Warga GSPDI Yogyakarta Akan Kembali Ibadah di Jalan Hayam Wuruk 22

Yogyakarta, Pantekostapos.com-Ribuan jemaat GSPdI di Yogyakarta yang dahulunya adalah warga GPdI, kekinian terus menjalankan aktifitas ibadahnya dengan sebuah tekad dan kerinduan ingin selalu mengalami perjumpaan dengan Bapa Surgawi, melalui Yesus Kristus Allah Yang Maha Kuasa dalam situasi apapun, termasuk pada situasi pandemi Covid 19. Jelang Natal 2020 dan Tahun Baru 2021, melalui Gembala Seniornya Pdt Lianawati Sutrisno dengan ditopang oleh seluruh Tim Pastoral, Majelis Gereja, Wadah, Seksi, Jemaat dan oleh semangat kekuatan Rohkudus secara bersama-sama saling mendoakan, menopang dan bergandeng tangan untuk memajukan pelayanan meski tempat kegiatan-kegiatan ibadahnya yang berjalan hingga saat ini masih memakai gedung sewa. (Sementara). Setelah beberapa bulan keluar dari organisasi GPdI, para majelis gereja dan jemaat dibawah penggembalaan Pdt Lianawati Sutrisno, merasa nyaman karena sudah terlepas dari tekanan. “Pdt Lianawati Sutrisno diusianya yang ke-87 Tahun, masih terlihat bersemangat sehat dan kuat dalam memberikan motivasi dan pelayanan pastoral kepada ribuan jemaat agar tetap kuat, bertumbuh, dan menjadi harapan, setiap umat yang dipimpinya dapat ikut bagian dalam melayani Tuhan dan setiap anggota dibekali dengan tanggung jawab untuk memenangkan jiwa-jiwa baru buat Tuhan”, ujar Pdt Lianawati, Gembala Sidang, yang sudah mendapat pengakuan dari Sinode GSPDI Yogyakarta.

Kedepan kata Pdt Lianawati bahwa, dalam waktu dekat pelayanan yang Tuhan percayakan melalui penggembalaannya akan kembali beribadah di Gedung Gereja, Jalan Hayam Wuruk 22 Yogyakarta, yang adalah milik Persekutuan Gereja-gereja Pantekosta Di Indonesia yang berkedudukan di Yogyakarta dan Yayasan SABDA ASIH PERSADA, karena sejak Pdt Gideon Sutrisno masih hidup memang atas nama Persekutuan Gereja dan setelah Pdt Gideon Sutrisno meninggal dunia semua aset dikelola oleh ibu Gembala Pdt Lianawati Sutrisno untuk selanjutnya mendirikan Yayasan agar aset tidak bisa diperjualbelikan, bahkan melalui Yayasan ini sudah bisa memperpanjang HGB Sertifikat gereja tersebut, sehingga kelangsungan kegiatan penatalayanan berjalan dengan baik.

Apa yang mendorong Pdt Lianawati Sutrisno hingga saat ini bertahan kepada panggilannya? Menurutnya bahwa kerja buat Tuhan itu sungguh manise dan merupakan sebuah penghargaan Tuhan yang luar biasa dan tak ada tandingannya dan upahnya besar di Sorga. Hingga saat ini Saya masih punya kerinduan yang besar terhadap panggilan Tuhan dalam hidup saya melayani dan menggembalakan jemaat yang Tuhan percayakan di Yogyakarta. Pada waktu suami Saya masih hidup (Alm Pdt Gideon Sutrisno), “Saya pernah minta ijin mau pulang ke Surabaya namun pada waktu itu suami Saya melarang pulang ke Surabaya dan meninggalkan pelayanan di Yogyakarta, dan Alm. Pdt Gideon Sutrisno semasa hidupnya pernah berpesan kepada Istrinya (Pdt Lianawati) jangan tinggalkan pelayanan dan Yogyakarta, Pesan Almarhum Pdt Gideon Sutrisno sangat tertanam didalam hati Pdt Lianawati hingga saat ini. Itu sebabnya jawabannya ada waktu itu kepada suaminya tidak akan meninggalkan pelayanan dan sampai mati, akan terus melayani di Yogyakarta”, Kata Pdt Lianawati, Istri almarhum Pdt Gideon Sutrisno kepada Pantekosta Pos.

Warga Jemaat GSPDI Jalan Hayam Wuruk 22  Yogyakarta (Ibadahnya masih pakai gedung sewa)

Hingga berita ini diturunkan Pdt Lianawati Sutrisno di usianya ke 87 Tahun eksis sebagai gembala jemaat GSPDI Jalan Hayam Wuruk 22, Yogyakarta. (TIM PP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *