Pendeta Freddy Butar-Butar, S.Th, Gembala Sidang GPdI Sepatan Tangerang; Mohon Presiden Jokowi & Menteri Agama RI, Copot Pembimas Kristen Banten

Tangerang,PANTEKOSTAPOS.COM–Desakan copot dari tugas sebagai Pembimas Kristen,Kantor Kementerian Agama Provinsi Banten adalah sebuah desakan dari seorang Hamba Tuhan, bernama; “Pendeta Freddy Butar-Butar, beliau adalah seorang Gembala Sidang GPdI Sepatan Kabupaten Tangerang, Banten yang bertujuan agar desakan atas pelanggaran yang dilakukan Pembimas Kristen Banten, JS yang sudah dilaporkan ke Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama (Ka Kanwil Kemenag), Propinsi Banten, Nanang Fatchurohman dan sampai berita ini dipublish belum ada tanggapan dapat untuk diketahui oleh masyarakat dan didengar oleh Presiden RI, Jokowi maupun Menteri Agama RI, Yagut Cholil Qoumas instansi terkait,” Ungkap Pendeta freddy Butar-Butar, S.Th, kepada Pantekosta Pos.

screenshot berita dari website: www.victoriousnews.com

Dilansir dari online:suratkabarsiasatkotablogspot.com,Pelanggaran yang dilakukuan oleh Pembimas Kristen Provinsi Banten, JS  terkait dengan perekrutan Penyuluh Agama Kristen  Non PNS Tahun 2020 sampai 2021 terlihat sangat jelas sebuah PELANGGARAN  terkait dengan amanat undang-undang.

Pdt Freddy Butar-Butar

Adapun pelanggaran yang di lakukan adalah meluluskan CALON PENYULUH AGAMA KRISTEN NON PNS BANTEN, yang tidak memenuhi persyaratan yang turunan atauranya dibuat oleh Kementrian Agama RI. Adapun pelanggaran yang dilakukan adalah diluluskannya orang yang masih di bawah Umur 25 tahun, dan Pembimas Kristen, JS  telah meluluskan beberapa Ketua Jemaat/Gembala Sidang Aktif  dan sudah terdaftar di Kantor Kementrian  Agama Provinsi Banten. Sementara ketentuan untuk menjadi PENYULUH AGAMA KRISTEN NON PNS BANTEN, Pendeta yang sedang menjabat sebagai Ketua Jemaat/Gembala Sidang, atau sebagai pengurus Sinode/Majejlis TIDAK DIZINKAN IKUT. Jadi jelas ini sudah MELANGGAR ketentuan yang berlaku di Kementrian Agama Provinsi Banten.

Menurut Konfirmasi yang dirangkum oleh wartawan Siasat Kota (Pdt FREDDY BUTAR BUTAR S.Th) di kediamannya menuturkan, Pembimas Kristen Banten, JS, juga melakukan NEPOTISME, dengan MELULUSKAN Ketua Jemaat aktif yang adalah ISTR  Pembimas  Kristen Banten JS sendiri, yaitu bernama; LISDA ROMULA GIRSANG. Ada juga PUNGUTAN LIAR yang di lakukan oleh Group Penyuluh dan ditransfer ke Rekening Bendahara Group Penyuluh.

Tidak adanya Keterbukaan Publik di Kementrian Agama Kristen Banten, menjadi kontroversi dan pertanyaan dikalangan masyarakat. Dilanjutkannya, kami juga sudah pernah datang ke Kantor Kementrian Agama Banten, namun Kantor Tertutup dan tidak ada yang bisa di ajak untuk bertanya. serta Surat kami yang sudah lama kami kirim ke Kepala Kantor Kementrian Agama Banten, Nanang Fatchurohman sampai hari ini belum ada juga balasan dan kejelasannya. Harapan saya supaya Ketua Pembimas Kristen Banten, JS DiCOPOT dari jabatannya. Tuturnya. Di harapkan untuk Kementrian Agama provinsi Banten harus  Transparan dan Keterbukaan untuk calon Penyuluh Agama Kristen Non PNS di Banten, supaya tidak ada tanggapan negatif. Serta  dapat menjalakan Amanah dan Undang-undang yang berlaku imbuhnya. Terkait dengan berita terbit melalui  Surat Kabar Siasat Kota, dibenarkan oleh Pdt. Freddy Butar-Butar, S.Th, kepada Pantekosta Pos beliau mempertegas lagi surat yang sudah dilayangkan Kepala Kantor Kemenag Banten hingga berita diturunkan belum ada tanggapan sedangkan menyangkut pelanggaran yang dilakukan oleh Pembimas Keristen temuannya adalah hasil investigasi dan Website: http://banten.kemenag.go.id.  Ditambahkan oleh Pendeta Freddy Butar-Butar, ada delapan orang menurut  undang-undang/aturan yang dibuat sendiri oleh Pembimas Kristen Kantor Wilayah Kemenag Banten, JS, yang dibuat sendiri JS dan menjadi sebuah pelanggaran dalam menerapkan aturan penyeleksian. Adapun nama-nama para Penyuluh tersebut adalah sebagai berikut: 1. LRG, 2. DM, 3. M, 4. SRL, 5. DM, 6. VJN, 7. FKK, 8. KTW. (TT)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *