Usai 20 Pemimpin GPdI Se-Indonesia Yang Tergabung Dalam FPP Bertemu di Jakarta, Keesokan Harinya Menghadiri Pertemuan Bersama Ketum MP GPdI

Jakarta,Pantekostapos.com,- Sejumlah pimpinan Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) se-Indonesia yang tergabung dalam wadah Forum Pencerahan Pantekosta (FPP), menggelar pertemuan di Hotel Sedayu lantai 3 Mal Of Indonesia (MOI) Kelapa Gading Jakarta Utara. Pertemuan tersebut merupakan kegiatan rutin yang diadakan setiap Tahun ini bersifat tertutup serta dihadiri oleh unsur-unsur pimpinan gereja. Menurut salah satu Ketua MD GPdI, Pdt. Frangky Rewah kepada Pantekosta Pos,” mengatakan dalam pertemuan tertutup itu tidak ada hal yang begitu penting dibicarakan terkait dengan suksesi pencalonan kepemimpinan 2022, namun pertemuan itu lebih kepada arah membangun kebersamaan, rasa persaudaraan dan memperkecil masalah dalam perbedaan dll, karena melalui hal ini akan membuat FPP tetap solid dan visi utamanya tidak berubah, para anggota yang tergabung patuh serta komitmen pada keputusan bersama yang akhirnya akan memunculkan pemimpin GPdI lewat FPP yang berkualitas dan mengakar sampai ketingkat bawah seperti Pdt MD Wakkary yang pernah menjadi Ketum MP GPdI periode lalu”, ujar Franki Ketua STT/SA Tentena Poso Sulteng.

Pdt. Frengki Rewah & istri

Adapun unsur pimpinan GPdI se Indonesia yang hadir adalah; MD GPdI Sumatera Utara/Aceh, Pdt. Samuel Ghozaly D, MD GPdI Sumatera Barat, Pdt. Tauristen Ginting, MD GPdI Sumatera Selatan, Pdt. Harry S. Gultom M.Th, MD GPdI Riau Daratan, Pdt. Pawer Leonardus Manullang S.Th, MD GPdI Kepulauan Riau, Timotius Maryono, MD GPdI Jambi, Pdt. Albert Nainggolan, MD GPdI Lampung, Pdt. Samuel Karundeng, MD Jawa Barat, Pdt. JE Awondatu, ditemani Pdt Jantje Manorek, Pdt Happy Manoppo, MD GPdI Yogyakarta, Pdt. DR. Samuel Tandiasa MA M.Th, MD GPdI Kalimantan Selatan, Ibu Pdt. Momongan dtemani Pdt. Hanny Momongan, MD GPdI Sulawesi Tengah, Pdt. DR. Frangky Rewah, M.Th. M.Pd, MD GPdI Sulawesi Barat, Pdt. Gusti P, Suanarta, MD GPdI Gorontalo, Pdt. Denny Nicky Tololiu, S.Th. MD GPdI Papua, Pdt. Timotius Dawir, MD GPdI Kaltara, Pdt. Yandri Ganda, MD GPdI GPdI Bali, MD GPdI Kaltim, Pdt Herry Pelealu, MD GPdI Sulsel, Pdt Joutje Poluan ditemani Pdt Frangky Dacosta dan Pdt. Hans Maki. Usai pertemuan 20 Pimpinan GPdI se Indonesia yang tergabung dalam Forum Pencerahan Pantekosta (FPP) Jumat, 7 Februari 2020 akan bertemu Ketum GPdI MP GPdI, Pdt DR. Jhoony Weol di Jakarta. Terkait dengan pertemuan tersebut dibenarkan oleh Pdt Drs JH Lumenta, Sekertaris Umum GPdI yang dihubungi lewat telpon selularnya, (08129624XXX).

Pdt. JH Lumenta

Lebih jauh sekum menjelaskan bahwa pertemuan tersebut atas undangan Ketua MP GPdI, meminta kepada Ketua-ketua MD GPdI se-Indonesia dan pengurus harian Majelis Pusat GPdI untuk hadir pada acara tersebut bertempat di Hotel Westren Kemayoran Jakarta, yang rencana akan dimulai pada jam 16.00, WIB. Adapun agenda yang akan dibahas pada pertemuan tersebut adalah membicarakan kegiatan Akbar GPdI yaitu HUT GPdI ke-100 Tahun (Satu Abad GPdI) yang akan dipusat di Bali. Kemudian adanya isu-isu yang meresahkan terkait adanya perubahan amandemen AD/ART GPdI Pasal 11 menyangkut unsur kepengurusan pimpinan Majelis Pusat GPdI dari 36 Orang Menjadi 50 Orang di kalangan pemimpin-pemimpin GPdI, wartawan Pantekosta Pos langsung menkonfirmasi ke Pdt Drs. JH Lumenta, Sekum GPdI, beliau mengatakan; “benar bahwa menyangkut pasal yang terkait dengan kepengurusan Pimpinan Majelis Pusat GPdI dari 36 orang menjadi 50 orang dan tidak lebih, itu sudah di amandemen di Mubes baru-baru lalu di Bandung dalam periode kepemimpinan Pdt DR Jhoony Weol dan kenapa menjadi 50 karena alasannya muncul sebuah argument teologis dari Ketum GPdI Pdt DR. Jhoony Weol, dimana angka 50 dihubungkan dengan peringatan hari Pentakosta”, tegas Sekum.

Pdt.Andreas Tairas

Menyikapi apa yang sudah tegaskan oleh Sekum GPdI, Salah satu Pimpinan GPdI didaerah yaitu Pdt Andreas Tairas (Biro Pembangunan Pedesaan MD GPdI Jabar) langsung mengkrtisi amandemen tersebut, karena menurut Andreas, buat apa amandemen tersebut terkait kepengurusan ditambah menjadi dari 36 menjadi 50 Orang, “kemudian yang terjadi atas kepemimpinan Ketum MP GPdI One Man Show dalam menjalankan tugas dan kepemimpinannya, Pdt Andreas menjelaskan seperti apa yang ia saksikan dan lihat terjadi lapangan dimana terkait Pdt Jhoony Weol Ketua MP GPdI kebanyakkan terjun langsung untuk menangani Pembangunan Gereja dll di daerah-daerah, ini seharusnya tidak perlu terjadi. Kritik dan saranya berdayakan dan percayakan penuh sudah kepada orang yang sudah diangkat dan sudah dipercaya untuk mengelolah sebuah departemen yang sudah dibentuk dan disepakati bersama, contohnya seperti , Departemen yang membidangi Pembangunan Gedung Gereja MP GPdI, yang diecayakan kepada; Pdt Jonatan Manopo dan Pdt Stefanus Kafiar, STh,” ujarnya kepada Pantekosta Pos. (Ebenhaizar RP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *