Satu Abad GPdI Betapa Besar Kuasa-Nya Bagi GPdI

Tangerang,Pantekostapos.com,-Missionaris dari Gereja Bethel Temple Seattle, USA: Rev. Cornelius Groesbeek dan Rev. Richard Van Klaveren mungkin tidak menyangka bahwa rintisan pelayanan keduanya di Indonesia akan membiak dan mengisi setiap desa bahkan dusun dalam wujud Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI).
Hingga kini, perkiraan setidaknya GPdI telah memiliki 13 ribu lebih jemaat dengan tenaga pendeta 13 ribu dan lebih kurang 900 ribu  jiwa. Perjuangan menyalakan api pentakosta dari Bali kemudian beralih ke Surabaya (1922) dan kemudian Cepu (1923) membuat Nusantara mementaskan putera-putera terbaiknya menjadi pionir yang antara lain adalah H.N. Runkat, Roland Oscar Mangindaan, Julianus Repi, Efraim Lesnussa,  A. Tambuwun, J. Lumenta, G.A Yokom, W. Mamahit, S.I.P Lumoindong dan A.E. Siwi.
Pelayanan para pionir tersebut bukan hanya kepada masyarakat tetapi lebih dulu kepada keluarga masing-masing, diantaranya Mangindaan yang merupakan paman dari Julianus Repi. Sedangkan Julianus Repi adalah kakak ipar dari Efraim Lesnussa (suami Martha Repi), adik dari Julianus Repi: Corneles Repi kemudian menjadi pionir Pantekosta di Minahasa bagian Selatan. Keluarga yang berasal dari Ranomea dan Pondang di Kabupaten Minahasa Selatan ini melahirkan para hamba Tuhan yang masih aktif melayani yaitu Pdt. Paul Repi (Jakarta) yang merupakan anak dari Julianus Repi, Pdt. Julianus Kesek (cucu Julianus Repi), Pdt. E. A Da Costa (Makassar; cucu Efraim Lesnussa), Pdt. Jootje Poluan (Makassar; cucu dari Cornelis Repi) dan masih banyak lagi.
Pada tanggal 4 Juni 1924 Pemerintah Hindia Belanda mengakui eksistensi “De Pinkster Gemeente in Nederlansch Indie” sebagai sebuah “Vereeniging” (perkumpulan) yang sah. Dan oleh kuasa Roh Kudus serta semangat pelayanan yang tinggi, maka jemaat-jemaat baru mulai bertumbuh di mana-mana.
Tanggal 4 Juni 1937, pemerintah meningkatkan pengakuannya kepada pergerakan Pantekosta menjadi “Kerkgenootschap” (persekutuan gereja) berdasarkan Staatblad 1927 nomor 156 dan 523, dengan Beslit Pemerintah No.33 tanggal 4 Juni 1937 Staadblad nomor 768 nama “pinkster Gemente” berubah menjadi “Pinksterkerk in Nederlansch Indie”.
Pada zaman pendudukan Jepang tahun 1942, nama Belanda itu diubah menjadi “Gereja Pantekosta di Indonesia”. Ketika itu Ketua Badan Pengoeroes Oemoem (Majelis Pusat) adalah Pdt. H.N Runkat (ketua), Pdt. SIP Lumoindong, Pdt. RM Soeprapto, Pdt. R.O Mangindaan, Pdt. Liem Bian Hok dan Pdt. L. Nanlohy.
Kini pelayanan GPdI telah mencakup seluruh provinsi di Indonesia dengan berdirinya 32 Majelis Daerah (MD) dan persebaran ke luar negeri yang meliputi Amerika Serikat, Canada, Australia, Hongkong, Korea Selatan, Timor Leste, Malaysia, Singapura dan masih banyak lagi.
GPdI juga memiliki lebih dari 25 Sekolah Alkitab dan 11 Sekolah Tinggi Teologi yang menempa mereka yang terpanggil untuk melayani.
Di samping itu GPdI merupakan pendiri Persekutuan Gereja-gereja Pentekosta Indonesia (PGPI) sebuah organisasi Kristen di Indonesia yang menaungi gereja-gereja dari denominasi aliran Protestan khusus Pentakosta. PGPI kini menjadi lembaga gereja aras nasional yang menaungi kurang lebih 90 denominasi. Para ketua umum GPdI berulang kali menjadi ketua umum PGPI. Mulai dari cikal bakalnya yang dirintis Pdt. Efraim Lesnussa hingga Pdt. M.D. Wakkary.
Pada Maret 2021, warga GPdI akan merayakan 1 Abad GPdI di Indonesia, Pantekosta Pos merangkum harapan para pemimpin tersebut terhadap GPdI.
Pdt  Harry Gultom, Ketua MD Sumatra Selatan
“GPdI semakin maju militan dengan nilai-nilai kepantekostaan, GPdI bergerak maju menyelesaikan tanggung jawab mengerjakan Amanat Agung Kristus”.
Pdt Herry Pelealu, Ketua MD Kalimantan Timur
“Kristus yang terutama agar GPdI tetap maju”.
Pdt Herry Purnomo, Ketua MD Jawa Tengah
“Kiranya GPdI menjadi semakin dewasa dalam berorganisasi dan terus menjadi pemimpin gerakan kepantekostaan di Inonesia dalam kuawalitas kehidupan rohani. Harapan kami GPdI adalah komunitas Roh Kudus yang setiap individu dari unsur pimpinan organisasi, pemimpin jemaat lokal dan anggota menjadi berkat dan berdampak kepada pembangunan mentalitas dan spritulitas Bangsa”.
Pdt. Denny Tololiu, Ketua MD Gorontalo
“Untuk GPdI maju pemimpin kedepan nanti diharapkan selalu penuh dengan urapan Ruhkudus serta hidup dalam kekudusan agar dapat memenangkan jiwa-jiwa dan petobat-petobat baru”.
Pdt. Jacob Polii, Ketua MD Kalimantan Barat
“Dalam keyakinan saya sepenuhnya, bahwa Tuhan yang yang memulaikan GPdI diSeratus Tahun lalu, akan menyempurnakannya GPdI sampai pada akhirnya, yaitu Gereja ini akan menjadi serupa dengan Gambar Kristus Yesus.”
Pdt. DR Adi Sujaka, Ketua MD Jawa Timur
“Harapan dan Doa; GPdI Harus Maju melalui  5 hal ; 1. Penginjilan, 2. Penggembalaan, 3. Pendidikan, 4. Kesejahteraan Hamba Tuhan, 5.P Administrasi dan komunikasi/ multimedia”.
Pdt. Power Manulang,  Ketua MD Riau
“Dalam rangka memperingati Satu Satu Abad, kiranya GPdI kedepan semakin mengalami tuaian jiwa-jiwa dan disertai dengan Mujizat”.
Pdt. Jootje Poluan,  Ketua MD Sulawesi Selatan
“Syukur melimpah atas kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, Kepala Gereja, yang telah membawa GPdI ke usia Satu Abad..Eben-Haeser. Kiranya kekuatan Firman Allah dan Kuasa Roh Kudus semakin berkorbar  untuk menjadikan GPdI semakin Kokoh dan terus Bertumbuh Kearah Kristus serta Berlipat Ganda Bagi Kerajaan Allah.” 
Pdt. D.G. Memah, Ketua Umum Panitia Satu Abad GPdI Bali, 30 Maret 2021
“Dengan kuat kuasa Roh Kudus, Hamba Tuhan, Jemaat, di ikuti seluruh Warga GPdI kiranya semakin menyala dalam roh melayani Tuhan (Roma 12:110), Sebagai mempelai Kristus harus siap menyosong kedatangan Kristus mempelai Sorga (Matius 25:1-13, Wahyu 19 : 7-8).”
Pdt. Drs Julianus Kesek, M.Th., Ketua Departemen Misi dan Perintisan Gereja Lokal MP/Bendahara Umum MD Sulawesi Utara. 
“Usai  pelaksanaan  acara akbar GPdI di Bali yaitu Satu Abad GPdI, ke depan di Tahun 2022 GPdI akan  kegiatan  pesta demokrasi Gereja yaitu MUBES dan Musda-musda, dalam menghadapi kompentisi, suksesi di Tahun 2022 tersebut kalau muncul calon-calon yang memenuhi persyaratan Firman Tuhan dan AD/ART GPdI  adalah hal yang wajar dan marilah kita memberikan dukungan  yang terbaik dan harapan saya sesudah perayaan satu abad di Bali mari kita sukseskan juga Mubes dan Musda-musda GPdI di seluruh Indonesia Tahun 2022”
Pdt. Decky Paendong, Gembala Sidang Gereja Pantekosta di Indonesia, Hitachinaka, Ibaraki Japan.
“Saya merasa bangga dan sukacita didalam Yesus Kristus di Usia Satu Abad GPdI masih mendapat kesempatan melayani Tuhan di Negara Sakura Japan, hampir 30 Tahun, Harapan Saya ke depan GPdI semakin maju dan bisa tampil Ketua Umum Majelis Pusat GPdI  seorang hamba Tuhan perempuan yang tangguh dan berwibawah dan mampu membawa GPdI kearah perubahan yang lebih dan tidak one man show untuk merwarnai kepemimpinan GPdI”
Pdt. Lukas Marani, Ketua MD Papua Barat.
“GPdI sudah memasuki usia Satu Abad, selaku pemimpin Organisasi GPdI dan Gembala Sidang jemaat di GPdI Sorong Kota Papua Barat, Saya bersyukur GPdI mengalami tuaian jiwa-jiwa mencapai jutaan sebuah pertanda GPdI Maju dan dsiberkati Tuhan. Mari kita terus bergandengan tangan mengedepankan membangun masa depan GPdI yang baik dan maju dalam semua aspek kehidupan baik batiniah maupun rohaniah sampai kita bertemu dengan Yesus Kristus pada kedatangannya yang kedua.”
Pdt. Jerry Erika Sanger, GPdI Australia.
“Harapan dalam rangka Satu Abad adalah menjadi GPdI yang Simpatik, Harmonis, Sekali GPdI tetap GPdI, GPdI yang Kokoh, Modern, Smart, GPdI yang mengejar nilai nilai rohani, dan semakin berakar dalam Yesus.”
Pdt. Lodewick Kambey, Ketua MD Bangka Belitung
“Kita sekarang berada masa yang terakhir dimana kedatangan Tuhan Yesus semakin dekat maka harapan saya GPdI agar pemimpin kedepan memiliki kematangan dan kehandalan dalam proses pendewasaan rohani sekaligus membenahi manejemen  organisasi GPdI serta dapat meningkatkan kualitas sumber daya para hamba2 Tuhan.”
Pdt. DR. Franky D Rewah, MTh, M.Pd., Ketua MD Sulawesi Tengah
“GPdI harus berpikir visioner, misioner dan reformer, Bekerja keras, cerdas dan tuntas, Bertindak cermat, cepat dan tepat, Melayani dengan tulus, kudus dan berintegritas. Kita adalah GPdI dan GPdI adalah Kita.”
Pdt. Drs Yopie Silooy, S.Th., Ketua MD Periode 2012-2017 Banten
“GPdI tetap jaya, kiranya API GPdI tidak boleh padam, kedepan para pemimpin GPdI baik ditingkat pusat maupun ditingkat daerah jangan sekali-kali melupakan sejarah, mari kita selalu ingat dan hormati para pejuang-pejuang/pioner-pioner GPdI. GPdI harus maju, saya sangat setuju kedepan GPdI di pimpin oleh seorang Tokoh GPdI perempuan.”
Pdt. DR. Efrayim Abraham da Costa, Sekretaris III MP-GPdI
“Agar Api Pantekosta berkobar di dalam ORGANISME (tubuh Kristus di GPdI) Berdasarkan biologi dan ekologi, organisme adalah tingkat organisasi kehidupan yang terakhir berupa kumpulan molekul-molekul yang saling memengaruhi sehingga berfungsi secara stabil dan memiliki sifat hidup. Apa itu contoh organisme: Ya kita, dong. Manusia. Makhluk-makluk hidup lain juga merupakan organisme, adalah sebuah harapan di Satu Abad GPdI.”
Pdt. Yandri Ganda, Sekretaris MD Kalimantan Utara
“Majelis Daerah GPdI Kalimantan Utara mengucapkan Dirgahayu Satu Abad kepada Gereja Pantekosta di Indonesia. Harapan kami; 1 dalam memasuki satu abad GPdI semakin maju, dalam hal pelayanan menjangkau jiwa-jiwa di daerah pedalaman, desa dan kota bahkan sampai ke mancanegara. 2. GPdI semakin memiliki pemimpin yang luar biasa dalam melaksanakan tugas gereja, 3. GPdI semakin berkualitas dalam iman dan kepercayaan kepada Tuhan Yesus Kristus”
Pdt. David Posumah, Wakil Ketua I MD NTT
“GPdI semakin jaya, semakin diberkati dan menjadi gereja yang sukses diberkati Tuhan dan memberkat jemaat Tuhan sebuah harapan yang abadi di Satu Abad GPdI 1921-2021.”
Pdt. Jeffry Daniel Matulandi, Wakil Sekretaris MD Kalimantan Tengah
“Harapan di usia Satu Abad GPdI, Semakin baik dan maju serta tetap mengedepankan Kuasa Roh Kudus sebagai ciri khas GPdI dan yang sudah di tanamkan oleh Para Founding Father sejak gereja berdiri.”
Pdt. Daniel Nelwan, Biro Penginjilan MD Maluku Utara.
“GPdI Semakin maju, Teruskan dan Kobarkan semangat memenangkan jiwa-jiwa menuju Kerajaan Sorga, Pimpinan GPdI dari Pusat dan Daerah dapat bersinergi membangun pelayanan yang berfokus membawa jemaat Tuhan mencapai kedewasaan rohani dewasa menyonsong kedatangan Tuhan Yesus yang kedua.”
Pdt. Gusti Putu, Ketua MD Sulawesi Barat
“GPdI menjadi Gereja yang terdepan mengamalkan prinsip-prinsip hidup di dalam Kristus. Tumbuh kembang GPdI harus di Nafasi oleh Roh Kudus. Siap mengorbit kader kader muda yang berintegritas, inovatif, di penuhi oleh Roh Kudus. Di Satu Abad GPdI terus bertumbuh kearah Kristus, Api Pantekosta terus menyala, siapkan minyak untuk menyalakanNYA…. Haleluya!”
DR. Zakaria Manambe, S.H.,M.H.,CIL.,M.Th.,M.is.,M.Pd.K. Ahli Hukum GPdI (Low Office ZAMAN & PARTNERS)
“GPdI Tahun 2021 tepatnya bulan Maret ini memasuki usia Satu Abad. Suatu usia organisasi yang cukup dewasa. Tentunya kedewasaan itu harus dinyatakan dengan kemajuan bukan hanya bertambahnya jumlah gereja lokal dan Jemaat, tapi harus dibarengi dengan peningkatan manajemen organisasi gereja yang baik. Pemberdayaan semua potensi yang ada di GPdI akan membawa dampak pada perkembangan gereja. Dari sisi penegakkan aturan organisasi tentunya harus menjadi perhatian pimpinan gereja di masa yg akan datang. Dasar hukum gereja adalah AD/ ART, yang harus menjadi landasan gereja yang harus ditegakkan dalam menjalankan organisasi, siapun tanpa memandang ras, suku harus tunduk pada aturan hukum gereja itu sendiri. Dan berbicara hukum positif GPdI (AD-ART) aturan itu belum sepenuhnya ditegakkan di organisasi GPdI yang sudah satu abad ini. Semoga Kedepan ada komitmen bersama semua petinggi GPdI untuk tunduk pada aturan Hukum yang menjadi landasan hukum gereja. Dengan demikian organisasi gereja akan berjalan sesuai AD/ ART itu sendiri.”
Pdt. DR. John Bangun, Hamba Tuhan GPdI DKI Jakarta
“Lanjutkan”, apa yang menjadi Visi dan Misi semula dari para pionir GPdI ketika pertama kali datang ke Bumi Pertiwi”
Pdt. DR. Samuel Tandiasa, Ketua MD Yogyakarta
“Harapan dan impian untuk GPdI lahir seorang, Pemimpin yang Cerdas memimpin dari belakang terutama pada moment-moment indah, dan berdiri di garis depan ketika situasi buruk. (Kutipan/Sudah di posting melalui FB Viva Pantekosta)”
Pdt. Moody Katuhe, KD Pelayana Anak Hamba Tuhan (PELHT GPdI) Kepulawan Riau
“Selamat dan diberkati untuk GPdI atas usia gereja Satu Abad. Tuhan telah menyatakan tuntunanNya serta pemakaianNya atas GPdI sepanjang Satu Abad ini. Harapan kami mewakili Pelaht Kepri supaya menjadi lembaga gereja yang mempersatukan hamba2 Tuhan GPdI serta menghilangkan kesan terkotak-kotaknya individu karena proses pemilihan pemimpin baik di pusat dan daerah. Kedepan GPdI harus bergandengan tangan membangun kebersamaan antar generasi yang menjadi kekuatan pelayanan kita. Haleluyah12x. Tuhan memberkati GPdI.”
Pdt. Yvonne Awuy Lantu, Ketua MD Sulwesi Utara
“Doa merupakan kunci sukses dalam pelayanan yang disukai oleh Tuhan Yesus Kristus. Yesus Kristus Allah, memerintahkan kita untuk berdoa kepadaNya, baik permintaan untuk kepentingan pribadi maupun umatnya seperti permohonan agar sukses dalam usaha, karir, study bahkan selamat dari kejahatan, pelayanan diberkati, pemimpin gereja yang sukses khususnya GPdI, Doa adalah jawaban dalam segala sesuatu. Harapan untuk Satu Abad GPdI tingkat DOA untuk GPdI Maju. Dirgahayu Satu Abad GPdI.”
Pdt. Henri Lolaen, Ketua Sekolah Alkitab GPdI Ambon
“Kobarkan terus Api Pantekosta untuk terus menyala sampai kebenaran bersinar terang bagi bangsa-bangsa. GPdI adalah kita dan kita adalah semangat GPdI. Dirgahayu SATU ABAD GPdI. Haleluyah.”
Pdt. Leonard Berty Motulo, Ketua BMCE GPdI Sulawesi Utara
“Jaya terus GPdI, GPdI adalah kita, Kita adalah GPdI Harapan di SATU ABAD GPdI; Multimedia, Informasi, dan  Pemberitaan, untuk GPdI maju dan bersinar, akan selalu menjadi garda  terdepan untuk menyuarakan kebenaran terkait dengan pelayanan GPdI di era Virtual dan Digital. Dirgahayu Satu Abad GPdI.”
Penulis : Chemuel Rafael Watulingas, Pemimpin Redaksi Pantekosta Pos.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *