Terungkap Misteri Dibalik Meninggalnya Tokoh Gereja Papua, Pioner GPdI, Pendeta Simson Robert Numberi

Jayapura Papua, PANTEKOSTAPOS.COM -Tidak ada segala sesuatu yang abadi di dunia ini, tak terkecuali manusia, bahkan kematian manusia penuh dengan misteri bermakna bagi orang-orang yang dikasihi dan terdekat yang ditinggalkan. Alkitab pun mengatakan tak seorangpun berkuasa menahan angin dan tiada seoranpun berkuasa atas hari kematian, (Penghotbah 8:8). Kematian pasti akan menimpa siapa saja, tak kenal tempat dan waktu. Oleh karena itu, sebagai manusia, kita hanya bisa mempersiapkan segala sesuatu yang kemungkinan bisa terjadi. Kematian selalu menyisakan duka yang mendalam bagi setiap orang. Terlebih saat keluarga atau orang-orang terdekat telah menemui ajalnya, tentu hal ini menjadi peristiwa yang memilukan, Sebagai manusia yang masih diberi kesempatan untuk hidup, sudah seharusnya selalu berharap bahwa orang yang sudah meninggal didalam Tuhan pasti berbahagia seperti kata Firman Tuhan; “Berbahagialah orang yang mati didalam Tuhan, sejak sekarang ini.” “Sungguh” kata Roh, “supaya mereka boleh beristirahat dari jeri lelah mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka”, (Wahyu 14:13”.

Jenazah Di dalam Gedung Gereja GPdI Hamadi Jayapura

Adalah sosok Hamba Tuhan Pionir-Pahlawan Iman Pendeta Simsom Robert Numberi, Gembala Sidang Jemaat, Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Hamadi, Jayapura, Papua, pada tanggal 19 Juli 2021 jam 13.00 WIT, dipanggil Tuhan berpulang ke Rumah Bapa di Surga. Almarhum Pendeta Simson Robert Numberi, menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Provita Jayapura, Papua. Dalam perjalanan hidup almarhum semasa hidupnya pernah menikah dengan RUTH WINGGA, WAROMI, (almarhumah) dan dikaruniai delapan orang anak masing bernama: 1. Dolintje Number (almarhuma), 2. Susana Numberi, 3. Jermias Number, 4. Pendeta Elion Numberi, 5. Semuel Number (almarhum), 6. Elke Numberi, 7. Mike Numberi, 8. Efi Pauline Numberi, dan kepergian almarhum juga meninggalkan anak-anak mantu, cucu-cucunya, keluarga besar Numberi-Waromi juga Sidang Jemaat GPdI, Hamadi, Jayapura. Sepeninggalnya almarhum, tentu saja membawa duka yang dalam bukan hanya keluarga besar Numberi-Waromi, namun rasa duka yang dalam dan merasa kehilangan adalah warga GPdI diseluruh pelosok Nusantara Indonesia pasalnya sosok Almarhum Pendeta Simson Robert Numberi, merupakan Tokoh dan Pionir GPdI yang telah membaktikan seluruh hidupnya untuk bekerja di ladang Tuhan selama 61 Tahun di tanah Papua sekaligus dikalangan GPdI almarhum dikenal dengan Hamba Tuhan yang taat, setia, kosisten dalam menjaga DOKTRIN GPdI, Pernah mendapat kepercayaan menajadi Majelis Pertimbangan Rohani (MPR), Majelis Pusat-GPdI Periode 2017-2022, Bendahara Majelis Daerah-GPdI Irian Jaya sekarang Papua, selama Delapan Periode, motto hidupnya dalam pelayanan menjaga; Kesucian dan Kepenuhan Roh Kudus, sementara ayat mas Alkitab Amsal 10:27, serta tetap mencintai lagu-lagu/puji-pujian Pantekosta tempo dulu, salah satunya berjudul; “Yesus Engkaulah Juruselamatku” dan sepuluh hari menjelang kematian lagu ini, dinyanyikan oleh almarhum bahkan dalam ibadah rumah tangga ataupun ibadah umum minggu pagi lagi menjadi lagu andalan, dan masih ada satu lagi yaitu lagu berjudul “Siapa tertanam dalam rumah Tuhan, kan berbunga dihalaman Allah bahwa orang benar seperti pokok kurma, seperti aras diatas Libanon”.

Jemaat GPdI Hamadi Jayapura

Almarhum lahir di Ambai Serui, 28 Februari 1931 dan meninggal di Jayapura, 19 Juli 2021. Sebelum menjadi menjadi Hamba Tuhan, almarhum pernah berkerja diperusahan minyak (NNGPM) dan membangun Perusahan Keluarga bernama; PT Yawa yang bergerak dalam pengelolaan Pom Bensin dan Aset-aset lainnya di Irian Jaya (Tanah Papua). Kemudian Almarhum mendapat Panggilan Tuhan memberi hidupnya memenuhi panggilan Tuhan masuk di Ladang Tuhan menjadi Penginjil dan Gembala Sidang selama 61 Tahun, dan almurhum tercatat pernah mengikuti Pendidikan Sekolah Alkitab di Batu, Malang Tahun 1973 dan lulus. Tepat pada usia 90 Tahun almarhum dipanggil pulang ke Rumah Bapa di Sorga dan mengakhiri semua tugas-tugas pelayanannya di dunia. Almarhum berpulang ke-Rumah Bapa di Sorga dengan tenang bahkan beberapa hari sebelum, almarhum menghebuskan nafas terakhirnya, almarhum sempat berkomunikasi dengan salah satu Majelis Jemaat bernama Jhon Apono, menurut cerita pada tanggal 11 Juli 2021, “Jhon Antono datang ke rumah almarhum untuk berdoa dan sebelum DOA, almarhum sempat mengeluarkan ucapan dari mulutnya yang terkait dengan angka 13, 13, 13, Jhon Apono bersama keluarga waktu mendengar ucapan seperti itu, sempat bertanya-tanya dalam hati apa artinya dan maksudnya? Setelah melewati dua hari tepat pada tanggal 13 Juli 2021, salah satu anak almarhum Pendeta Elion Numberi, kembali ketika mau mendoakan almarhum dan sebelum DOA keluar ucapan angka 19,19,19, Pendeta Elion selaku Hamba Tuhan dan Anak yang pada waktu itu juga sedang bersama-sama dengan keluarga, semuanya langsung berjabat tangan sambil bertanya-tanya dalam hati apa arti dari angka 13 dan 19.

Pdt Elion Numberi, S.Th, M.Th, Dilantik Menjadi Gembala Sidang GPdI Jayapura Oleh Ketua Umum MP-GPdI, Pdt DR. Jhonny Weol, M.Th, MM

Setelah melewati 13-15 Juli 2021, almarhum dibawah ke Rumah Sakit Provita Jayapura untuk dirawat selama beberapa hari. Pada jam 6.00 pagi WIT 19 Juli 2021, anak almarhum yang adalah seorang Pendeta Elion yang sedang berada di Pastori GPdI dan bertemu dengan Ibunya dan kakaknya bernama Susana, terjadi perbincangan dan berkata; hari ini tanggal 19 Juli 2021! kemudian pada pagi itu, Pendeta Elion pergi mengunjungi jemaat untuk tugas pastoral/berdoa dan selesai dari tugas tersebut kembali ke pastori dan tiba jam 10, dan baru saja baru tiba di pastori, tiba-tiba dokter dari Rumah Sakit menelpon ke keluarga untuk memberi tahu bahwa, “Jantung almarhum sudah lemah” menaggapi telpon tersebut Pendeta Elion dan keluarga langsung menyerukan doa meskipun dalam hati, kemudian masih pada hari yang sama tepat pada jam 13.00 WIT, dokter menelpon kembali ke Telpon Selular Pendeta Elion dan dalam percakapan tersenut dokter memberi tahu bahwa almarhum sudah menghembuskan nafasnya yang terakhir dan ketika Elion melihat jarum jam ditangannya, menunjukkan tepat pada angka 13. Melalui arah jarum jam yang arahnaya menunjuk tepat pada angka 13, maka dari situlah Pendeta Elion Numberi dan semua Keluarga Besar Numberi-Waromi, memahahi dan mengerti jawaban maksud dari sebuah MISTERI angka 13-19, bahwa almarhum Pendeta Simson Robert Numberi, meninggal tepat pada Jam 13. 00 tanggal 19 Juli 2021 di Jayapura Tanah Papua. Dengan meninggalnya almarhum Pendeta Robert Simson Numberi, Gembala GPdI Hamdani, Jayapura, maka pelayanan penggembalaan selanjutnya, diteruskan oleh anak almarhum bernama Pendeta Elion Numberi, S.Th, M.Th, kemudian secara organisasi GPdI, pelaksanaan pelantikkan penggembalaan dilakukan oleh Ketua Umum, Pendeta DR. Jhonny Weol, M.Th, MM dihadapan jenazah, majelis gereja, jemaat GPdI Hamadi, dan disaksikan para pelayat dilokasi GPdI Hamadi tempat disemayamkan jenasah almarhum”, Ungkap Elion. (Chemuel Watulingas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *