Menkumham Yasona Laoly Menyampaikan Orasi Ilmiahnya Pada Acara Wisuda 192 Mahasiswa STT IKAT

foto bersama para wisudawan-wisudawati

 

foto bersama para wisudawan-wisudawati

Jakarta Selatan, Pantekostapos.com,- Usai menyelesaikan perkuliahan di Kampus STT IKAT, akhirnya 192 Mahasiswi/i diwisuda dengan menggelar acara Dies Natalis XXXIV pelantikan-sidang terbuka, program Sarjana Theologia, Sarjana Pendidikan Agama Kristen. Magister Theologia, Magister Kepemimpinan, Magister Kepemimpinan Agama Kristen, Doktor Theologia Tahun Akademik 2019-2020 Sekolah Tinggi Teologia “IKAT” baru-baru ini, berlangsung di Gedung Wanita Patra, Jakarta Selatan. Civitas Akademika STT IKAT pada acara dies natalis tersebut menggusung, sebuah tema; “Yesus Adalah Jalan Kebenaran dan Hidup Yohanes 14 : 6. Dr. Jimmy Lumintang, MA, MBA, MTh, selaku Rektor STT IKAT, pada kesempatan digelarnya Dies Natalis ini mengatakan; “rasa syukurnya dipanjatkan kehadirat Tuhan Yesus Kristus karena oleh perkenanNya, lembaga STT IKAT dapat mencapai pengabdian 34 Tahun.

Lebih jauh Dr. Jimmy Lumintang menjelaskan bahwa: Memperingati hari lahir adalah merupakan moment penting dalam sejarah kehidupan, namun bagi sebuah organisasi peringatan Dies Natalis adalah merupakan peluang melakukan evaluasi, intropeksi, exspetasi terhadap kekuatan, kelemahan, peluang bahkan, ancaman sebab Pendidikan adalah sebuah proses yang membutuhkan Continue Improvement, saya teringat kalimat bijak seorang Socrates “True knowledge exits in knowing that you know nothing” (Kebijaksanaan yang sejati adalah mengetahui bahwa kamu tidak tahu apa-apa), setara dengan apa yang dituliskan oleh hikmat salomo dalam Amsal 3:5, “Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu dan janganlah bersandar pada pengertianmu sendiri”. Ujar Jimmy Lumintang, Ketua STT IKAT, saat memberikan sambutan pada sidang senat terbuka. Hal senada disampaikan Menkumhan, Dr. Yasona Laoly, saat menyampaikan orasinya pada sidang senat terbuka tersebut, mengawali oransinya Yasona menyinggung soalnya tema yang angkat oleh Civitas Akademika STT IKAT, menurut beliau tema tersebut mengandung 2 pengertian yaitu: 1. Peran serta perguruan tinggi kristen untuk kemajuan gereja.

Menkumham RI, Yasona Laoly

Kemajuan gereja adalah kemajuan warga gereja yang dapat memberi kontribusi bagi pembangunan bangsa. 2. Pewujudkan Indonesia yang unggul dalam lintas sektoral menghasilkan manusia-manusia yang berkualitas. Disamping menyinggung soal tema, orasi Yasona juga menggutip sebuah pernyataan Presiden RI Joko Widodo menyangkut; “Manusia Indonesia yang lahir dan tumbuh dalam kondisi kesehatan yang baik, mendapatkan pendidikan yang berkualitas dan memiliki karakter yang kuat berdasarkan pancasila dan juga keimanan masing-masing sehingga dapat bersaing dalam situasi global yang makin kompleks. Periode kepemimpinan Presiden Jokowi kali ini bukan hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memprioritas peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas, beriman dan berintegritas untuk mengisi pembangunan Indonesia. Dalam konteks Revolusi industri 4.0 dunia modern menjadi tantangan dan panggilan para teolog dan pendidik kristen untuk memperluas cakupan, cakrawala dan pengetahuan tidak hanya teologi tapi dalam menyikapi perkembangan global di era digital. Upaya adaptasi penggunaan sarana komunikasi dunia digital harus terkontrol. Kemajuan teknologi melalui aplikasi, maka sebentar lagi akan ada aplikasi Go Pendeta karena mengikuti kemajuan yang pesat dalam era ini. Maka menciptakan manusia unggul dalam era kompetitif dan kemajuan teknologi harus dapat beradaptasi dengan cepat. Kemampuan untuk berkompetisi di dunia luar melalui pengembangan SDM melalui pendidikan. Gereja dalam kompetisi global harus terus menyiapkan anak2 gereja memanfaatkan beasiswa pemerintah yang akan disiapkan nanti” tegas Dr Yasona yang disambut dengan tepuk tangan para wisudawan, tamu dan para undangan.

Pdt. Joike Liando (kiri)

Salah satu mahasiswa yang ikut diwisuda S3, ditemui wartawan Pantekosta Pos, Pdt Joike Liando, mengatakan; “turut berbahagia, karena dengan usaha dan kerja keras bisa menyelesaikan perkuliahan hingga akhir, hal ini bisa dicapai semua karena anugerah Tuhan tanpa Tuhan tidak mungkin mencapai apa yang menjadi mimpi dan cita-cita”, ujar Pdt Joike Liando, Gembala GPdI Medang, Sumarecon Tangerang Banten. (FH. Saerang).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *