Mon. Oct 14th, 2019

STT Makedonia Gelar Dies Natalis ke VII & Wisuda Sarjana Teologi Ke IV

 

Jakarta,Pantekostapos.com, Baru-baru ini Sekolah Tinggi Teologia Makedonia (STT Makedonia) Kelapa Gading, Jakarta Utara menggelar Sidang Senat Terbuka dalam rangka Dies Natalis ke VII dan Wisuda Sarjana Teologia (S1) ke IV sebanyak 16 mahasiswa/wi.

Acara yang diadakan di Kampus STT Makedonia,Jl. Boulevard Bukit Gading Raya Blok C No.27, RT.15/RW.3, Klp. Gading Barat, Jakarta Utara ini merupakan sebuah kegiatan akhir dari proses belajar dan mengajar dari para Mahasiswa/i yang berkuliah di STT Makedonia selama 4 Tahun.


Sidang Senat Terbuka ini Mengangkat sebuah Tema : “Credo Igitur Intelligo” (Kepercayaan Membentuk Pengertian).


Pimpinan Yayasan STT Makedonia, Pdt. Eddy Tatimu dalam kata sambutannya, merasa bangga atas terlaksananya wisuda ini. “ Selaku pimpinan yayasan, saya juga mengucapkan rasa terima kasih kepada pimpinan STT dan para dosen-dosen yang telah berkomitmen tinggi untuk menjalankan kegiatan perkuliahan hingga bisa mewisuda para mahasiswa/i pada hari ini,” tukas Pdt. Eddy Tatimu.


Sementara itu orasi ilmiah yang disampaikan oleh Ketua STT Makedonia, Pdt. Dr. FH Saerang, mengelaborasi tema “Credo Igitur Intelligo”, dengan mengutip kitab Amsal 3:5, percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.
Menurut FH Saerang, teologi memiliki peran penting dalam kehidupan umat manusia. Teologi merupakan suatu proses pemikiran dan pemahaman berdasarkan kepercayaan kepada Allah, kepada firmanNya. Seperti halnya agama Abrahamik yang lain, iman mencakup suatu keyakinan akan keberadaan Allah, akan realitas suatu ranah transenden bahwa Allah memerintah secara imanen sebagaimana dalam kerajaanNya, dan akan kemurahan hati dari kehendak Allah atau rencana Allah bagi umat manusia. “Salah satu penyataan iman (credo) menjelaskan perbuatan-perbuatan yang mendasar dari iman yang menyelamatkan adalah menerima menyambut dan bersandar hanya kepada Kristus saja untuk pembenaran, pengudusan dan kehidupan kekal. Pemahaman tentang iman yang menyelamatkan tetap dipegang dalam tradisi kekristenan. Iman yang menyelamatkan umumnya, dipahami sehubungan dengan keyakinan, kepercayaan dan ketergantungan pada pribadi Yesus dan karya pendamaianNya yang terpenuhi melalui kematianNya di atas kayu salib,” ungkap Pdt. FH Saerang. SM/CW

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *