Wawancara Khusus Dengan Pdt. Joshua Tewuh Tentang Allah Tritunggal

Ki-ka: Chemuel Watulingas (Pemred Pantekostapos) & Pdt. Josua Tewu

Jakarta, Pantekostapos.com –– Sosok Pdt Joshua Tewuh adalah seorang Hamba Tuhan, yang pernah menjadi  Gembala Sidang GBI Jemaat Tuhan Yesus Kristus, pernah menjadi Mitra Indenpenden dengan GBI Glow FC,  Pernah mengajar di GAS (Glow Apologetics School),Dosen Bethany Bible College, Penggagas/Salah Satu Pendiri, Merangkap Ketua 5 Bidang Pengembangan Organisasi, Badan Musyawarah Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen Indonesia BMPTKKI, Ketua STALK (Sekolah Tinggi Alkitab Kalam Kristus) Jakarta. Belakangan ini Sosok Pendeta Joshua ramai diperbincangkan di dunia maya terkait dengan video-video viral yang kontroversi menyangkut pengajarannya tentang Tritunggal. Ikuti Wawancara khususnya bersama Pemimpin Redaksi Pantekosta Pos : Chemuel Watulingas

Dengan beredar dan menjadi viralnya video anda tentang pengajaran TRITUNGGAL, anda dianggap atau dinilai SESAT, tanggapan anda?

Pertama, tanggapan saya biasa aja, karena Yesuspun dulu pertama kali tampil dibilang penyesat jadi bagi saya dalam mengungkapkan kebenaran Firman Tuhan saya menganggap satu kehormatan kalau saya dapat menderita bagi kebenaran seperti Tuhanku yang malayani sebagai Mesias. Kedua, Bahwa yang saya sampaikan sejauh ini, itu bukan hal yang baru, karena sebenarnya saya hanya ingin menyadarkan kekristenan bahwa gereja-gereja yang katanya berdasarkan kitab suci Alkitab, tetapi banyak kali doktrin-doktrinnya tidak berlandaskan Alkitab, tidak berasaskan Alkitab, tidak berfondasikan Alkitab. Contoh: Sebenarnya saya punya, mau dibilang perjuangan juga, saya mah agak sediki risi kalau mau dibilang itu gerakan reformasi karena hal kecil sebenarnya saya inginkan perjuangkan terutama dan banyak hal agar kekristenan kembali kepada Alkitab secara murni dan konsekwen.

Yang dimaksud dengan murni boleh anda jelaskan lebih detail?

Murni artinya tidak tercemar dengan pendapat atau asumsi manusia termasuk pemikiran teolog-teolog yang mungkin saja tidak berdasarkan Alkitab sehingga kebenaran bersifat filofis dan sebagainya. Kalau murni bicaranya maka harus dapat dipertanggungjawabkan secara Alkitabiah itu ada di Alkitab, baik secara tersuratnya maupun secara tersiratnya, dalihnya ada tetapi juga dalil textualnya harus ada. Saya cuma mau kekristenan itu, sudahlah ngak usah pakai istilah-istilah teologis yang tidak ada di Alkitab seperti kata Allah Tritunggal, itu kan tidak ada di Alkitab, terus Allah Anak, yang ada kan Anak Allah, tapi kemudian orang-orang Trinitarian membolak-balik itu jadi Allah Anak, Allah Roh Kudus padahal di Alkitab tidak ada Allah Rohkudus. Pdt Dr. Steven Tong dalam tanggapan saya di teologi ngaco Dr Steven Tong yang cukup viral pada waktu itu, sampai mereka juga kebakaran jenggot, dan seluruh kaum reform marah-marah sama saya karena mereka punya suhunya yang saya ganggu. Pak Steven sendiri ngaku kok, bahwa Allahnya Kristen itu jamak. Beliau bilang begitu dan bisa periksa video saya yang ada rekaman video Dr Steven Tong.

Yang dimaksud dengan Tunggal itu apa?

Tunggal itu katanya, Anak; Anak Tunggal Bapa, tapi yang jamak itu Allah, nah yang Allah jamak itu; Allah Bapa, Allah Anak, Allah Rohkudus, dalam pandangan orang-orang di luar kristen itu adalah politeistik, atau triteistik, triteisme, menyembah 3 Allah. Okay lah kalau kita di kalangan internal kita tahu maksudnya, tapi kita bicara bahwa kekristenan itu, tidak bicara menggembalakan ke dalam, tetapi kita berbicara menjadi saksi keluar, kalau kesaksian kita orang luar salah pahami, dan tidak bisa menunjukkan iman yang benar kepada Tuhan, berarti kita gagal dalam kesaksian iman kita. Itulah yang menjadi penekanan sehingga saya katakan sudah tidak usah pakai lagi istilah-istilah Tritinggal itu, tidak usah pakai lagi istilah Allah Anak tapi pakai saja istilah-istilah yang ada di Alkitab itu. Kenapa rupanya? Nah, saya bilang bahwa doktrin Allah Tritunggal itu, produk yang dicetuskan oleh Tertulianus.

Boleh anda jelaskan apa maksud produk atau doktrin Allah Tritunggal yang dicetuskan oleh Tertulianus?

Sebenarnya produk teologi pada waktu itu untuk menghadapi para penyerang-penyerang iman kristen yang berbasis filosofis, politik, paganism, itu abad Dji Sam Soe yang saya suka sebut abad 2-3-4 yang paling populer menggunakan kata Tritunggal itu. Nah sekarang pada abad 21. Saya pertanyakan, masih relevan nggak telogi yang berbasis apologetika yang dicetuskan abad 2-3-4 itu?. Abad 21 ini tantangannya sudah tidak sama dengan abad 2-3-4 itu. Nah kita tidak berhadapan dengan bangsa Eroupa, dengan kaum filsuf lagi, tidak lagi behadapan dengan paganisme penyembah-penyembah berhala, panteisme dan sebagainya. Kita sekarang berhadapan dengan Non Kristen, kita berhadapan dengan Asia, kita berhadapan dengan Arab yang intervensi kedalam Indonesia. Misalkan, Politik, kemajemukkan Indonesia. Nah itu kita lihat konteksnya dong sehingga Apolegetika abad 21 tidak boleh lagi kita bersandar kepada Apolegetika abad 2-3-4 mari kita membangun sistem berapoleget yang kontekstual.

Orang kristen jaman sekarang, kalau dia tanya: “kau percaya Alkitab? iya, dimana di Alkitab? Nah orang jaman sekarang mereka tuntutnya itu. Di mana di Alkitab Yesus dikatakan sebagai Tuhan, sebagai Allah, dimana Yesus pernah mengatakan diriNya Tuhan, diriNya sebagai Allah. Itu yang harus kita buktikan bahwa Alkitab bilang Yesus itu Allah, dan ini buktinya. Inilah yang dimaksudkan dengan gerakan sederhana yaitu kita kembali ke Alkitab supaya kita tidak repot untuk menghadapi non kristen, dan belum lagi sekte-sekte dalam kekristenan yang macam-macam ini.”

Jadi menurut anda mana yang kira-kira banyak kalangan menilai anda sesat?

Ya sesat karena menurut teologia mereka, karena saya harus tetap bicara tentang Tritunggal dan harus mengatakan saya ini orang Trinitarian percaya Allah Tritunggal, karena menurut mereka ketika orang mau mencoba membuang istilah itu, kemudian dibilang terjebak pada sabelian dan apalah segala macam dan merek-merek yang mereka sebutkan. Dan orang yang menolak doktrin tentang Allah Tritunggal berarti mereka menolak kekristenan, mereka bukan lagi kristen. Nah di situ saya bilang siapa yang bilang begitu! justru merekalah yang mengaburkan konsep kristen itu. Kata kristen itu tidak berakar pada kata Allah Tritunggal, kata kristen itu berakar dari kata Kristus (Kristos). Pengikut-pengikut Kristus itu disebut Kristen. Pertama kali kristen itu disebutkan pada murid-murid Yesus, itu di Antiokia dan ingat, itupun bahasa ejekan sebenarnya. Kristen dinilai sebagai orang-orang yang aneh, orang-orang yang sesat menurut para ahli Taurat, orang Farisi, karena orang-orang kristen ini cenderung tidak lagi mengikuti ajaran nenek moyang mereka, tata ibadah aturan-aturan suci, pola-pola ibadah yang sifatnya ritualistik, simbolistik, dan sakralistik. Kita kristen tidak lagi disebut begitu. Yesus tidak menajarkan seperti itu. Nah kemudian muncul katolik, muncul ortodox, muncul koptik, muncul segala macam aliran-aliran yang masih memelihara upacara-upacara ibadah suci, ritualistik, simbolistik, sakralistik, dalam ibadah segala macam tanda-tanda, patunglah, simbol-simbol segala macam. nah itu yang saya bilang, ok kalau bicara kristen sebagai agama sendiri silahkan aja, tapi kita kristen yang berbasis kepada spirit reformasi Marten Luter, setiap jemaat harus bebas baca Alkitab sendiri bukan kaum elitis agama, tidak seperti itu. Sewaktu reformasi Marten Luter, ia mengeluarkan Alkitab dari cengkraman kaum elitis agama pada waktu itu, yang dikuasai oleh segelintir orang. Sama dengan jaman perjanjian lama hanya para ahli Taurat dan orang Farisi yang boleh membaca kitab suci, menafsirkannya dan seolah-olah penafsiran merekalah yang terbenar dan harus diikuti oleh seluruh umat Israel. Nah mereka mau kembalikan itu kedalam gereja padahal tidak lagi seperti itu. Yesus justru mengeluarkan Taurat itu dari hati mereka dan menjadikan itu Firman Hidup pada diriNya dan teladan dan dicatat menjadi kanon Perjanjian Baru (PB). Jadi itulah yang saya lawan.

Pengistilaan soal Tritunggal itu, oleh bapak-bapak gereja bukan berbicara keberapaan Allah, tapi kebagaimanaan Allah dalam Hubungan antara Bapa, Firman dan Roh Kudus, lalu mengapa istilah itu diributkan?

Ya itukan bahasa banci, bahasa ambigu dari kaum ortodox, Daniel Biantoro dengan anak buahnya, (Pello), sekali lagi itu bahasa ambigu karena ortodox sendiri sungkan mau bicara pribadi, dia tahu tidak ada bicara tiga pribadi itu, tapi terjebak pada kemauan makna umum. Mereka juga tidak mau kehilangan pamor di indonesia akhirnya mereka mengikuti suara terbanyak padahal dalam penjabaran-penjabaran lihat aja video-video Bambang Nursena, mereka itu tidak jelas mengatakan itu pribadi, bahkan Daniel Biantoro, jelas-jelas menyatakan istilah itu, dan yang mencetuskan. Ini bukan soal keberapaan tapi kebagaimanaan ya! sapa bilang bukan soal keberapaan, Alkitab menjelaskan Allah itu keberapaan dan kebagaimanaannya gitu loh! Ya karena Allah berapa, Tuhan itu berapa? Alkitab jelas mengatakan satu pribadi saja, saya bisa tunjukkan puluhan ayat yang bisa berbicara seperti itu, tidak ada yang berbicara tiga pribadi, tidak ada yang berbicara kejamakkan pribadi tidak ada dan masalah substansial mereka itu salah. Saya sudah terangkan berdasarkan Alkitab, bahwa Allah itu bukan hakekat. Kata Allah itu dalam Alkitab, adalah salah satu gelar Ilahiah, di samping Tuhan. Tuhan itu gelar Ilahiah. kecuali YHWH yang diterjemahkan oleh LAI dengan Tuhan huruf besar semuanya itu nama inisial YHWH, tapi Tuhan yang T nya saja huruf besar lalu tuhannya huruf kecil semuanya itu juga salah satu gelar sebagai pemilik tuan (Kurios), sedang Allah bicara satu yang disembah (The Strong One), satu yang dipuji menunjuk kepada siapa, Sang Pengcipta yang punya status sebagai Bapa, kenapa Allah memperkenalkan dirinya sebagai Bapa? Karena dari Dialah semua berasal. Dialah Bapa dari semua keberadaan karena Dialah biang sumber kebeadaan itu, Dialah Sang keberadaan itu, Dialah yang menciptakan segala sesuatunya, makanya Dia memperkenalkan diriNya sebagai Bapa terhadap semuanya. Nah Allah itu hakekatnya apa? Bukan Allah yang adalah hakekat. Allah itu hakekatnya adalah Roh dan Pribadi. Hakekat itu berbicara substansi atau existensinya dasarnya Allah apa sih? Misal kan meja kayu substansinya meja ini apa? Kayu! Itu substansi dasarnya, keberadaannya dibuat dan dicat seperti apapun tetap subtansinya dasarnya kayu, ada yang dari besi dst. Alkitab sudah mengatakan Allah itu Roh, Yohanes 4 : 24, Allah itu Roh, 2 Korintus 3 : 17, Allah itu Roh, Tuhan itu Roh, Roh Allah dan seterusnya. Jadi tidak bisa kita bicara Allah itu adalah hakekatnya, dengan 3 Pribadi, atau 3 Pribadi dalam satu hakekat (Una Substantia Tres Personae).

Ki-ka: Chemuel Watulingas (Pemred Pantekostapos) & Pdt. Josua Tewu

Tertulianus salah, karena Tertitulianus bukan seorang teolog. Jadi menurut pendapat anda jika Tertulianus bukan seorang teolog latar belakangnya apa?

Tertulianus adalah seorang pengacara atau advokat dan basicnya filosofis, dan filosofis yang berakar pada Trias Politika, Aristoteles, dan Filosofis-filosofis Yunani, dan kita tidak tahu apakah sungguh-sungguh, seorang Tertulianus punya dasar pertobatan sejati? Kita tidak tahu! Nah ajarannya Tertulianus, berusaha dengan akal dan pikrannya yang terbatas ketika itu untuk menafsirkan soal ekxistensi Bapa, Anak, dan Roh Kudus dan Matius 28 : 19 pada waktu itu. Apalagi pada waktu itu belum lengkap terkanonisasi th 150-181, belum terkanonisasi secara lengkap Perjanjian Baru. Nah beda dengan kita, kita pegang semua kelengkapan Alkitab dari Kejadian sampai Wahyu. Mestinya kita lebih konprehensif dalam memahani isi Alkitab dibandingkan mereka-mereka Bapa-bapa gereja yang dikultuskan ini. Jadi kalau bicara begini, saya dianggap sombong, lebih pinter dari bapak-bapak gereja, bukan maksunya saya seperti itu. Tapi paling tidak Alkitab mengatakan bahwa gereja mula-mula atau jemaat mula-mula itu adalah jemaat standard, yang mestinya jemaat akhir jaman ini adalah jemaat yang sempurna, kita mestinya lebih sempurna dari jemaat mula-mula waktu dari mulai dibentuk. logikanya begitu dong bahkan ada Alkitab bilang kemuliaan Bait suci kedua itu melebihi kemuliaan bait suci yang pertama. Jangan kita balik seolah-olah bait suci yang pertama paling megah, paling mewah, paling hebat. nggak lah Bait suci yang kedua adalah Tubuh Kristus (The Body Of Christ) itu jauh lebih mulia dari pada atau dibandingkan dengan bait suci yang dibangun oleh Salomo, yang berakar pada bait suci yang dibangun oleh Musa. Kenapa? Karena tidak lagi dibangun oleh matrial-matrial jasmani, matrial fisikal tapi dibangun oleh kekuatan Roh. Tubuh Kristus, dibangun berdasarkan Firman Allah, itu jauh lebih mulia daripada bangunan bait Allah dengan sistim peribadatan lama yang tidak usah lagi dipakai, sudah usang.

Anda sering katakan teologi Allah Tritunggal itu sudah usang maksudnya?

Teologi Allah Tritunggal itu teologi yang sudah usang untuk kebutuhan berapolget di abad itu, Abad Dji Sam Soe,(2.3.4). Nah teologi coffie mix seperti ini, Tri In One tidak bisa lagi dipakai di abad 21 ini, karena sudah lain apologetikanya. Jadi istilahya ada yang marah karena saya mengusik Bapak-bapak gereja, saya bilang jangan mengkultuskan Bapak-bapak gereja, karena Bapak-bapak gereja juga manusia biasa yang bisa salah, Rasul saja ada yang salah sampai murtad kayak Yudas, Petrus untung kembali kan? apa lagi cuma Bapak-bapak gereja. Lagi pula Yesus sudah kasih dalam Amanat Agung itu (Great Ordernya) perintahnya, Pergilah jadikan segala bangsa muridku kata Tuhan, murid Tuhan, murid Yesu, bukan murid para rasul, jangan jadikan orang-orang itu atau murid para rasul, apalagi muridnya dari murid para rasul. Murid-murid dari murid itu adalah bapak-bapak gereja, katanya dan saya juga tidak tahu siapa yang memberikan gelar mereka bapak-bapak gereja.

Bagaimana Argumentasi Anda pada teks Alkitab menyangkut Amanat Ilahi di Matius 28 : 19-21 dan ayat serupa?

Itu bicara tentang kekaryaan Allah dalam penebusan, karena Allah sendirilah yang mencetuskan konsep penebusan dan penyelamatan manusia sejak pertama kali jatuh dalam dosa di Taman Eden, Dia Bapa dari konsep itu, Dia yang melahirkan konsep itu, bahwa akan ada Juruselamat Sang Mesias, yang akan diberikan untuk penyelamatan Adam dan seluruh keturunanya. Makanya mulai dari ibadah simbolik harus dilakukan dengan cara bagaimana. Itu kalau mau beribadah untuk memperingati Mesias yang akan datang, untuk mengingat janji Mesias yang akan datang maka diwajibkan kalau mereka beribah harus ada pemotongan hewan di mana darah akan tercurah untuk mengingat satu waktu Anak domba Allah akan dipersembahkan pada waktunya, darahNya akan menjadi harga penebusan. Makanya pada waktu manusia jatuh dalam dosa, manusia berusaha untuk menutupi kemaluan mereka yang akibat dosa ini dengan usaha mereka, cari daun pohon ara tutup kemaluan mereka! Ini kan usaha manusia dalam menutupi dosa atau usaha manusia dalam mengatasi dosa mereka. Nah apa yang terjadi di Taman Eden, masih di Taman Eden, Allah melucuti, Tuhan melucuti daun ara itu menggantinya dengan apa? Kulit binatang! Nah ini sebagai tanda. kulit binatang ini dibuat oleh Allah, binatang dikorbankan, darahnya tercurah ya! Lalu kemudian manusia yang bikin dosa akhirnya binatang yang dikorbankan gitu loh. Sejak itulah manusia mulai menerapkan hal itu, lahirlah Kain dan Habel, Contoh : dari banyak anak-anak Adam dan Hawa, makanya kenapa Kain persembahannya ditolak? Karena Kain mempersembahkan hasil tanaman yang tidak ada darahnya sedang Habel diterima ibadahnya karena Habel mempersembahkan domba yang disembelih dan darahnya tercurah. Nah itu sebabnya setelah air bah, Nuh mempersembahkan korban bakaran, darah tercurah mengingatkan Mesias dan seterusnya sampai kepada ibadah Israel, darah dicurahkan, korban bakaran, ini ibadah simbolik sampai yang dijanjikan Sang Mesias itu datang.

Maksud anda sampai yang dijanjikan Sang Mesias itu datang apa? Bisa dijelaskan

Nah pada waktu Mesias itu datang yang tidak lain dan tidak bukan yang dicatat dalam Alkitab Roma 9 : 5, Mesias itu lahir keturunan Bapak-bapak leluhur Dia adalah Allah sendiri yang datang dalam rupa manusia, Dia disebut Anak Allah, bukan Allah Anak, Anak Allah dalam 1 Yohanes 5 : 20, Dia adalah Allah yang benar datang dalam rupa manusia untuk menyelamatkan manusia dan kalau kita lihat penggenapan janji ini bahwa Allah sendiri yang datang dalam rupa manusia, Dia menggelari diriNya dalam keadaanya sebagai manusia sebagai Anak Allah, dalam Yohanes 1 : 1-3 yang banyak disalahpahami orang, yang DB bilang itu Firman keluar dari mulut Allah, perkataan Allah keluar itu jadi pribadi sendiri. Nah ini kan ngacok, itu kan jadi 3 pribadi karena Firman keluar jadi pribadi, Nah tidak bisa begitu! Itu teologia ngaco. Yang dimaksudkan, Pada mulannya adalah Firman, Firman itu bersama-sama dengan Allah, dan Firman itu adalah Allah, Firman itu menjadi manusia maksudnya apa? Firman itu bukan bicara jadi pribadi lain lagi diluar pribadi Allah Bapa ini, jadi ada 2 pribadi lalu ada Rohkudus yang keluar dari Bapa lagi, nah itulah yang kemudian jadi pribadi yang ketiga. Ini teologi kacau balau, tidak ada Alkitab bilang begitu. Yang dibicarakan Firman itu jadi manusia, Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu keluar dari Bapa, itu maksudnya bahwa janji itu yang memang dijanjikan Bapa dari awalnya dari Sang Pencipta itu, itu sudah berwujud nyata. jadi akan datangnya Mesias itu adalah waktu Yesus datang di muka bumi ini
Allah yang telah menyatakan diri dalam rupa manusia itu sudah tergenapi janjiNya, bahwa Firman itu sudah jadi manusia, janji Allah itu telah jadi manusia. Inilah kemuliaan Allah, janjinya Dia tepati untuk menyelamatkan manusia lewat hadirnya seorang Mesias yang bergelar Anak Allah dan tidak lain tidak bukan Allah sendiri yang datang dalam rupa manusia. Exegesisnya begitu, yang namanya Firman jadi manusia. Bukan kemudian Firman itu keluar dari Allah lalu jadi pribadi sendiri, Allah kehilangan Firmannya. Dengan demikian melalui penjelasan saya ini, janganlah buru-buru memberikan label-label sesat, sebab seorang akademisi kalau ada hal-hal baru dia timbang dulu atau uji dulu. Bapa, Anak, Rohkudus, itu kan bicara keMahakaryaan Allah, Dia yang mencetuskan, Dia yang mewujudnyatakan, waktu Dia hadir dalam rupa manusia yang disebut Anak Allah, Mesias Kristus, lalu Dia sudah menjanjikan Roh kudus akan diutus dan seterusnya. Ini bicara ke-Mahakaryaan Allah dalam penebusan, maka dibilang baptislah mereka dalam nama Bapa, dan Anak, dan Rohkudus,itu bukan bicara baptis dalam nama 3 pribadi. Waktu ditanya kepada mereka-mereka itu, kalau begitu, siapa nama Bapa? mereka tidak bisa jawab. Dan murid-murid tidak ada yang membaptis dalam nama Bapa, dan Anak, dan Rohkudus, apalagi dalam nama Allah Bapa, Allah Anak, dan Allah Roh kudus tidak ada yang baptis begitu. semuanya dibaptis dalam satu nama yaitu nama YESUS, karena dalam nama Yesus inilah Allah menyatakan diriNya, ada ayatnya yang mengatakan dalam namaKu YHWH aku belum menyatakan diri, nanti dalam nama Yesus itulah namanya, Allah menyatakan diriNya dalam rupa manusia. Nama Yesus itulah nama di atas segala nama, Roh kudus juga pakai nama Yesus, makanya murid-murid membaptis dalam Kisah Rasul 2 : 38, Kisah Rasul 8 : 16, Kisah Rasul 10 : 48, Kisah Rasul 19 : 5.

Apa yang anda maksud dibaptis dalam satu nama?

Semua baptis dalam satu nama yaitu YESUS. Apakah nama Yesus Kristus, Apakah nama Tuhan yang adalah Yesus semua baptis pointernya is the proper name (adalah nama yang tepat). Waktu saya sampaikan ini, mereka tolak dan karna saya tidak menyebut nama Allah Tritunggal, membuang Allah Anak. Saya bilang kalau setan datang dan mengaku-ngaku saya juga percaya Allah Tritungga,l itu kalian peluk tu setan cium tu iblis. Cuma gara gara ngaku Allah Tritunggal saja, saya tanya mereka, saya ngotot sama Bang Mahabuldo saya bilang: “sudah pernah baca bukunya Sabelianus sendiri? sudah baca bukunya Arianus?” jangan dong semua kan bicara Sabelianisme, Arianisme, Arminianisme, itu dari para haters teologi yang bersebrangan dengan mereka.

Apa tanggapan anda soal sahabat anda Pdt GL yang ternyata menjadi bersebrangan dengan Anda terkait pengajaran Allah Tritunggal yang kontroversi?

Mungkin perlu saya klarifikasi masalah Pdt GL, kalau saya bicara Pdt GL, itu dia penghianat iman karna sebenarnya saya berdua sama, karna kredonya Pdt GL digereja itu, kredo yang point ke-2 dan point ke-3 itu jelas jelas bicara tidak percaya Allah Tritunggal, tapi Allah yang sebagai Bapa, Anak Putra dan Roh kudus dan yang ke-3 kalau GBI bilang kan, GBI yang point ke-2 bilang percaya kepada Allah yang Maha Esa ya tetap aja, sebab tidak ada Allah yang Maha Esa cuma sila pertama itu Allah yang Maha Esa pancasila. Kalau di Alkitab yang Esa di GBI punya kredo percaya kepada Allah yang Maha Esa yaitu Allah Tritunggal sebagai Bapa, Anak dan Roh kudus (sebagai tiga pribadi ) yang adalah satu Pdt GL bilang di kredonya bahwa “percaya kepada Allah yang Tunggal sebagai Bapak, Anak dan Rohkudus“ dia benar sama-sama kita ini, kita bahkan karena ajaran ini yang ada di kredonya kita gabung sama dia termasuk di point ke-3, GBI bilang percaya kepada Yesus Kristus Anak Allah yang Tunggal, bla bla bla, tapi Pdt GL di point ke-3 dia bilang percaya kepada Yesus Kristus sebagai Allah sendiri bukan sebagai Anak Allah lagi, sebagai Allah sendiri seperti begitu. Itu jelas mengatakan bahwa kredonya ini, ingin melakukan reformasi dengan cara sok, dengan tidak usah berlawanan secara frontal tapi cukup jemaat di pandu untuk perbandingan dua ini. Okay kita masih di GBI, ini ada kredo GBI formalitas kita taruh sini, ini kami punya kredo GBI G, karna apa saya berani bilang begini, saya bukan cerita secara didikan sendiri, bersama dirjen segala macam siapin fasilitas, sekarang gara-gara dia sudah jadi ketua I BPH dan takut kehilangan pamor dia menyangkal akan itu dogma, bahkan dia sangkut pautkan Pdt GL punya nama dengan sekolah G, Apologatik School yang kita dirikan bersama, (JT dan GL) sekali ikut membubuhkan tanda tangan ijazah ijazah, lantas Pdt GL menyangkal. Saya bilang ini laki laki satu, bukan main aduh cuma gara-gara popularitas ingin di pertahankan kedudukan, uang, dan sebagainya lalu dia menyangkal dia punya keyakinan mana dia punya intergritas. Bagi saya Pdt GL, sudah tidak layak untuk mendapat respek sama sekali, itu saya tidak respek sama sekali lagi. Saya tidak hormatin lagi. Tadinya saya segan dan hormat sama beliau, tapi setelah ini saya liat bahkan sebelum dia di panggil BPH GBI, aduh BPH GBI belum panggil dia sudah bikin video baru malamnya untuk menyangkali semua, “Saya percaya Allah Tritunggal 3 pribadi dan sebagainya padahal coba priksa ratusan khotbahnya di video-video yang lalu tidak ada bicara seperti itu. Ya itu saya bilang, ini penghianatan keyakinan tidak layak seorang laki-laki, apalagi seorang hamba tuhan yang sudah di percaya, kalau sudah begini modelnya untuk apa lagi, tapi itu hak Pdt GL, mau orang tanya bagai mana dengan Pdt GL, saya bilang itu penipu. Bagi saya itu penipu iman, itu penimpuan iman. Apalagi dia bicara saya menyakut namanya orang sekolah, itu saya yang bikin, Pdt GL cuma setuju termasuk, nama G Apolagatik School. Memakai nama tersebut agar bagus dinilai orang, cepat maju, dan berkembang. Untuk apa ituG Apolagatik School? Untuk memperlengkapi, pekerja-pekerja G itu, supaya mereka tau membela iman, karna saya di anggap seorang yang ahli pakar di bidang apolotika bahkan Pdt GL serahkan semua jemaatnya, anak-anaknya untuk ikut secara bertahap G Apologatic School, semua kurikulumnya, saya yang bangun dan Pdt GL, cuma tau beres, tanda tangan dan segala macam saya. Katanya cuma mengajar sebagai tamu satu kali saja, padahal saya menguasai sepenuhnya pembelajaran itu, bahkan ketika Pdt GL jam masuk tidak hadir, saya yang isi dan saya bilang ini kok sampai Pdt GL betul-betul begini, saya heran ada apa Pdt GL, kerasukan setan apa itu? saya juga binggung, saya akhirnya saya tidak bisa tidak karna Pdt GL, sudah provokasi Pdt ES, untuk membangun citra buruk terhadap saya, dia provokasi MYM dan sebagainya akhirnya di layar teologis sudah bahas, akhirnya saya beri klarifikasi karna videonya sudah keluar, mengecam saya menyangkut namanya cari sensasi murahan, akhirnya di layar teologi saya numpang masuk saya bilang boleh tidak saya beri klarifikasi, lantas layar teologi buka diri, saya berikan klarifikasi termasuk bukti-bukti bahwa G Apologatic School itu bukan Pdt GL yang buat. Saya yang buat seluruh sistemnya ijazahnya, kami berdua tanda tangan, (JT dan GL). Nah Pdt GL yang buka kelasnya dan menutup, tapi seluruh perkuliahan itu, saya dan beberapa dosen itu pun dosen saya yang pilih. Tidak boleh sembarangan orang yang masuk mengajar, nah itu berlangsung enam bulan bukan cuma 8 kali pertemuan, enam bulan itu, dan itu penuh dalam penguasaan saya, Istri saya yang kerja pontang panting bikin itu modul, cetak modul, dan sebagainya. Saya bilang aduh kok Pdt GL, sangat tidak menghargai seperti itu. Jadi itu sebabnya, saya beri klarifikasi bukan menjatuhkan Pdt GL sebenarnya, tapi untuk membela diri saya yang dicemarkan di gosipkan, bahwa saya ini berbohong. Saya beri klarifikasi masuk juga di sang debaters kaget, waktu saya masuk saya berikan klarifikasi saya bilang kalau saya bohong saya bisa dia gugat di pengadilan. Tapi apa artinya apa berikutnya kemudian saat saya beri klarifikasi di groupnya ada anak-anaknya langsung lapor kan yang setia dengan pengajaran ini di berkati. Mereka lapor Pdt GL sudah memerintahkan untuk di tarik semua modul-modul dari G Apologetik School, ijazah di kembalian segala macam katanya dan seterusnya. Mereka sampai ketawa ah! pemimpin yang ribut kita yang jadi korban disuruh tarik ijazah. Katanya terus untuk apa ijazah ditarik, modulnya di suruh tarik katanya, tidak ada yang boleh pegang, katanya modul itu semua kembalikan trus orang tanya dong uangnya di kembalikan tidak? yang sudah bayar dia yang umumkan ke jemaat. (Editor. Joike Liando)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *