TRINITAS & HANYA YESUS

Pdt. Jhon Ratu & istri

Probolinggo, Pantekosta pos.com–Jelang satu abad GPdI, yang sudah didepan mata kita, redaksi Pantekosta Pos, menurunkan sebuah tulisan, dengan topik: Trinitas dan Hanya Yesus. Nara Sumber : Pdt. Jhon Ratu Taengetan
, M.Th, M.Pdk, Gembala Sidang GPdI Yesus Jawaban, Probolinggo, Jawa Timur. Mengutip Bacaan Alkitab, Kolose 1 : 15-23

Pdt. Jhon Ratu & istri

PENDAHULUAN
Banyak orang Kristen tidak mengerti siapa sesungguhnya Yesus Kristus, sehingga mereka tidak dapat menjelaskan siapa Tuhan Yesus yang mereka percayai sebagai Tuhan dan Juruselamat dengan benar (alkitabiah). Kristus merupakan central dari seluruh tokoh, peristiwa, berita atau apapun yang diungkapkan oleh Alkitab. Semua kitab dalam Alkitab tidak memiliki arti apa-apa tanpa dihubungkan dengan pribadi Kristus. Dg kata lain kekristenan tidak memiliki arti apa-apa tanpa Kristus (No Christian without Christ).

Dengan demikian pemahaman kita tentang Kristus, mempengaruhi iman dan kehidupan kita secara menyeluruh. Jika pemahaman kita salah tentang Kristus, maka hal itu akan menyesatkan dan berdampak serius dalam kehidupan dan pelayanan kita. Itulah sebabnya mempelajari Kristologi yang alkitabiah sangat penting bagi setiap orang percaya. Berikut ini akan dibahas secara khusus tentang keutamaan atau supremasi Kristus

SUPREMASI KRISTUS Menurut Kol. 1:15-23

1.Yesus lebih utama dari segala sesuatu karena Dia adalah pencipta segala sesuatu (ay 15-17).
Ungkapan gambar Tuhan dalam ayat 15 dari bahasa Yunani eikon tou theou artinya cetakan yang persis dengan Tuhan atau foto Bapa sendiri. Hal ini menunjuk kepada keberadaan Bapa yang tidak kelihatan, menjadi jelas dalam diri Yesus Kristus.
Keberadaan Tuhan tersebut dijelaskan dengan hadirnya kata ”sulung” dalam bahasa Yunani Prototokos artinya lebih utama dari segala yang diciptakan. Hal ini tidak menunjukkan urutan penciptaan, tapi membri penekanan kepada kualitas (keutamaan) Yesus sebagai perancang & pelaksana serta tujuan penciptaan.

Konteks mendukung pengertian tersebut, karena dalam ayat 16 diungkapkan bahwa, ”segala sesuatu telah diciptakan didalam Dia (en auto); segala sesuatu diciptakan oleh Dia (di auto); dan segala sesuatu diciptakan untuk Dia (eis auton)”. Kebenaran diatas membuktikan bahwa Yesus bukanlah bagian dari ciptaan, tetapi Tuhan Yesus adalah pusat, pelaksana dan tujuan dari penciptaan itu sendiri
Inilah fakta bahwa Yesus adalah pribadi yang paling utama dibandingkan segala sesuatu, karens Dia telah menciptakan segala sesuatu. Dialah Tuhan yang patut disembah, diagungkan, dihormati, dan ditaati. Apakah kita sudah mengutamakan Dia diatas segala sesuatu? Ingat! Segala sesuatu ysng kita miliki termasuk hidup kita sendiri berasal dari Tuhan Yesus. Oleh karena itu jadikan Tuhan Yesus yang paling utama dalam hidup kita, diatas pekerjaan, harta, keluarga, bahkan segala sesuatu yang kita miliki.

2. Yesus lebih utama dari segala sesuatu
karena Dia telah bangkit dari kematian (ay 18,19)
Ayat 18 mengatakan: ”Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia lebih utama dari segala sesuatu.” dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa Tuhan Yesus lebih utama dari segala sesuatu karena fakta bahwa Dia telah bangkit dari antara orang mati. Kebangkitan Yesus adalah fakta sejarah, hal ini dijelaskan oleh Paulus dengan bukti2 yang sangat akurat dalam I Kor 15: 1-11.

Kebangkitan Yesus ini sangat penting, karena hal ini menentukan keselamatan orang percaya kepadaNya. Jika Yesus tidak bangkit, sia-sialah iman percaya kita, karena Yesus kalah oleh kematian. Tetapi fakta menyatakan bahwa Yesus bangkit dari antara orang mati. Hal ini merupakan jaminan bagi orang yang percaya kepadaNya, akan mengalami kebangkitan untuk menerima hidup yang kekal di surga

Tidak ada orang yang dapat bangkit dari kematian selain Tuhan Yesus. Tokoh-tokoh agama manapun termasuk nabi-nabi, mereka semua mati dan tidak pernah mengalami kebangkitan. Yesus Kristus mati untuk menebus dosa2 manusia. Tapi Dia tidak kalah oleh kematian, Dia bangkit dari kematian untuk membuktikan bhw Dia Allah yang berkuasa atas kematian. Inilah yang menjadi penghiburan bagi setiap org yang percaya kepadaNya, bahwa kematian bukanlah sesuatu yang menakutkan, tapi merupakan jembatan untuk menikmati hidup yang lebih indah lagi

Yesus telah bangkit!!! Ini adalah fakta yang membuat Dia lebih utama dari segala sesuatu. Utamakanlah Yesus!!! Karena Dia telah melakukan apa yang tidak dapat dilakukan oleh siapapun. Kuasa kebangkitanNya menjadi jaminan kemenangan bagi gereja Tuhan untuk maju terus menuju kesempurnaan (baca ayat 23!). Bangkitlah dari kelesuan rohani dan terus bersemangat !!! karena Dia telah bangkit.

3. Yesus lebih utama dari segala sesuatu krn Dia mendamaikan kita dengan Allah (ay 19-22)
Ayat 20-22 mengatakan: ”dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dg diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus. Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dlm hati dan pikiran spt yg nyata dari perbuatanmu yang jahat, sekarang diperdamaikan-Nya, di dlm tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya, untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya.”

Perhatikan ungkapan: “memperdamaikan, pendamaian, dan diperdamaikan-Nya.

Tiga kali ungkapan yang memiliki gagasan yang sama diulang-ulang, itu berarti menyatakan betapa pentingnya doktrin pendamaian.

Doktrin ini menyatakan bahwa manusia adalah musuh Tuhan karena hakekat & dosa2 yg dilakukannya, shg manusia mati (terpisah dg Allah). Tidak ada jalan lain untuk mendamaikannya, selain kematian Kristus (Baca Ef. 2:1-7)

Tujuan doktrin pendamaian “untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya.” (ay 22 bnd Ef. 1:13-14; 2:8-10).

Supremasi Kristus Menurut Ibr. 1:1-4

Dalam Ibrani 1:1-4, penulis menyatakan bahwa Kristus adalah pengantara Firman Allah yg jauh lebih unggul dibandingkan dg para nabi. Setelah selesai mengadakan penyucian dosa Dia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi jauh lebih tinggi dari pada malaikat-malaikat.

Ada dua kontras yang dinyatakan dalam Ibrani 1:1-4, yaitu zaman dulu dan zaman akhir. Pada zaman dulu, pengantara Firman Tuhan adalah para nabi, sedangkan di zaman akhir, melalui Yesus (1-2). Jadi pembicaraan Tuhan sekarang memiliki kemuliaan yang lebih dari pada dulu, dengan kata lain Kristus adalah puncak pembicaraan Tuhan di zaman akhir ini. Berikut ini fakta-fakta bahwa Kristus tidak ada bandingannya yang dijelaskan dalam ayat 2-4:

1.Dia ditetapkan menjadi pewaris segala sesuatu, artinya berhak menerima segala yang ada. Ini nampaknya menjadi gema pernyataan dalam Mazmur 2:8 yang berbunyi, ”mintalah kepada-Ku maka bangsa-bangsa akan kuberikan kepadamu menjadi milik pusakamu dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu.” Warisan yang dimaksud rupanya mencakup juga ”dunia yang akan datang” (bnd 2:5).

2. Dia menciptakan segala yang ada. Ungkapan yang literalnya berarti “masa-masa” (jaman) berarti juga alam semesta (bnd 11:3). Seluruh alam semesta, mencakup ruang dan waktu adalah hasil ciptaan Yesus Kristus. Hal ini senada dengan ungkapan rasul Yohanes demikian, “ Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan”. (Yoh. 1:3 Band. Kol. 1: 15-17). Ia berhak mewarisi, sebab Ia juga yang menciptakan semuanya.

3. Dia adalah Cahaya kemuliaan Bapa. Hal ini menegaskan bahwa Anak Tuhan adalah berkat cahaya Tuhan yang telah menjamah hidup manusia. Kemuliaan Tuhan nampak dalam cahaya yang dipancarkan Anak.

4. Dia adalah gambar wujud Bapa. Yesus adalah keberadaan Bapa sendiri, cap yang dihasilkan oleh gambar pada stempel. Kristus merupakan ”perwujudan dan pengejawantahan,” diri Bapa yang sempurna. Melalui butir 3 dan 4 ditegaskan bahwa Kristus meski berbeda dengan Bapa, namun tak terpisah dari Bapa; dengan demikian perbedaan dan kesatuan dijelaskan.

5. Dia menopang segala sesuatu. Firman yang telah menciptakan ini juga yang menopang dan mengarahkan semesta ini kearah sasaran yang telah ditentukan.

6. Dia menyucikan dari dosa. Penulis bergeser dari menguraikan peran Kristus terhadap semesta ke karya-Nya yang dilakukan-Nya bagi umat manusia. Yang tidak terjangkau oleh upacara korban, kini diwujudkan-Nya dengan sempurna.

7. Dia duduk di sebelah kanan Bapa. Pemuliaan dan keagungan Kristus yang melebihi segala sesuatu. Ia ”duduk” dikontraskan dengan pelayanan imam keturunan Harun yang tetap berdiri, sebab tata upacara korban mereka tak kunjung berakhir (bnd Maz. 110). Secara teologis “duduk” berarti bahwa Kristus sejajar dan sehakekat dengan Bapa, jauh lebih tinggi dari pada malaikat-malaikat.

PENUTUP
1. Saya bisa tahu tentang Tuhan hanya dg belajar mengenai Tuhan Yesus. Apa yang saya tahu tentang Yesus hanya itu yang saya tahu tentang Tuhan. Artinya, kita tidak akan mengerti dan mengenal Tuhan yang sejati kecuali melalui Yesus Kristus. Dengan kata lain, mengenal Yesus berarti mengenal Tuhan yang sejati.
2. Didalam Yesus berdiam seluruh krpenuhan ke Allahan (Kolose 2:9) Aku didalam Bapa dan Bapa didalam Aku (Yoh 14:10) Seharusnya Pusat atau Central Penyembahan adalah kepada Tuhan Yesus Kristus, ketika Yesus disembah maka Bapa dan Rohkudus ikut tersembah.
3. NAMA YESUS NAMA DIATAS SEGALA NAMA(Filipi 2: 8-11) artinya: Saat kita menymbah NamaYESUS,maka semua nama Allah atau Tuhan dalam PL tersembah didalam YESUS termasuk YHWH.
4. DI SORGA HANYA ADA SATU TAHTA YAITU TAHTA YESUS (Wahyu 4:3-5) Kenapa tidak ada tahta BAPA dan bisa ROHKUDUS…? Jawabannya:Karena BAPA dan ROHKUDUS sifatnya adalah ROH tetapi terlihat didalam YESUS KRISTUS.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *