PGLII Tuan Rumah General Assembly World Evangelical Alliance

Ki-ka: Pdt. Jacob Oktavianus, Deddy A Madong, dan Pdt. Tommy Lengkong

 

Ki-ka: Pdt. Jacob Oktavianus, Deddy A Madong, dan Pdt. Tommy Lengkong

JAKARTA,Pantekostapos.com – Indonesia patut bersyukur kepada Tuhan karena berkat anugerahnya Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-lembaga Injili Indonesia (PGLII) menjadi tuan rumah pelaksana Sidang Raya Aliansi Gereja-gereja dan Lembaga Injili sedunia (General Assembly World Evangelical Alliance – GA WEA) bertema Your Kingdom Come (KerajaanMu yang datang) diambil dari Roma 14-17. Perhelatan ini akan dilangsungkan tanggal 7-13 November 2019 bertempat di SICC (Sentul International Convention Center), Bogor, Jawa Barat. Dalam pembukaan akan dihadiri sekitar 6000-an jemaat serta delegasi anggota-anggota WEA , dan ibadah pembukaan rencananya akan dipimpin Pdt. Niko Njotorahardjo yang juga majelis pertimbangan PGLII .
Deddy A. Madong, SH, MA selakuWakil Ketua Host Committee atau Panitia GA WEA dalam konferensi pers di Gedung MDC di Slipi, Jakarta Barat, mengatakan Sidang Raya ini akan dihadiri wakil 131 negara anggota WEA, dengan jumlah peserta kurang lebih seribu orang. “peserta yang hadir adalah para pimpinan nasional dan internasional gereja-gereja Injili di dunia dan para tokoh-tokoh agama Kristen. Termasuk Secretary General WEA Bishop Efraim Tandero dari Fhilipina. Hal ini sebagai momentum dan waktunya Tuhan bagi Indonesia sekaligus untuk membuktikan pada dunia bahwa Indonesia adalah negara yang aman, damai dan semua agama dapat hidup berdampingan,” ujar Ketua III PP PGLII ini.
Lebih lanjut Deddy menyatakan rasa syukur PGLII atas terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah GA WEA. “Kita patut bersyukur kepada Tuhan, karena WEA GA yang berlangsung enam tahun sekali ini diadakan di Indonesia, PGLII sangat bersyukur mendapat kepercayaan tersebut. Karena sudah 48 tahun PGLII hadir di Indonesia, namun baru kali ini di percaya menjadi tuan rumah,” ungkapnya. “Sejarah dipilihnya Indonesia sebagai tuan rumah dimulai dari pergumulan pimpinan WEA dan pimpinan International Committee dalam menetapkan tuan rumah. Awalnya masuk permintaan dari Korea Selatan, India, dan negara-negara di Afrika untuk menjadi tuan rumah. Proses doa dan pergumulan itu akhirnya jatuh pada Indonesia. Ketika belahan dunia lain terjadi kelesuan rohani, tetapi tidak demikian dengan negara-negara Asia khususnya Indonesia karena ada api Injil yang terus menyala.” tambahnya.
Perhelatan besar ini rencananya akan dibuka oleh Presiden Jokowi dan juga akan mengundang Ketua Umum PBNU KH Said Agil Siradj untuk berbicara tentang Pancasila dan kerukunan agama maka inilah waktunya Indonesia untuk menjadi berkat bagi dunia, dengan membagikan pengalaman dan kesaksian dalam pemberitaan Injil ditengah-tengah negara berpenduduk muslim terbesar di dunia dan dalam berbagai tantangan namun Injil dapat terus diberitakan.
Sementara Sekretaris Umum PGLII Pdt Tommy Lengkong, MTh mengatakan GA WEA 2019 adalah perhelatan aliansi Gereja-gereja dan Lembaga Injili di negara-negara dunia Internasional. “Ada 131 negara pengurus gereja-gereja Injili dan sudah komfirmasi delegasi dari 83 negara akan hadir” ujarnya.
Jacob Oktavianus menambahkan bahwa Sidang Raya WEA membahas tiga materi utama yang menjadi concern gereja saat ini yaitu globalisasi, gender dan generasi. “Globalisasi terkait dengan dunia keseluruhan bahwa bukan hanya Eropa yang Kristen tapi seluruh dunia. Sedangkan gender disini terkait memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi perempuan di dalam gereja. Adapun generasi terkait mempersiapkan pemuda untuk memegang tongkat estafet gereja,” ujarnya. (BR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *