TIM PENGINJIL PANTEKOSTA MELIHAT DARI DEKAT SUKU LAUT TANJUNG GUNDAP DI KEPULAWAN RIAU

0
Tanjung Gundan

Tim Penginjil Pantekosta

TANJUNG GUNDAP, KEPULAUAN RIAU – Minggu 27 Juli 2025, Pantekosta Pos, Setelah melayani Firman Tuhan dan memberkati jemaat dalam ibadah Minggu pagi di GPdI Syekinah Batam, yang digembalakan oleh Pdt. Efrayim Mokusuli, tim misi yang dipimpin oleh Penginjil Pantekosta, Pdt. Dr. Chemuel Watulingas, SH., M.Th., CSM, bersama sang istri tercinta Yuni Winata, didampingi Pendeta Efrayim Mokusuli, M.Th, M.Pd, Pendeta  langsung bergerak menuju lokasi pelayanan misi di Tanjung Gundap, wilayah terpencil yang dihuni oleh komunitas Suku Laut.

Perjalanan menuju lokasi memakan waktu hampir satu jam melalui jalur darat dan sebagian perairan, melewati rintangan medan yang cukup menantang. Namun dengan semangat dan kasih yang menyala, rombongan misi tetap melanjutkan perjalanan tanpa keluhan. Setibanya di lokasi, rombongan disambut hangat oleh Pendeta muda Venly Simpangnaung, yang melayani di tengah komunitas Suku Laut, bersama calon istrinya, yang juga turut ambil bagian dalam pelayanan tersebut.

Wawancara Penginjil Pantekosta dengan Yanto Anak Suku Laut Tanjung Gundap

Salah satu momen istimewa dalam kunjungan ini adalah pertemuan langsung dengan Yanto, salah satu anak dari Kepala Suku Laut setempat. Dalam sebuah wawancara singkat namun penuh makna, Yanto menceritakan bahwa ia lahir dan besar di laut, dan selama bertahun-tahun mereka hidup tanpa mengenal agama atau iman tertentu. “Kami hidup berpindah-pindah di atas perahu, tidak mengenal siapa Tuhan,” ujar Yanto dengan nada reflektif.

Namun segalanya berubah beberapa tahun terakhir, ketika para Penginjil GPdI, seperti Pdt. Efrayim Mokusuli dan Pdt. Fenly, secara konsisten datang dan memperkenalkan Yesus Kristus kepada komunitas Suku Laut. Mereka tidak hanya membawa pengajaran, tetapi juga menghadirkan kasih, perhatian, dan kepedulian yang tulus.

Kepala Suku Laut kedua dari kiri
Suasana Ibadah Suku Laut

“Orang-orang ini datang bukan untuk menghakimi kami, tapi menunjukkan kasih Yesus. Kami belajar mengenal Tuhan, dan sekarang kami percaya kepada-Nya,” lanjut Yanto dengan mata berkaca-kaca.

Menurut keterangan Pdt. Fenly, saat ini sudah ada sekitar 30–40 orang dewasa dan 30 anak-anak Sekolah Minggu dari komunitas Suku Laut Tanjung Gundap yang telah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat mereka. Mereka rutin mengikuti ibadah, pengajaran Alkitab, dan kegiatan pembinaan iman lainnya.

Pelayanan misi ini bukan tanpa tantangan. Selain medan yang sulit dijangkau, keterbatasan fasilitas dan kebutuhan hidup masyarakat menjadi bagian dari pergumulan pelayanan. Namun semuanya dijalani dengan penuh sukacita karena melihat buah pelayanan yang nyata.

Pdt. Efrayim Mokosuli dilokasi Suku Laut
Pendeta Muda Fenly
Lokasi Suku Laut

Pdt. Dr. Chemuel Watulingas dalam pesannya menyatakan, “Yesus itu ajaib dan luar biasa. Injil adalah kekuatan Allah yang sanggup mengubahkan siapa saja, bahkan mereka yang belum pernah mendengar nama-Nya sekalipun.”

Kunjungan ini menjadi bukti bahwa misi penginjilan ke pelosok-pelosok Nusantara masih sangat relevan dan dibutuhkan. Dan Suku Laut di Tanjung Gundap menjadi saksi hidup bagaimana kasih Kristus menjangkau mereka yang terpinggirkan, dan menghadirkan terang di tengah kehidupan mereka yang dulu tak mengenal harapan. Segala kemuliaan bagi Tuhan Yesus.

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *