PENDETA HS GULTOM, SOSOK PEMIMPIN YANG VISIONER AKAN MEMBAWA GPdI KE ARAH KEMAJUAN
Pdt. HS Gultom dan Istri (Ketua MPR GPdI)
Dirilis Wartawan Pantekosta Pos: Ebenhaezar
Palembang, PANTEKOSTA POS—Menjelang Musyawarah Besar Luar Biasa (Mubeslub) Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) yang akan berlangsung pada 8–10 September 2025 di GPdI Jalan Sam Ratulangi, Manado, perhatian berbagai pihak kini tertuju pada sosok Ketua Majelis Pertimbangan Rohani (MPR) GPdI, Pendeta HS Gultom.


Nama beliau kian santer disebut-sebut oleh para Ketua Majelis Daerah (MD) GPdI se-Indonesia sebagai figur yang diyakini mampu membawa organisasi gereja ini menuju masa depan yang lebih baik. Banyak suara yang menginginkan agar pada tahun 2027 mendatang, Pendeta HS Gultom siap maju sebagai calon Ketua Umum Majelis Pusat (MP) GPdI.
Menurut salah seorang Ketua MD GPdI yang meminta namanya tidak dipublikasikan, sosok HS Gultom bukan hanya dikenal karena kerendahan hati dan pelayanan tulus, tetapi juga memiliki rekam jejak panjang dalam organisasi yang memenuhi persyaratan Anggaran Rumah Tangga (ART) GPdI, baik ART tahun 2012 maupun draft ART 2025 yang akan dibahas dalam Mubeslub mendatang. “Pendeta HS Gultom sangat-sangat memenuhi kriteria. Dari sisi pengalaman, pengabdian, maupun keteladanan, beliau jelas memiliki kapasitas yang dibutuhkan untuk membawa GPdI ke arah yang lebih maju,” ujar sumber tersebut.

Memang tidak dapat dipungkiri, jejak panjang kepemimpinan HS Gultom sudah terbukti sejak lama. Pada periode 2003–2007, beliau dipercaya duduk sebagai Pengurus Harian MP-GPdI dengan posisi Sekretaris II. Selanjutnya, pada periode 2012–2017, ia kembali dipercayakan menjadi Sekretaris I dalam kepengurusan harian. Dedikasi tersebut akhirnya menempatkan dirinya sebagai Ketua MPR GPdI periode 2022–2027, sebuah posisi yang sangat strategis dalam menjaga arah dan keseimbangan organisasi. Kini, menjelang Mubeslub Manado, media Pantekosta Pos berhasil mengonfirmasi langsung perihal kesiapannya apabila kelak dicalonkan sebagai Ketua Umum MP-GPdI. Dengan tegas, Pendeta HS Gultom menyatakan bahwa dirinya siap.
“Kalau untuk kepentingan dan kemajuan GPdI, saya sangat siap. Namun, semuanya tetap harus dilakukan dengan doa, mengandalkan pimpinan Roh Kudus, serta taat pada mekanisme organisasi. Yang terpenting saat ini adalah kita kawal bersama Mubeslub Manado agar berjalan lancar dan menghasilkan keputusan yang terbaik,” ungkapnya.

Pernyataan ini langsung memberi sinyal positif bagi banyak kalangan yang menilai bahwa perubahan ART GPdI yang akan dibahas di Manado menjadi momentum penting bagi perkembangan gereja. Keyakinan tumbuh bahwa dengan kehadiran pemimpin yang berintegritas seperti HS Gultom, GPdI mampu merumuskan aturan organisasi yang lebih kokoh dan relevan dengan tantangan zaman. Bagi banyak jemaat dan hamba Tuhan di seluruh Indonesia, nama HS Gultom identik dengan kepemimpinan yang bersahaja, bijaksana, dan selalu menempatkan kepentingan gereja di atas kepentingan pribadi. Tidak heran jika harapan besar kini tertuju padanya, baik dalam mengawal Mubeslub 2025 maupun dalam wacana pencalonannya sebagai Ketua Umum MP-GPdI tahun 2027. Mubeslub GPdI di Manado bukan sekadar forum untuk memperbarui ART, melainkan juga menjadi panggung lahirnya harapan baru. Dan dalam harapan itu, sosok Pendeta HS Gultom berdiri di garis depan sebagai pemimpin yang dipercaya.
