Pesan Paskah Brigjen Pol.Drs. Yehu Wangsajaya, M.Kom Kepada Jemaat GBI REM Hotel Ciputra: Kebangkitan Kristus Penting Bagi Orang Percaya

Jakarta,Pantekostapos.com,-Momentum Kebangkitan Kristus dari kematian atau Paskah merupakan perayaan yang sangat penting dirayakan oleh umat Kristiani di seluruh penjuru dunia. Meski pandemi virus corona sampai saat ini belum kunjung reda, tetapi tidak mengurangi semangat umat Kristiani dalam memaknai pengorbanan Yesus yang rela menderita untuk menyelamatkan manusia dari belenggu dosa. Ada yang memilih menggelar ibadah secara online/virtual, Youtube. Ada pula yang menggelar ibadah offline (tatap muka) dengan menikmati pujian, penyembahan serta kotbah secara langsung yang disampaikan oleh para hamba Tuhan yang melayani.

Brigjen Pol Yehu Wangsajaya ketika berkotbah di hadapan jemaat GBI REM Hotel Ciputra Lantai 6 Ruang Dian Ballroom, Grogol-Jakarta Barat, (Minggu, 4/4/2021).

Gereja Bethel Indonesia Rahmat Emmanuel Ministries (GBI REM) penggembalaan Pdt. Paulus T Supit memilih untuk menggelar ibadah Paskah tatap muka (offline) dengan 5 kali kebaktian, pada hari Minggu, 04 April 2021 di Dian Ballroom 2 Hotel Ciputra lantai 6, Grogol Jakarta Barat. Pada pukul 11.00 Wib, menampilkan pembicara, Ev. Brigjen Pol. Drs. Yehu Wangsajaya, M.Kom.

Jendral Yehu tampak bersemangat ketika menyampaikan firman Tuhan di hadapan jemaat yang mayoritas dihadiri oleh generasi muda. “Perayaan Paskah mengingatkan kita bahwa pengorbanan dan penderitaan yang Yesus alami sungguh sangat luar biasa. Dia rela menderita, mengorbankan diriNya demi umat manusia, demi cintaNya bagi kita. Pengorbanan dan penderitaan yang kita alami saat ini tentu tak sebanding dengan karya agung penyelamatan yang Dia lakukan,” tutur Jendral Polisi bintang satu lulusan Akpol 1989 ketika memulai kotbahnya dengan tema “Mengapa Kebangkitan Kristus Penting Bagi Orang Percaya?

Jemaat GBI REM Hotel Ciputra tampak antusias beribadah

Lanjut Yehu, ‘Mengapa Kebangkitan Kristus Penting Bagi Orang percaya?’ “Setidaknya ada lima hal yang dapat dipahami, mengapa Kebangkitan Kristus Penting Bagi Orang Percaya. Pertama, KebangkitanNya membuktikan kebenaran Alkitab (Lukas 24:44-47).Kedua,KebangkitanNya membuktikan bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah (Roma 1:4). Ketiga, KebangkitanNya menjamin kepastian bahwa kematianNya menebus dosa kita (Roma 6:4). Keempat,KebangkitanNya memastikan warisan orang percaya kelak di Sorga (1 Pet 1: 3-4). Kelima,KebangkitanNya memastikan penghakiman orang fasik di masa depan (Kis. 17:30-31),” papar Yehu yang mendapatkan apresiasi sebagai Anggota Kehormatan dari Ikatan Ahli Informatika Indonesia (IAII) beberapa waktu lalu.

Brigjen Pol Yehu Wangsajaya & Istri berpose bersama dengan Gembala & Ibu Gembala GBI REM Pdt. Paulus Supit-Ibu Maria Yani Supit.

Dalam pemaparan kotbahnya, berkaitan tema Paskah yang diangkat, Yehu juga menceritakan pengalamannya sebagai Polisi ketika menjabat sebagai Kapolres Minahasa beberapa tahun lalu. “Ketika menjabat sebagai Kapolres Minahasa, saya pernah dicegat orang yang sedang mabuk miras dan bermaksud minta uang. Heran ya, Kapolres saja mau dipalak. Waktu itu saya bersama sopir yang juga anggota polisi. Akhirnya saya telpon Kapolsek setempat, agar orang mabuk ini segera diamankan. Mulai dari situlah titik balik saya terpanggil untuk melayani jiwa-jiwa dengan cara membuat efek jera orang yang suka mabuk-mabukan. Setiap ada yang mabuk ditangkap dan dijeblokskan ke hotel prodeo (sel/penjara), akhirnya berhasil menurunkan orang yang suka minuman keras.Nah, mulai saat itulah saya sering diundang oleh gereja-gereja di Sulawesi Utara untuk memberikan pencerahan kepada generasi muda agar tidak melakukan tindakan kejahatan termasuk minuman keras. Nah di momen Paskah ini kita harus benar-benar bertobat dan meninggalkan perbuatan yang tidak menyenangkan hati Tuhan,” tukas Yehu yang dikenal sebagai Polisi yang rendah hati.

Jendral Yehu yang saat itu didampingi oleh sang istri tercinta, disambut hangat oleh Gembala Sidang GBI REM, Pdt. Paulus T Supit dan Ibu Gembala. “Terimakasih atas pelayanan Pak Yehu. Nanti jika ada waktu Pak Yehu bisa dijadwalkan kembali untuk memberkati jemaat GBI REM,” ujar Pdt. Paulus Supit yang langsung dijawab oleh Jendral Yehu, “Saya siap dan dengan senang hati melayani di sini. Karena jemaatnya pun sangat antusias dalam beribadah”.

Brigjen Pol Yehu pose bersama dengan Ketum DPP Perwamki, Stevano Margianto

Sementara itu, Stevano Margianto, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Wartawan Media Kristiani Indonesia (Ketum DPP Perwamki) yang juga menjadi pelayan full timer di GBI REM, mengatakan, bahwa kotbah Jendral Yehu sangat memberkati. “Saya melihat wajah dan gaya kotbah Pak Jendral Yehu mirip sekali dengan Alm. Pdt JE. Awondatu. Gaya bicara Pak Jendral sangat  lugas, dipenuhi urapan dari Tuhan sehingga membuat banyak jemaat GBI REM diberkati secara rohani,” tukas Margianto.

Sekilas Tentang Brigjen Pol. Drs. Yehu Wangsajaya, M.Kom

Brigjen Pol Drs. Yehu Wangsajaya adalah Pati Polri lulusan Akpol tahun 1989, yang telah banyak melakukan inovasi berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) sepanjang karirnya. Hal itu telah dirintis sejak ia menjabat sebagai Wakasat Lantas Poltabes Medan tahun 1998 yang turut membangun dan menerapkan Komputerisasi Ujian teori SIM pertama kali di Indonesia. Kecintaannya pada dunia informatika tidak pernah berhenti dimana pun ia ditempatkan. Berbagai inovasi bidang TIK selalu dikembangkan oleh Jenderal kelahiran Cianjur ini, seperti Aplikasi Riwayat Hidup Personil Polri (RHPP) Mabes Polri pertama kali di Indonesia pada Satker Info Personil Spers Polri tahun 2001.

Konsistensinya menjadi anggota Polri yang memiliki kompetensi TIK selalu dijaga bahkan hingga membawanya lulus jenjang pendidikan S2 bidang Ilmu Komputer tahun 2006. Bahkan pada tahun 2009 ia menciptakan Panic button hingga akhirnya ia diundang ke Korsel. Ketekunan dan profesionalisme yang dijalankannya terus dilakukan seiring peningkatan jenjang karir di bidang TIK, seperti penempatannya sebagai Kabag Pengembangan Multimedia di Lemhanas, maupun saat menjabat sebagai Kepala Sekretariat Kompolnas hingga tahun 2019 dan kini sebagai Pengembang TIK Tingkat II di Divisi TIK Polri. Rekam jejak sebagai perwira Polri yang selalu profesional mengembangkan inovasi TIK terdeteksi oleh almamaternya, Universitas Budi Luhur yang merekomendasikan alumnusnya sebagai ahli informatika setelah dilakukan studi pelacakan alumni.

Hal itu kemudian ditelaah oleh Ikatan Ahli Informatika Indonesia hingga akhirnya Yehu mendapatkan apresiasi sebagai Anggota Kehormatan pada Ikatan Ahli Informatika Indonesia (19/12/2020) dari Universitas Budi Luhur almamaternya ketika menyelesaikan studi S2 dengan gelar M.Kom. Dengan demikian Yehu, merupakan satu-satunya ahli informatika tertinggi yang dimiliki Polri karena berdasarkan studi pelacakan, ia merupakan satu-satunya Perwira Tinggi Polri yang memiliki gelar pendidikan magister ilmu komputer di Indonesia.

Yehu dalam orasi ilmiahnya sesudah acara pengukuhan sebagai ahli informatika Indonesia mengatakan bahwa ia sangat siap mewujudkan mimpi Presiden Jokowi dengan membangun Polri menjadi lembaga penegak hukum yang memiliki banyak layanan berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence). Dalam orasinya Jenderal yang selalu menyempatkan diri mengajar ilmu komputer di berbagai perguruan tinggi selama pengabdiannya, yakin dapat membuat robot polisi atau adopsi kecerdasan buatan lainnya bagi institusi Polri. Baginya, tidak ada alasan untuk tidak memanjakan dan melindungi masyarakat dengan berbagai layanan berbasis kecerdasan buatan di Polri. SM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *