPLIK-nya malah saat berjalannya persidangan kali ini, Kuasa Hukum Pendeta Samuel Tumbel beberapa kali meminta kepada Majelis Hakim untuk dihentikan/tidak dilanjutkan dulu oleh karena alasan adanya kesalahan yang terkait dengan PENGETIKKAN dalam GUGATAN yang sudah diajukan, namun permintaan Kuasa Hukum penggugat DITOLAK Hakim dengan alasan untuk saat ini tidak bisa lagi, karena persidangan sudah sampai pada tahap pembacaan REPLIK, Kecuali dari pihak Penggugat berkeinginan untuk MENCABUT.

Ester Silooy, SH dan Tim, Sedang Menunggu Persidangan Dimulai (di Ruang Tunggu PN Tangerang)

Pertanyaan dari Hakim Ketua yang memimpin persidangan tersebut langsung dijawab oleh Kuasa Hukum Penggugat, Sondang Siagian,SH. Oleh karena permintaan perbaikan gugatan tidak diterima oleh Hakim, maka pihak Penggugat menyatakan kepada Hakim, MENCABUT GUGATAN, namun Hakim kembali melemparkan pernyataan dari pihak Penggugat tersebut kepada pihak Kuasa Hukum Tergugat, sontak Ester Silooy, SH langsung menjawab dan menyatakan KEBERATAN atas PENCABUTAN PERKARA yang bernomor PERKARA 470/Pdt.G/2021/PN.Tng tersebut, dan meminta kepada Majelis Hakim untuk tetap melanjutkan perkara gugatan Perdata Kasus Ruko Mahkota Mas Blok G 10 Cikokol Tangerang. Adapun yang dimaksud dengan perbaikan kesalahan pengetikan dari pihak penggugat Pendeta Samuel Charles Tumbel, yang diwakili Kuasa Hukumnya di PN Tangerang yaitu terkait dengan ditariknya Pihak “Turut Tergugat” yaitu “Kantor Pertanahan Kota Tangerang Selatan”, maka gugatan Penggugat keliru, oleh karena Turut Tergugat tidak memiliki hubungan hukum antara para pihak (vide : Putusan MA. No.601 K/Sip/1975) sebab objek sengketa perkara yaitu Ruko Mahkota Mas Blok G No.10/ Cikokol tidak termasuk didalam wilayah kerja/administrasi Kantor Pertanahan Kota Tangerang Selatan, objek sengketa ruko Mahkota Mas Blok G No.10 masuk dalam wilayah kerja/administrasi Kantor Pertanahan Kota/ Kotamadya Tangerang, Kecamatan Karawaci, Kelurahan Cikokol, Provinsi Banten, sebagaimana yang tertuang didalam akta jual beli Nomor : 79 / 2008 dan sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) Nomor 1358/ Desa Cikokol, G.S. No. 6766 tertanggal 03 November 1995: Atas dasar tersebut diatas maka surat gugatan Pdt. Samuel Charles Tumbel. Cs sebagai Penggugat mengandung Cacat formil (Gemis Aanhoedanig Heid)., sehingga harus dinyatakan tidak dapat diterima (niet onvankelijke verklaard).

Kika : Rizky Mohamad Ramdani, SH, Sondang Siagian, SH, Kuasa Hukum, Pendeta Samuel Tumbel, CS

Selain itu YS selaku Tergugat melalui kuasa hukumnya membantah seluruh dalil-dalil gugatan yang diajukan Pdt. Samuel Charles Tumbel. Cs, Kuasa hukum Tergugat menyatakan Pdt. Samuel Charles Tumbel. Cs tidak memiliki alas hak yang jelas sebagai Penggugat sehingga harus ditolak dan atau menyatakan gugatan Pdt. Samuel Charles Tumbel. Cs tidak dapat diterima untuk seluruhnya.
Bersamaan dengan gugatan Pdt. Samuel Charles Tumbel. Cs, dalam perkara Perdata No.470/Pdt.G/2021/PN.Tng tersebut, pihak Tergugat YS juga mengajukan gugatan Rekonvensi terhadap Pdt. Samuel Charles Tumbel. Cs sebagai Tergugat Rekonvensi. YS memiliki bukti valid dan otentik secara hukum berupa sertifikat, sehingga YS dalam gugatan Rekonvensinya meminta kepada Majelis Hakim Pemeriksa menyatakan Pdt. Samuel Charles Tumbel. Cs telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum dengan menguasai fisik Ruko Mahkota Mas Blok G No.10 dan tidak mau mengembalikannya kepada YS walaupun sudah diminta berulangkali, atas perbuatan tersebut YS menderita kerugian Materiil sebesar 600 juta rupiah, selain itu kerugian immaterial juga dialami YS akibat perbuatan Pdt. Samuel Charles Tumbel. Cs mengkerdilkan nama baik dan kehormatan YS dan keluarganya, menurut Kuasa Hukum YS, Ester Silooy, SH. Kerugian Immateriil tidak terkira tidak dapat dihitung namun untuk memberikan kepastian hukum berkenaan dengan gugatan Rekonvensi oleh YS jika dinilai dalam bentuk uang adalah sebesar Rp.3.103.116.372,- jadi secara keseluruhan YS menderita kerugian sebesar Rp.3.703.116.372,-
Menariknya YS dalam gugatan Rekonvensinya meminta Majelis Hakim untuk mengabulkan permintaannya membagikan uang 450 juta, hasil cicilan dari kas MD GPdI Banten yang terkumpul, kurun waktu sejak bulan Agustus 2008 sampai dengan bulan November 2009 untuk dibagikan kepada 250 orang Hamba Tuhan GPdI Banten yang menyetor perpuluhan sejak bulan Agustus 2008 sampai dengan bulan November 2009, sehingga apabila diperhitungkan maka setiap Hamba Tuhan akan menerima uang sebesar Rp.1.800.000,- “Adapun permintaan YS ini beralasan, sebab uang tersebut hendak dikembalikan YS pada tahun 2017 kepada MD GPdI Banten (periode 2017-2022) namun tidak diterima, disuruh untuk ditahan dulu, dirapatkan dulu, nanti diberitahukan tetapi hingga saat ini tidak ada khabar, malahan uang tersebut dipakai sebagai senjata untuk menyerang nama baik dan kehormatan YS”, Ungkap Ester Silooy, SH Kuasa Hukum YS kepada Pantekosta Pos usai Sidang Perkara Gugatan digelar di PN Tangerang. (Chemuel Watulingas).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *