Wed. Aug 21st, 2019

Penginjil Morris Cerullo yang Banyak Melahirkan Hamba Tuhan dari Indonesia Akan Adakan Ibadah Terakhir Kalinya di Jakarta Pada 26- 27 September 2019.

Panitia KKR, Ki-ka: NB Suratinoyo, Pdt. Tony Mulia (Ketua Panitia) dan Pdt. Gavin Chan

JAKARTA, Pantekostapos.com,-“Father is father, dan saya tetap anak rohani Morris Cerullo,” begitulah kalimat pamungkas Pdt. Tony Mulia (Ketua Panitia Indonesia Conference Of The Holy Spirit) didampingi Pdt. Gavin Chan dalam konferensi pers di hadapan Jurnalis Kristiani yang tergabung dalam wadah Perkumpulan Wartawan Media Kristiani Indonesia (PERWAMKI). Acara yang digelar di Gereja Kristen Bersinar (GKB) El Bethel, Jl. Kelapa Puan Raya FU 1 No.13-14 Kelapa Gading,Jakarta Utara ini dipandu oleh pembina Perwamki, Novi Suratinoyo, Sabtu (10/8/2019).

Menurut Pdt. Tony yang dipercaya sebagai penanggung jawab kedatangan Penginjil Morris pada 26 sampai 27 September 2019 mendatang, bahwa kedatangan hamba Tuhan dari kota San Diego Amerika Serikat ini adalah permintaan khusus dan terakhir MC di Indonesia dan mungkin di luar Amerika dalam pelayanan kepada jemaat Tuhan secara tatap muka.
Terkait dengan sentuhan tangan lembut Morris yang banyak melahirkan hamba Tuhan seperti (alm) Pdt. Yeremia Rim, dan (alm) Pdt.Petrus Agung, Pdt Abraham Alex Tanusapuera, Pdt Niko Nyotorahardjo, Pdt. Timotius Arifin dan hamba Tuhan lainnya, tentu patut kita apresiasi. “Sebab, melalui Morris lawatan Tuhan sudah dinyatakan di Indonesia sejak kedatangan beliau tahun 1972, 1979, 1998 tahun 2000 an,” tutur Pdt.Tony yang juga gembala Gereja Kristen Bersinar.
“Walaupun ada sebagian hamba Tuhan (tanpa menyebut nama) yang tidak mengakui Morris Cerrulo sebagai bapa rohaninya, itu hak mereka,” ujar Pdt.Tony menyatakan dengan tegas.
Pdt. Tony menuturkan, saat ini banyak ajaran Morris yang banyak dipakai oleh hamba Tuhan itu masih tetap relevan dan berlaku sampai sekarang. Bahkan, Pdt. Tony mengaku mempraktekkan ajaran Morris yaitu mengatasi kutuk keturunan.
Lanjut Pdt. Tony Mulia, pada tahun 1979 ketika diadakan KKR di kota Semarang, Morris Cerrulo telah menjual pesawat jet pribadi dan rumah mewahnya demi membiayai KKR dan pelayanan di seluruh dunia termasuk pelayanan di Semarang. “Dan, selama saya mendampingi Morris di Indonesia tidak ada permintaan khusus seperti makanan, hotel dan fasilitas lainnya, bahkan beliau menolak kalau diajak makan di Mall. Dan, beliau kalau di Jakarta hanya tahu bandara, stadion utama Senayan (sebutan kala itu) serta hotel yang pernah dinikmatinya selebihnya tempat di Jakarta hanya tahu saja, tutur Pdt. Tony.
Senada dengan Pdt. Tony, Pdt. Gavin Chan juga bukan hanya mengamini pernyataan Pdt. Tony, tapi merasakan secara tak langsung sentuhan Morris melalui didikan rohani (alm) Pdt. Petrus Agung yang selanjutnya mendapatkan sentuhan langsung dari Morris seperti menabur dan hati yang berserah kepada Tuhan. “Itulah kira-kira pengalaman yang bisa saya rasakan,” kata Pdt. Gavin dengan wajah berseri-seri.
Mengingat daya tampung tempat kegiatan di Integrity Convention Center Mega Glodok Kemayoran Jakarta Pusat, diharapkan jemaat Tuhan yang ingin hadir, dapat menghubungi pihak panitia: Informasi dan registrasi, hubungi Dewi: 021-45841225, 0811191916. (rh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *